Explore Sukabumi, Curug Cibereum, Selabintana 06 Januari 2017

Explore Sukabumi, Curug Cibereum, Selabintana 06 Januari 2017

Hai Readers 🙂

Apa kabar?, Selamat Tahun Baru 2017, ya? Ehehe telat ya ucapannya, iya gak papa kan?. Semoga di tahun baru ini, wishlist yang udah tertunda di tahun-tahun sebelumnya bisa kesampaian ya. Aamin. Tahun ini jangan bikin wishlist panjang-panjang, nanti kelelahan menuhinnya. Good Luck readers 🙂

Oke kali ini, gue bakal mengawali 2017 di Biru Pupus dengan postingan jalan-jalan alakadarnya ke salah satu air terjun di Sukabumi. Yap betul sekali, Curug Cibereum, Selabintana.

Ada yang ingat atau pernah baca postingan gue mengenai perjalanan gue yang ke Curug Cibereum, Cibodas? Kalau belum baca coba klik di sini. Jadi Curug Cibereum yang ada di Ciboadas dan Selabintana ini saudaraan, guys. Kata bapak-bapak penjaga tiket, bilang gini air terjunnya punggung-punggungan, gue enggak tahu itu bener apa enggak. Tapi fakta yang gue temuin berdasarkan perbandingan kedua Curug Cibereum berbeda tempat ini adalah Curug yang ada di Selabintana jauh lebih tinggi daripada Curug yang ada di Cibodas. Langsung aja gue ceritain perjalanan gue ke sana.

Kamis, 06 Januari 2017

Curug Cibereum, Selabintana ini juga berada di kawasan TNGGP (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango), lebih tepatnya Curug Cibereum berada tak jauh dari Pondok Halimun (tempat perkemahan).  Enam tahun yang lalu gue udah pernah ke sini, dan medannya emang amazing banget.  Kali ini gue ngetrip bareng adik gue, yap betul, ini adalah perjalanan pertama bareng itu bocah. Kita cuma bawa minum 3 botol, nasi sama ayam. Gue khawatir sih bawa nasi sama ayam, takutnya nasinya habis dimakan ayam #krik..krik..krik

Pukul 09.00 WIB kita menuju ke Pondok Halimun, enggak terlalu lama dari pusat kota. Jalannya juga mudah, tinggal lurus aja ke arah Selabintana, lalu belok ke arah Pondok Halimun, sampai mentok jalannya, ya gitulah pokoknya, kalian bisa cari tahu lokasi tepatnya di google maps.

DSC04738.JPG

Masuk ke sana di tarik uang Rp 8000/1 motor beda lagi kalau jalan kaki dari gerbang ke pintu masuk menuju tracking Curug Cibereum Cuma Rp 3000/orang, tapi ya jauh guys, mending pakai kendaraan, dari gerbang masuk ini, masih jauh lagi ke tempat parkir kendaraan. Harus melewati perkebunan teh yang luas dulu.

Sampai di parkiran motor, gue masrahin motor dulu ke bapak-bapak penjaganya, enggak berlama-lama, kita langsung memulai perjalanan yang cuma berdua doang ini. Jadi sebenarnya sudah ada gerbang resmi penarikan uang tiket masuk, arahnya ke kiri, tapi gue ngebawa adik gue buat pakai jalan kanan, toh sama aja, nanti di pos satu juga ada orang yang narik tiket juga. Jarak ke Curug Cibereum dari area parkir adalah 2 Km lebih.

dsc04739

Kalau lewat kanan, kita bisa nemuin tempat lapang yang bisa di pakai tempat kemah, setelah melalui tempat lapang ini jalanan yang di tempuh memang ngeri sih, jalanannya rimbun, dan bisa bikin kesasar, Kita dua kali salah belok, soalnya jalanannya kecil, dan lumayan tertutup semak-semak, sempat gue mau narik adik gue buat balik ke tempat asal buat jalan ke tempat resmi itu, tapi enggak jadi, soalnya gue berkeyakinan, ini jalan udah benar, soalnya enam tahun yang lalu gue sama temen-temen SMP gue juga lewat sana, asli seram, tapi enggak lama dari sana, kita juga ketemu jalanan yang resmi kok, batu-batuan yang tersusun rapih menuntun kita menuju ke Curug Cibereum. Yap dari sana jalanan nanjak terus, bikin frustasi yang jarang olah raga. Adik gue untungnya anak pramuka teladan yang enggak manja, jadi enggak ngerepotin, malah gue yang sering minta berhenti dan minum sebentar. BTW kalian jangan ikut-ikutan lewat jalanan mengerikan itu ya, ya tapi kalian bisa menikmati lapangan luas sih, tapi jangan ya.

Setengah jam lebih perjalanan nanjak terus akhirnya kita sampai di pos satu ketinggian 1320 mdpl, di sana di tanyain, udah bayar tiket belum di bawah. Kalau belum belum berarti mesti bayar di sana.

dsc04754

Harga tiketnya Rp 16.000/satu orang. Gue biasanya foto tiket di sana, tapi lupa, ini gue fotoin tiketnya baru aja.

dsc04899

Oya di pos ini, kita bisa nemuin sinyal, kata bapak penjaga pos, di pos ini emang ada sinyal, tapi ke atas lagi bakal susah sinyal.

Di pos ini, kita agak lama berhentinya, soalnya lelah banget, di tambah lihat tanjakan berikutnya tambah lemas. Huahaha. Kalau dibandingin perjalanan gue ke beberapa Curug lainnya, kayak gini

Curug Sawer < Curug Cibereum, Cibodas < Curug Cibereum, Selabintana

Curug Cibereum, Selabintana emang yang paling mantap dari yang lain, sejauh ini.

Okay sekitar 10 menit berhenti, akhirnya kita memutuskan buat segera melanjutkan perjalanan,

dsc04756

Beberapa kali berhenti, kita berhenti di bukan pos bayangan, tapi duduk aja ngedeprok di jalan, soalnya capek, adik gue sempat kegigit pacet tapi enggak kenapa-napa, pacetnya lansung bisa lepas. Jadi kalau mau ke Curug gini,bagusnya pakai sepatu plus kaos kaki panjang guys, pacet mengintai soalnya. Hehe

dsc04751

Jalanan masih nanjak terus, ngarep banget ada turunan, atau jalanan datar. Dan benar aja, jalanan datar sama jalanan turun itu ada sekitar 500 meter sebelum Curug Cibereum.

Kalau kaki dipakai nanjak terus kemudian tiba-tiba dipakai jalanan turunan, lututnya jadi lemas, dan patut waspada.

dsc04760

Nah Curug Cibereum, Selabintana ini memang lucu banget, sebelum benar-benar sampai ke sana, kita harus melalui tanjakan yang beneran beda dari sebelum-sebelumnya, ada air yang bikin licin batu-batunya, jadi harus memastikan pijakan kita yang benar, jadi asik semacam ujian sebelum hadiah.

Yap akhirnya sampai juga. Dan betulan indah banget Curug ini. Curug Cibereum memiliki ketinggian 60 meter. Destinasi yang enggak jauh dari pusat kota tapi emang perlu perjuangan sedikit (what dikit?) ini, wajib kalian kunjungi kalau kalian di Sukabumi.

c1fdzngukaieplx

Di sana belum banyak orang, sekitar pukul 10.30 WIB, Kita memutuskan buat duduk dulu di salah satu batu besar, lalu foto-foto, dan diam menikmati jatuhnya air dari atas Curug itu enggak bosan-bosan,  kemudian kita menepi dulu ke tempat duduk semen yang ada payonnya, kita makan bekal dari rumah dulu.

DSC04817.JPG

Nah sehabis makan, kita buka sepatu buat nyeburin diri ke air mengalir di bawah Curug, dan asli dinginnya itu beda, lebih dingin ketimbang Curug yang lainnya, entah perasaan aja atau beneran.

Puas main air, ada tukang bakso kulub yang akhirnya datang jualan di sana, kita beli 10.000 dapat empat biji bakso, dan lumayan enak, pas kita makan bakso orang-orang berdatangan, Curug semakin ramai, meski enggak seramai Curug Cibereum, Cibodas.

DSC04850.JPG

Pukul 12.00 WIB kita akhirnya memutuskan buat pulang. Meski sebenarnya masih pengin lama-lama di sana, padahal udah mulai ramai orang, tapi harus cepat-cepat pulang, di sana enggak ada tempat buat sholat, adanya cuma toilet yang enggak jauh dari air terjun, dan tempatnya bersih, airnya melimpah. hehehe Yap kita pulang, dan perjalanan lebih mudah daripada keberangkatan.

img_20170105_115531

Gue kasih tahu rahasia, kalian tahu kan tadi gue bilang, gue pernah ke sini 6 tahun yang lalu, itu pas gue lulus SMP, dan merayakan kelulusan ke Curug ini, dan sebelum tracking sejak awal salah satu dari rombongan gue bawa pilok, emang sengaja buat coret-coret baju, nanti pas sampai Curug. Iya tindakan yang sangat buruk. Tapi gue enggak ikutan, nah sebelum menemukan tanah lapang rumput hijau itu, ada beberapa bangunan warung, nah pas waktu itu si Kharisma bikin tulisan gede-gede pakai pilok, tulisannya D’Angela Kids 14.06.10,

yap dan hari itu pas gue turun, gue masih menemukan tulisan itu. Nah anehnya tulisan itu, enggak kebaca pas berangkat, dan malah adik gue yang ngeuh sama tulisan itu, katanya gini “Ini Apa?” Soalnya pas malam gue nyeritain kejadian itu ke dia sama Ibu sama nenek. Huahaha, gue seneng banget masih bisa nemuin itu tulisan. Dan kalian tahu tindakan vandalisme tidak boleh dilakukan di manapun itu, maklumi ya waktu itu geng SMP gue masih piyik-piyik. :D. Ohiya, petugas waktu itu berhasil menyita salah satu pilok kita kok, ehehehe meski tetap coret-coret pakai 3 pilok lainnya yang enggak kesita. Pokoknya jangan ditiru ya.

Ini perjalanan pertama bareng adik, gue acungi jempol buat dia, soalnya dia beneran kuat, dan enggak manja. Curug Cibereum, Selabintana lebih punya kesan mendalam, entah kenapa. Mungkin gue lagi frustasi, dan menemukan hiburan.

Kalian ingat kan, tadi gue sempat sebut perkebunan teh, yap, kita emang memutuskan buat foto di sana sepulang dari Curug, enggak lama sih, soalnya badan udah lelah.

dsc04888

Oke guys. Semoga kalian kepincut sama postingan ini, dan berniat mengunjungi Sukabumi. Dan masih banyak tempat lain yang belum gue kunjungi di Sukabumi. Terimakasih sudah mau-maunya baca 🙂 See you next post.

Iklan

23 comments on “Explore Sukabumi, Curug Cibereum, Selabintana 06 Januari 2017

  1. Gue sebenernya naksir sama curug, cuma ya kaya yang lo bilang kebanyakan curug itu dingin. Klo dingin kan jadi males mandi. Hahaha
    Tapi ini curug cibereum dingin banget keknya, dari foto aja udah berasa dinginnta Mba Dhin.

    • 😂loe kayaknya makhluk pantai deh, tapi kali-kali lah ke hutan nyari curug.😆dingin banget bener kata loe. kalau ke pantai mulu nanti bisa gosong, do.
      .
      ehiya,
      gue masih bingung manggil loe bang edo apa edo doang. tuaan siapa sih ini sebenernya?(*゚▽゚)ノ

      • Merasa nyi roro gue dibilang makluk pantai. Gue males tempat dingin mba, sinus hahaa. Jgn sampe gosong dong mba, apinya kecil aja. Wkwk
        Gue baru 24 mba, klo muka sih kita sama-sama setuju gue yg mudaan yak. Wkwk *pemaksaan.

      • iya abisnya kebanyakan yang di post travellingnya ke pantai, sih. pantai bengkulu mah bukan nyi roro kidul kan penjaganya. siapa penjaga di sana? loe kan, bang?😂.
        .
        owalah punya sinus. bisa bahaya kalau kumat di curug. gak bakal asik.
        .
        😆mendadak ngebayangin matahari itu bisa dikecilin panasnya.
        .
        😅ya Allah.
        maapin aku ya bang edo. kadang aku suka tengil.(*゚ー゚)v
        aku 20, bang. jangan panggil.gue Mbak.←_←
        panggil Au aja kayak bang ical, kak arin, bang fadel, dan lainnya.😆

      • Ga ens bgt kayanya julukannya penjaga pantai wakakak
        Iya kan mba? gue mager aja klo uda kambuh ini sinus.
        Hahhaa gapapa kali mba Dhin, ga terlalu jauh ini umurnya. Hehe gue manggil Dhina aja boleh? Biar beda sendiri aja *padahal udah kebiasaan manggil ‘mba dhin’* :p

      • iya enggak lucu kan niatnya liburan eh kambuh sinus. moga suatu saat bisa main ke tempat yang dingin ya, bang. goodluck.
        .
        -_-|| beda 4 taoon, jauh kali, bang.
        nah gitu. panggil Dhina aja.
        \( ö )/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s