Jauh (Puisi)

 

Dia mungkin saja terluka di mana-mana
Tapi aku tidak bisa apa-apa
Aku jauh
Aku jauh
Aku ingin berada di dekatnya
Tapi Dia jauh
Dia jauh
Jauh
Jauh

Sukabumi, 27.09.17

Iklan
By audhina Posted in Puisi

Rindu (Puisi)

.

Mendung bersapa rindu

Riuh mengguman dekat telinga

Ibu menasihatinya

Mi instan tak baik untuk dimakan

Seminggu awan tidak ada

Ternyata tertinggal di pasar malam

Dimakan gadis kecil berambut merah muda

.

Salah bila aku mendengus kesal

Padahal malam ini begitu sakral

Ada rindu yang malah menjadikan ini amarah panjang

Bodoh sekali

 

Daw|Jogja, 31 Agustus 2017

Ramadhan 20 : Hari Peringatan Kematian Seorang Ayah yang Selama ini Ternyata Sangat Amat Dicintai Anak Perempuannya yang Lumayan Tangguh Untuk Tidak Menangis, Sesaat

DSC00202

 

/1/

Ada.

Ayah Terbang.

Ke Langit.

Malam tadi.

/2/

Tidak pernah ada wajah Ayah di mana-mana.

Mungkin bunga tidur itu belum tiba.

Mungkin saat sudah kangen-kangennya.

/3/

Dua tahun, hari-hari mengeras di dinding-dinding rumah.

Jarang ada tangisan di dalam ruang-ruang itu.

Mereka menyimpannya bukan di otak, tapi di hati.

 

Daw|Sukabumi,15.06.17

Pemuda Penangis (Puisi)

crying-in-the-shadows-michal-madison
Crying Blue Boy Painting By Rita Drolet

 Pemuda Penangis

Dunia di kepalanya seakan kapas yang melayang terbang

Matanya sunyi

Menimbang semua waktu yang tak pernah kembali

Mengimbangi semua langkah kaki

Seorang pemuda yang dia anggap bahagia

Tapi capek

Dia nangis

Cuma bisa nangis

Panas kopi di mejanya

Jadi dingin

Membisu

Dia bilang : “Aku menyerah”

Pemuda itu melirik masa bodoh dan berteriak

Pergi sana! Siapa Kamu?

Dasar gelandangan dekil

Pengganggu

Dia nangis lagi

Nangis terus

Menyupahi niat awal yang menggebu-gebu

Terpaku lagi pada kaki yang tersobek jalanan

Terseok-seok kembali lagi diam, kaku

Cuma ingin lepas dari ribuan jenis beban

Juga lepas dari bahagia yang mungkin

Bisa jadi, memang bukan miliknya

Dia memang tidak pernah bisa dipahami

Beberapa bahasa

Mungkin saja bahasa alam dan Ibu saja

Dan kelak dia bahagia sungguhan

Sukabumi|20.05.2017|Audhinadaw

Aku Sedang Belajar Mendekap (Puisi)

universe-1044107_1280

Aku Sedang Belajar Mendekap

Semesta kehilangan hening doa ibu

Dan aku tidak punya lagi logika bahagia

Aku begitu bosan beredar bersama bunga-bunga api itu

Lantaran semuanya menjadi abu seluruhnya

Ibu, ada kumbang berbadan hitam yang mendekap ilalang itu

Jangan cemburu

Sebab akar ilalang mendekap tanahmu juga

Menyampaikan dekapan kumbang itu

Aku sudah pasrah belajar mendekap siapa saja

Ibu

Aku

Sedang belajar mendekap hati seseorang

Tapi jika itu tidak cukup

Maka aku akan belajar membakar semua hati

Jadi jangan menangis

Ibu

Biar saja semua jadi abu

Hilang

Dengan begitu

Akulah ahli menghilangkan sesuatu

Maaf Ibu, Aku lelah belajar mendekap

Sukabumi, 17.05.17|Daw

Sepi (Puisi)

Sepi (Puisi)

heartbreak-1209211_1920

Sekiranya langit tengah memengaruhi cuaca

dan perutku kembung rasa kecewa

Malam ini tetap cuma sepi dan patah hati

/

Jangan titipiku kata yang berkeredap hambar

Kini sunyi adalah aku yang berlari mati dari ketidakpastian

/

Kugali retakan kesunyian di celah hujan

Bersatu ke dalamnya samar-samar

Aku protes

Cuma aku yang sendirian

/

Malam diapit doa-doa yang terlupakan

Menjelma nyata yang diam-diam sunyi

/

Daw| Sukabumi, 20 November 2016

Tidur (Puisi)

c360_2015-06-05-06-02-54-587

Tak ada yang hilang kecuali kamu

Tak ada yang tinggal kecuali mimpiku

Di batas timbunan mimpi dan nyata,di mana kamu?

Aku kehilangan kantukku, mungkin esok aku akan kesiangan merindukanmu.

Kupikir kau pingsan, dengan harapan akan tersadar

Ternyata kau tidur panjang, pura-pura

Dan menjauh dariku.

Aku pamit ingin bersatu dengan malam, juga menjauh darimu

Selamat malam

Daw| Sukabumi, 18 November 2016

Catatan (Puisi)

c360_2014-12-25-16-19-53-198

Temaram Bandung bilang bahwa Yogyakarta masih teramat jauh lagi.
Dingin turun membungkus bumi dari langit.
Merpati enggan pergi pulang menuju singgah.
Ini jalan menuju Yogyakarta.

Padalarang, 25 Desember 2014

Terus (Puisi)

Terus

people-692005_1280

Tolong ketatkanlah apa saja yang terbatas padamu

Sepertinya ketakutan ini mengganggu

Padahal hanya lindap yang mungkin kau hirau

Tolong jangan jadi munafik

Lari jauh dan sulit dikejar

Garis lurus itu bisa saja berubah

Siapa saja

Tapi izinkanlah seseorang hina ini yang mengubahmu

Tak dapatkah balas sedikit bahagia kali ini?

Ternyata hening terluka terus

Dan riuh adalah sayang

Tolong ketatkanlah apa saja yang terbatas

Terus saja begitu

Audhinadaw| Sukabumi, 15 Oktober 2016

 

Ada Banyak Kemungkinan (Puisi)

Ada Banyak Kemungkinan

C360_2014-12-21-20-23-23-741

Ada banyak kemungkinan di sini
Tapi aku enggan mempersilakan
Enggan menggunakannya
Karena itu akan membuat takdirku tidak termaktubkan
Maktub…

Ada banyak kemungkinan di sana
Tapi aku percaya takdir
Karena semua hal bukan hanya kebetulan
Maktub…Mempersilakan Tuhan untuk tersenyum melihat kepasrahan ini

Bagaimana bisa aku pergi tanpa kamu?
Merapal doa tanpa kamu?
Medusin tanpa kamu?
Dan hilang juga tanpa kamu?

Tapi di sinilah aku
Aku telah termaktub dengan bukan kebetulan
Bukan Kamu
Bukan Dia

Hanya aku saja
Di sini aku hilang bersama lupa
Lupa yang indah
Lupa yang membuat kesalku menjadi tawaku hari ini

Daw|Sukabumi|03.09.2016|10.04 am