Siapa yang Suruh Menunggu?

red-668969_1920.jpg

Kepada dirimu yang keras kepala,

Aku ingin tahu, mengapa seorang gadis seperti kamu duduk termangu begitu?. Ah…sayangnya kamu tidak bisa menggapai apapun sekarang, nanti, dan selamanya.  Sudah kukatakan, kamu tidak usah repot-repot menunggu, silakan pergi sekarang juga bila kau mau, aku telah kasihan bila lama-lama kamu di sini.

Mengapa seorang gadis seperti kamu mengharapkanku dengan keras kepala begitu?. Ah…kuberi tahu sekarang, sekarang ini dan selamanya aku tidak berencana menyukaimu atau bahkan mencintaimu.

Mengapa kamu menuntut begitu banyak dariku? Sedangkan aku tidak sedikitpun berniat menumbuhkan apapun di ladangmu?

Siapa yang menyuruhmu menungguku?

Dirimu sendiri ?

Aku tidak bermaksud menghinakan apapun yang kamu tawarkan, aku manusia tahu diri, segala yang kamu tawarkan mungkin saja semua hal yang telah kamu pertimbangkan lama-lama dengan kesungguhan.

Maafkan aku…

Kamu tidak perlu kasihan padaku

Pula…sungguhan tidak perlu untuk mepedulikanku

Hapus saja semua hal baik yang kamu bayang-bayang mengenai aku. Kamu hanya jatuh cinta kepada khayalanmu saja. Pikirkan dulu dirimu, mengapa begitu menyukaiku, tanpa tahu sebagianku? atau seluruhku?

Seluruhku adalah keikhlasan mencintai. Kau boleh ambil apa saja pelajaran patah hati dariku ini, dari aku laki-laki yang begitu seringnya mengeluhkan dunia ini.

Selamat malam, Aku belum pernah sedikitpun mencintaimu.

Iklan

12 comments on “Siapa yang Suruh Menunggu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s