Bertemu di Jogja

IMG-20170727-WA0010

by Bang Ical

Holla readers ๐Ÿ™‚

Kali ini aku mau nyerita tentang kopdaran perdanaku sama salah satu teman di dunia per-wordpress-an ini. Awalnya aku ngira bakal kopdar perdana sama Bunda Ida (blogger fenomenal yang postingannya super bikin baper.hhhh) yang kadang pulang ke Cianjur. Dan ternyata kopdaran pertamaku sama Bang Afrizal, yang akrab disapa Bang Ical.

Aku lagi di Jogja, dan masih di Jogja sampai aku dapat jodoh. Hehehe sampai akhir agustus ding.

Bang Ical ini rumahnya dari Lombok, dan dia tanggal 28 Juli 2017 itu tiba di Jogja karena ada keperluan yang sangat luar biasa penting. :O

Oke langsung aja ke poin postingan ini. Jadi mumpung Bang Ical di Jogja, kita merencanakan ketemu, dan akhirnya ketemu di Km 0. Aku datangnya telat, soalnya naik Trans Jogja, lumayan ngirit gitu maksudnya. Selagi nunggu aku, Bang Ical berdua sama temannya jalan-jalan ke Keraton dan entah ke mana lagi. Nah pas aku udah sampai, aku nunggu 12 menit karena mereka lagi jalan kaki. Aku sempat lihat dua orang ngedorong gerobak, nyeberang jalanan luas Km 0, seorang bawa dua gerobak, betapa strongnya. #oke ini gak penting. Aku juga sempat ditanyai tukang becak. โ€œMbak lagi nunggu siapa?โ€ , owe kagetlah, aku jawablah โ€œlagi nunggu temen, pak. Heheโ€ lalu si bapaknya ber-oh. Mungkin si bapaknya mau nawarin naik becak. #inijugagakpenting. Km 0 sebenarnya sedang dalam perbaikan,tapi tetap ramai, Jogja juga masih hangat malam itu.

Akhirnyaa Bang Ical datang langsung menyapa โ€œBhangโ€ฆBhang..Bhangโ€ฆKak Au!โ€ Aku sedetik menerka. โ€œBang Icaaal.โ€ Lalu aku salim ๐Ÿ˜€ Bang Ical mengenalkan temannya, namanya Bang Alung, ternyata sehari sebelumnya Bang Alung sudah sempat menyapa ke blogku. Jadi bisa dibilang aku kopdaran sama dua blogger. Horeeee!

Bang Ical ini berperawakan gemuk, dan lebih tinggi dariku, wajahnya ramah sekali, mungkin dengan wajah itu Bang Ical kesulitan menghakimi orang. Tapi aku belum lihat sih gimana ekspresi Bang Ical kalau marah, apa mengerikan. Yhaa pokoknya Bang Ical ini super ramah.

Kita jalan kaki sedikit untuk mencari tempat duduk, dipilihlah wedang ronde, di sana ada tempat duduk lesehan, dan ini asik menurutku. Kita mulai ngobrol, dari sana aku tahu Bang Ical dan Bang Alung ini dulu satu tempat pesantren. Kemudian tiga mangkok kecil wedang ronde datang, ternyata wedang ronde ini kayak sekoteng, bedanya cuman di bulatan-bulatan candilnya itu.

Kemudian Bang Ical ngasih hadiah buatku. Novel dengan judul โ€œKeretaโ€ karyanya, aku seneng banget.

Tapi juga sedih, kenapa malah dikasih bukannya beli sendiri. Huhu. Kemudian aku langsung minta tanda tangan di buku itu.hehe terimakasih banyak Bang Ical. Bukunya sekarang lagi kubaca, dan aku suka sama Kim karena bikin baper. XD

Dia bawa dua buku, satunya buku dengan judul Teman Imaji karya Mutia Prawitasari, buku itu menurut cerita Bang Ical, buku pemberian Kak Ikha, salah satu blogger juga. Yuhu kak Ikha, semoga kita nanti bisa kopdaran ya ๐Ÿ™‚

Oya Bang Alung juga orangnya ramah, dan dia sudah 7 tahun di Jogja tapi belum pernah ke Menara Pantai Pandasari, dan justru baru tahu dari postingan di blogku ini. Hoalaaah.

Sebenarnya Bang Ical sudah posting tentang yang dia ceritakan malam itu, kalian bisa baca di siniโ€”Tentang Jogja, dan pas kopdaran itu aku malah belum baca postingan itu, ya tapi aku bisa langsung dengar dari orangnya langsung. Ntapp!

Banyak cerita kocak yang mereka ceritakan, mulai dari Bang Ical yang ngomongin tentang ngupil, lalu Bang Alung yang nyeritain awal mula suka sama wedang ronde itu karena pas waktu siang hari terik dari kejauhan minuman ini kayak cendol, pesenlah dia tapi kok yang datang malah panas, siang-siang minum yang panas. Ntapps! Tapi katanya dari sana dia suka wedang ronde. Bang Ical juga sudah menceritakan pengalaman kopdaran ini di blognya, dari sana kalian juga bisa tahu cerita lainnya.

Di sela obrolan Bang Ical menyarankan untuk aku menerbitkan buku secara indie, ginilah Audhina, keinginannya pengin punya buku tapi nulis enggak dilanjutin. Doakan saja supaya secepatnya punya buku, syukur-syukur terbit mayor. Ngoahaha mimpinya ketinggian.

Setelah ketiga mangkok wedang ronde itu habis. Kita langsung berfoto-foto, karena pengin juga untuk foto bertiga, Bang Ical nyari-nyari orang yang bisa bantu fotoin kita. Dan akhirnya ada seorang mas-mas pakai kacamata yang lagi menyusuri jalan sendirian, dia bersedia ngebantu kita. Hehehe

Bangย Ical, Aku, Bang Alung

Lalu kami pulang. Jadi awalnya aku mau pulang naik Trans Jogja, eh ternyata haltenya sudah tutup pukul setengah delapan tadi, akhirnya aku naik gojek.hhhhhh

Aku beruntung akhirnya bisa bertemu Bang Ical dan Bang Alung di Kota Jogja pula seperti menemukan Paman baru :D, terimakasih waktu yang sangat berharganya semoga bisa berjumpa lagiiiiii.

ย ๐Ÿ™‚ Cerita ini enggak runut sama sekali, see you next post readers ๐Ÿ™‚

kalau yang lain mah, bila kepalanya diusap berantakanlah hatinya, kalau ini berantaknlah kerudungku. XD…Sampai Jumpa lagi Paman ๐Ÿ™‚

 

Iklan

42 comments on “Bertemu di Jogja

  1. Haha…cerita balasannya ternyata, versi Audhina. Saya udah bca 2 postingan kalian. Keren bisa kopdaran.

    Saya sepertinya blh setuju kalau Ical itu pamanmu, wkwk..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s