Tidur (Puisi)

c360_2015-06-05-06-02-54-587

Tak ada yang hilang kecuali kamu

Tak ada yang tinggal kecuali mimpiku

Di batas timbunan mimpi dan nyata,di mana kamu?

Aku kehilangan kantukku, mungkin esok aku akan kesiangan merindukanmu.

Kupikir kau pingsan, dengan harapan akan tersadar

Ternyata kau tidur panjang, pura-pura

Dan menjauh dariku.

Aku pamit ingin bersatu dengan malam, juga menjauh darimu

Selamat malam

Daw| Sukabumi, 18 November 2016

Iklan

15 comments on “Tidur (Puisi)

  1. Eaa gue ikut terhanyut dalam puisinya, aku pun takut kesiangan merindukannya~ eaaaak
    Dan juga membuat gue ingin bernyanyu “Selamat malaam duhaai kekasiih.” πŸ—£πŸŽ΅ *cempreng-cempreng basah* *basah ngomong muncrat*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s