Ramadhan 20 : Hari Peringatan Kematian Seorang Ayah yang Selama ini Ternyata Sangat Amat Dicintai Anak Perempuannya yang Lumayan Tangguh Untuk Tidak Menangis, Sesaat

DSC00202

 

/1/

Ada.

Ayah Terbang.

Ke Langit.

Malam tadi.

/2/

Tidak pernah ada wajah Ayah di mana-mana.

Mungkin bunga tidur itu belum tiba.

Mungkin saat sudah kangen-kangennya.

/3/

Dua tahun, hari-hari mengeras di dinding-dinding rumah.

Jarang ada tangisan di dalam ruang-ruang itu.

Mereka menyimpannya bukan di otak, tapi di hati.

 

Daw|Sukabumi,15.06.17

Iklan

Dia Cuma Lelah

boy-2205733_1920

pixabay.com|coyot |Juraj Varga

 

Aku mengenal seorang sebatang kara
Seperti bunga tulip di antara ketiadaan makna
Orang-orang tidak akan tahu seberapa sakit menjadi buronan rasa bersalah dunia
Apa betul “bahasa alam,bahasa ibu, mereka sama?”

Dia berjalan jauh dan terus berjalan, juga tidak peduli sesak di dadanya
Aku rasa dia bukan sebatang kara yang tidak kukenal
Dia punya banyak kawan yang jadi adiknya
Orang-orang tidak akan tahu seberapa sakit merindukan ibu sepanjang hidup

Suatu ketika dia berhenti berjalan, dan bergumam-gumam

“Aku bukan orang salah, cuma kalian yang begitu merasa bersalah, di ketiadaan ini
siapa yang mengalah?, bukan aku dan bukan juga adik-adikku, tidak masalah begitu lama aku hidup tanpa ibu
asal kalian tahu aku mengenal ibu lain yaitu iba, Segenggam iba yang begitu menguliti ketiadaanku ini.
Cuma kalian yang sering salah mengerti, aku cuma mau hidup biasa, kalian anggap saja aku punya ibu
dan juga seorang ayah yang masih hidup. Aku cuma begitu lelah, itu saja.”

Anggap saja dia begitu bahagia
Anggap saja dia begitu damai
Biarkan saja dia terus berjalan
Biarkan saja dia tetap berjalan

Sukabumi|Daw|25.05.17