Rindu (Puisi)

.

Mendung bersapa rindu

Riuh mengguman dekat telinga

Ibu menasihatinya

Mi instan tak baik untuk dimakan

Seminggu awan tidak ada

Ternyata tertinggal di pasar malam

Dimakan gadis kecil berambut merah muda

.

Salah bila aku mendengus kesal

Padahal malam ini begitu sakral

Ada rindu yang malah menjadikan ini amarah panjang

Bodoh sekali

 

Daw|Jogja, 31 Agustus 2017

Iklan

23 comments on “Rindu (Puisi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s