Sudah Baca Berapa Buku Tahun ini?

Holla readers…

Kali ini gue bakal sharing tentang buku-buku apa aja sih yang gue baca di tahun 2016 ini, tapi yakinlah setelah dipikir-pikir harusnya gue bukan cuma baca novel, buku kumpulan cerpen, buku kumpulan puisi doang.

Kata Mas Wahyu(sepupu gue), kalau mau tulisannya berkembang juga harus mau baca buku-buku sosial. katanya begini “Novel-kan sebuah karya pemikiran, dek!” , terus lanjutnya “penulis-penulis novel yang terkenal itu juga kan enggak melulu novel yang dibacanya.”

Waktu ke Gramedia Karawang Mas Wahyu nawarin Mandilog-Tan Malaka, belum apa-apa gue udah pesimis bakal ngantuk bacanya, lain kali ajalah belinya. Jadi wishlist gue di tahun ini banyak yang enggak kesampaian, gue udah lama mimpi jadi novelis XD. Tapi tahu sendirilah ya, tulisan aja masih acak kadut begini. Untuk mengobati kepahitan susahnya jadi penulis, gue memilih buat banyak baca, meski tahun ini gue khilaf, baru mulai baca buku pas bulan Februari. Yok gue mulai aja apa aja sih buku yang gue baca, mudah-mudahan masih ingat.

  • Tere Liye-Dikatakan Atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta

Februari 2016 –Buku ini gue baca di handphone melalui aplikasi yang namanya i-Jakarta.  Gue tahu aplikasi ini dari sahabat gue, si Ida Ayu Zahrotun Na’im. Gue udah sejak 2015 baca di i-Jakarta (kadang suka baca di sini), kebetulan gue inget bahwa di 2016 belum baca buku sama sekali selain buku-buku pelajaran ToT, i-Jakarta menyelamatkan gue dari kemalasan baca.

Kenapa gue pilih buku ini buat gue pinjam?, sebab gue penasaran, waktu itu lagi panas banget, pro kontra mengenai buku kumpulan puisi Tere Liye ini, buku ini  memang laku keras tetapi banyak dinyinyirin

  • Melihat Api Bekerja- M. Aan Mansyur

Maret 2016- buku kumpulan puisi ini juga gue pinjam di i-Jakarta. Waktu itu, buku ini adalah bahan nyinyirin kumpulan puisinya Tere Liye. Jadi kedua buku kumpulan puisi tersebut diperbandingkan satu sama lain.

  • 1 Perempuan dan 14 Laki-Laki –Djenar Maesa Ayu

chmzixuuuaax0iu

Mei 2016 , Jadi selama gue kuliah, gue belum pernah ngegunain kartu perpustakaan gue buat meminjam buku, dodol banget, dan rugi banget nggak tuh?, nah permulaan peminjaman buku gue di Perputakaan kampus adalah buku kumpulan cerpen kolaborasi Djenar Maesa Ayu bersama 14 laki-laki penulis.

Hu um….Djenar Maesa Ayu memang genrenya vulgar, yang belum 17 tahun baiknya jangan baca.

Ada yang nanya nggak?, itu kenapa foto bukunya ada Cantik Itu Luka-Eka Kurniawan?, baiklah gue jawab XD. #padahalenggakadayangnanya

Gue minjam 2 buku itu bersamaan, dan tahu sendiri, dalam seminggu buku itu harus udah balik lagi ke Perpustakaan, dan gue enggak sempat nyelesaiin Cantik Itu Luka-Eka Kurniawan, hehe sebenarnya bisa diperpanjang lagi, tapi waktu itu entah kenapa enggak gue perpanjang lagi peminjaman Cantik Itu Luka-Eka Kurniawan. Padahal gue lagi penasaran sama Eka Kurniawan, lha wong Eka Kurniawan masuk nominasi Man Booker Prize 2016 dengan bukunya yang berjudul Lelaki Harimau.

  • Menggali Sumur dengan Ujung Jarum

cjj5sxmuuaaat4s

Mei 2016, gue minjam buku kumpulan cerpen para maestro sastra dunia ini dari perpustakaan kampus. Gue akui ini bacaan berat pertama di 2016 gue. XD

 

 

 

 

 

 

 

  • Koala Kumal-Raditya Dika

ckrdfryveaabrir

Juni 2016, lagi-lagi gue minjam novel ini dari Perpustakaan kampus. Kenapa gue minjam buku ini?, soalnya gue lagi butuh ketawa, dan Alhamdulillah gue bisa ketawa. Selain itu, juga karena novel ini difilmkan. Dan gue enggak nonton filmnya

—.—v

  • Sang Alkemis- Paulo Coelho

Juli-2016, Gue baca buku ini di ebook yang gue dapatkan di
internet secara gratis, mudah-mudahan legal, kalau tidak legal, saya mohon maaf karena saya sudah sangat kebelet ingin baca buku ini.

“Saat seseorang menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta akan bersatu membantumu meraihnya.” ― Paulo Coelho, The Alchemist – Sang Alkemis.

  • Pulang-Tere Liye

ckvkwb5vaaer4k4

Juli 2016, iya iya gue minjam lagi novel dari perpus kampus, baguskan? Kartu perpustakaan gue enggak bakal sia-sia.

Salah banget gue baca novel ini, ketika lagi kangen banget sama seseorang #eaaa. Padahal mah enggak ada hubungannya, novel ini tebal, dan Alhamdulillah gue bisa nyelesaiin dalam seminggu, maklum sibuk.

Omong-omong, gue di sini cuma mau ngasih tahu aja apa yang gue udah baca, gue enggak bisa bikin resensinya, maafkan 🙂

  • Raden Mandasia-Yusi Avianto Parenoman

img_20160727_130956

Juli-2016 Gue beli buku ini, yeaayy akhirnya audhi enggak minjam. Hahaha

Buku ini mondar-mandir melulu di timeline, Bernard Batubara, Dea Anugrah, dll yang sudah baca dan  meresensi novel ini bikin gue ngiler pengin beli. Dan gue enggak menyesal baca buku ini, ceritanya sangat……seperti kata Sungu Lembu pas makan masakan Raden Mandasia…LUHUR. Banyak bagian yang vulgar, tapi itu semua demi keutuhan cerita, dan malah jadi kaya rasa.

  • Dilan 1990-Pidi Baiq

Gue lupa, bulan apa gue baca buku ini, yang jelas tahun ini kok. Dan gue asli jatuh cinta sama Dilan langsung. Sebenarnya telat tapi tidak ada kata terlambat untuk mencintai. Hoahaha, gila kali ya?

  • Kisah Sang Penandai-Tere Liye

Juli 2016, buku ini gue dapat di internet, ebook gratis, maaf kalau ilegal. Indonesia sebenarnya darurat buku murah XD, biar pembaca kere seperti saya enggak baca e book ilegal.

  • Di bawah Lindungan Ka’bah- Buya Hamka

Juli 2016, gue baca dari e book yang gue dapat di internet.

  • Burung Terbang di Kelam Malam-Arafat Nur

csj48zbviaaho6g

September 2016, lagi-lagi audhina minjam buku di Perpus kampus XD. Kenapa gue pinjam buku ini?, gue penasaran sama Arafat Nur salah satu pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2010 atas Novelnya yang berjudul Lampuki.

Di Novel ini Arafat Nur seperti menyisipkan curahan hatinya sebagai penulis novel.

  • Nyanyian Akar Rumput- Wiji Thukul

September 2016, gue meminjam buku kumpulan puisi ini di i-Jakarta. Kalau dipikir-pikir gue baru sadar, gue ternyata udah minjam buku lumayan banyak, entah di perpustakaan maupun di i-jakarta.

Di dalam buku kumpulan puisi Wiji Thukul yang seorang sastrawan dan aktivis HAM menyadarkan bahwa keadaan dulu sama sekarang masih sama saja, Pemerintahan pada masa itu juga tak ubahnya Pemerintah masa kini, buruh-buruh pabrik yang tersiksa dan banyak hal yang terangkum apik dalam buku kumpulan puisi ini.

  • The Not-So-Amazing Life of @aMrazing- Alexander Thian

cunxq2uxgaepu0a

Oktober 2016, gue beli buku ini dari obralan murah. Buku ini udah lama banget padahal, dan gue baru baca, sunguuuuh terlalu.

  • Dilan 1991-Pidi Baiq

ct1ea9ruaaqzlgs

Oktober 2016, buku ini gue pinjam dari Perpus Kampus. Dan kecintaanku pada Dilan semakin mendalam setelah baca ini. Hmmmm jadi audhina adalah orang kurang update sedunia mungkin ya, Milea-Suara Dilan(lanjutan novel ini udah terbit dan gue baru baca yang ini?), bodo amat. Tulisan bagus akan tetap bagus setelat apapun pembaca membacanya.

  • Istanbul-Orhan Pamuk

dsc04346

November 2016, gue beli buku ini sudah lama, dan novel ini belum juga selesai kubaca, stuck di halaman 150.

  • Rindu-Tere Liye

img_20161126_223110

November 2016, gue pinjam novel ini di perpus kampus, hehe. sepertinya gue ngefans Tere Liye? iya enggak?. enggak tahu juga sih :D. Novel ini bikin gue kangen seseorang.

“Lepaskanlah. Maka besok lusa, jika dia cinta sejatimu, dia pasti akan kembali dengan cara mengagumkan. Ada saja takdir hebat yang tercipta untuk kita. Jika dia tidak kembali, maka sederhana jadinya, itu bukan cinta sejatimu. Hei, kisah-kisah cinta di dalam buku itu, di dongeng-dongeng cinta, atau hikayat orang tua, itu semua ada penulisnya.
Tetapi kisah cinta kau, siapa penulisnya? Allah. Penulisnya adalah pemilik cerita paling sempurna di muka bumi. Tidakkah sedikit saja kau mau meyakini bahwa kisah kau pastilah yang terbaik yang dituliskan.”
― Tere Liye-Rindu

  • Pramoedya Ananta Toer dari Dekat Sekali: Catatan Pribadi Koesalah Soebagyo Toer

Desember 2016, selain perpustakaan kampus, gue juga punya kartu keanggotaan Perpustakaan Kota Sukabumi, dan baru saat itu buku biografi yang gue pinjam dari sana, soalnya biasanya minjam buku pendukung perkuliahan.

  • Gergasi-Danarto

czon_stukaa4kal

Desember 2016, Buku kumpulan cerpen ini benar-benar membuat pergi ke dunia entah apa itu. Gue tulisin deh blurb buku ini

“Cerpen-cerpen Danarto bisa bermula dari kehidpan sehari-hari, lalu tersesat di dunia entah yang tidak dikenali. Ia membawa kita menjelajah dunia yang tak nyata. Nikmatilah kumpulan cerpennya yang memberi warna baru dalam khazanah sastra ini.”

Gue dapat buku ini dari menang kuis puisi di twitternya pak edi (divapress), baru kali ini gue ngerasain menang kuis, senang rasanya, yang penasaran sama puisinya klik di sini

  • Mawar Hitam-Candra Malik

dsc04662

Desember 2016, Buku ini dibeliin Mas Wahyu. Buku kumpulan cerpen ini masih gue baca saat ini, harus perlahan buat menikmati kata demi kata yang terangkai di buku ini.

“Candra Malik adalah sastrawan sufi. Karena itu, barang siapa membaca buku Mawar Hitam, perlu merenung, bukan sekadar membaca”-Budi Darmawan (sastrawan)

 🙂

Naaah itu buku-buku yang sudah gue baca,dan ternyata sedikit ya?, iya dikit banget ToT, di 2017 nanti gue bakal lebih banyak lagi baca buku.

Pengalaman baca gue ini cukup menarik bukan?, sebenarnya enggak ada alasan buat enggak baca, buku tersedia di mana-mana, pastilah di kota kalian masing-masing juga ada perpustakaan, manfaatkanlah.

Di tahun 2016 ini, gue masih juga belum punya penulis favorit, buku siapa aja yang penting bagus, gue baca.

 🙂

Kata Fajar Nugros di salah satu twitnya bilang gini,

“Sebenarnya ya, buku bukanlah trofi. Selesai membaca, kau mestinya memberikannya pada orang lain. Bukan malah dipajang.”

Gitu aja postingan kali ini, sampai jumpa di 2017 :). Ini adalah postingan terakhir Biru Pupus di 2016. Semoga di tahun baru 2017, kita bisa jadi pribadi yang lebih hebat, semoga cita-cita kita tercapai di 2017 :).Aamin

Iklan

30 comments on “Sudah Baca Berapa Buku Tahun ini?

  1. Saya belum baca satupun buku diatas wkwk…. Sama mbak, tahun 2016 sedikit juga saya bacanya. Tapi nggak mau ngoyoh buat nambah bacaan tahun 2017. Biar alami saja.

  2. Ada sekitar 7 buku tere liye yg aku beli dan 2 buku dilan, sisanya 3 novel tere liye pinjaman, dan ebook gratis yg bertebaran d dumay, spertinya kita sama Audhi, pembaca kere yg haus gratisan ahahah 😂

  3. Saya juga ada Madilog, tapi masih jadi pajangan sampe sekarang. Saya juga seringnya pinjem dari perpus, dan baca ebook bajakan, dan ga ngerasa dosa, hehe

    • segitu tergolong sedikit, kak. kalau nengok orang lain, ada bahkan setahun ini 700 an buku.⊙_⊙ seginimah butiran debu, kak. ngoahahah
      .
      ayoooh kak, harus baca bnyak buku. yeaaah.(*゚▽゚)ノ

  4. Sebentar… Itu banyak banget 😂
    Yah untuk ukuran pemalas gini mungkin itu jumlah buku yang udah dibaca selama 5 tahun haha.
    Sang Alkemis bagus. Banyak bagian lebay sih, tapi momen2 di buku itu semuanya membenak karena diceritakan sangat baik. Paling suka pas dia kerja di toko peralatan kaca itu ✨

    • iya untuk ukuran pemalas ini bisa disebut banyak.😂astaga, ini ngejek ya, bang?
      .
      itu part keren. prlajaran berharga disetiap part. tapi taulah part kesukaan cewek. yang pas disebuah desa ditengah padang pasir itu.😂Maktub.

      • Aih, maksud pemalas di situ Semut Hitam dhin wkwk. Ini bukan sarkas lagi kok. Ya kali kamu selama 5 tahun cuma baca segitu banyak -,-

        Maktub

      • haduh aku beneran gak bisa bedain mana sarkas, mana bukan dari banh fadel. ada kitab mempelajari sarkas dan tidak sarkas nggak ya.
        ┐(´д`)┌.
        .
        iya.Maktub
        rangkuman dari buku itu bisa cuma sekata. Maktub.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s