Berolahraga di Taman Kota Lapang Merdeka-Sukabumi

DSC04114.JPG

Hallo readers 🙂

Kali ini gue mau review mengenai tempat yang lumayan nyaman di daerah Kota Sukabumi, berhubung ini hari minggu, dan memang waktu yang tepat untuk olah raga, gue mau ngasih review tentang tempat yang enak buat olahraga di sini.

Yap, Lapangan Merdeka…

Dahulu kala sebelum pergantian Walikota (gue kagak tau nama Walkotnya), Lapangan Merdeka adalah pasar dadakan, iya beneran pasar dadakan, pas zaman gue SMP (tahun 2009), kalau mau olahraga suka nggak jadi, malah jajan jadinya.

Yang namanya tanah kosong itu enggak ada, orang-orang mau olahraga juga kagak bisa, yaiyalah orang lapangannya dipakai dagang.hhhhhhh

Setelah pergantian Walikota yang baru yaitu Pak Muraz dan Wakilnya Pak Fahmi, Sukabumi mulai bertransformasi, ya walau enggak sehebat Bandung ToT, plis jangan bandingin Sukabumi sama Bandung, da apa atuh Sukabumi mah.

Gue seneng Lapangan Merdeka sudah beralih fungsi kesemula lagi, tempat di mana warga Sukabumi bisa olahraga.

Langsung aja deh gue ceritain ya

Sesungguhnya hari minggu tanggal 09 Oktober 2016, kuliah diliburkan oleh prodi gue, sebab ada suatu alasan yang enggak bisa gue tulis di sini, gue ngajak anak-anak buat lari pagi dan total yang mau ikut pas malem itu 4 orang, ehh pas paginya, jadi cuma dua orang :O, yoweslah, gue udah lama banget nih gak lari pagi, pagi jam 06.30 WIB, gue meluncur ke mess-nya teh Siti, gue parkirin motor di sana (biar gratis), soalnya lokasi messnya sangat amat deket sama Lapangan Merdeka, ho’oh, dekeeeeet banget.

Kita langsung jalan kaki sebentar dari mess ke lokasi, dan kita enggak pemanasan dulu, langsung lari 2 keliling, langsung ngos-ngosan. Gue minta istirahat duduk di pinggiran lapangan, tempat duduknya luas, loe mau duduk di manapun terserah, tapi berhubung pas malem hujan, itu tempat duduk kotor, tapi tetap nyaman kok(pilih-pilih aja yang enggak basah)

Gue presentasekan bahwa kegiatan gue di sana adalah 30% lari, 20% ngelamun, 30% selfie, 20% diem.

Karena malam harinya Sukabumi hujan, meski bukan hujan besar, tapi cukup bikin becek beberapa spot di Lapangan Merdeka, oya kalau soal sampah, meski udah disediain tempat sampah, tetep aja ya manusia mah ada yang bebal, sampah-sampah kecil masih suka kelihatan, Ya namanya juga tempat umum, ada nyamannya dan gak nyamannya.

Ternyata minat lari orang-orang Sukabumi besar juga, soalnya trek larinya bisa padat gitu, di tengah lapang ada yang main sepeda, main bulutangkis, senam, selfie, pacaran, dan tiduran.

DSC04153.JPG

Setelah lari 5 keliling putaran, kita memutuskan buat gabung sama ibu-ibu senam. Tau nggak? pemandunya cantik dan badannya keren abis, dan senam itu asik banget ternyata.

Senam kayak gini, diadakan di beberapa titik kalau hari minggu, di Lapangan Merdeka, di depan kantor walikota, dan di depan supermarket (superindo sukaraja, giant sukaraja), dan lapangan secapa polri. Oya soal lapangan scapa polri, sebenarnya lebih nyaman dari Lapangan Merdeka, tapi gue jarang ke sana.

Kita cuma ikut senam sebentar, setelah senam dengan diiringi lagu Siti Badriah-Terong Dicabein kelar, kita duduk  dan selfie :O. zaman kekinian ya emang begini dah.

Di sekeliling Lapangan Merdeka, tersedia taman-taman kecil, itu bagus, ada juga satu spot keren namanya Taman Urang, di sana ada free wifi, ada ayunan, ada pendopo juga, bagus buat nongkrong-nongkrong cakep.

Setelah puas dengan segala ritual “lari pagi”, kita kelaparan, memutuskan buat cari bubur ayam. Dan bubur ayam di daerah sini mahal, Rp 10.000, hehe maklum gue seringnya makan bubur di deket rumah atau deket apotek harganya Rp 5000, porsinya sama.

Bubur paling mahal di Sukabumi adalah Bubur Bunut kira-kira Rp 30.000-an . (Sttt gue belum pernah nyobain, padahal udah 9 tahun di sini)

Kayaknya gitu aja cerita dari Kota “kecil” Sukabumi tercinta gue ini, pokoknya gaya olahraga gue jangan ditiru ya, kalau bisa ya 80% olahraga, 10% selfie, 10% istirahat :D.

Jangan lupa bahagia 🙂

Iklan

10 comments on “Berolahraga di Taman Kota Lapang Merdeka-Sukabumi

  1. Saya nyobain main ke Sukabumi (kota) dan bingung sampai disana mau kemana. Ke Sela Bintana ternyata biasa aja.
    Bubur bunut juga standar aja sih. Mau nonton bioskop ternyata ga ada
    Harusnya saya minta rekomendasi orang Sukabumi (kamu) aja yak.

  2. Iya emang untung lapdek dibalikin ke fungsinya yang semula. Biasa ada ruang publik buat berinteraksi plus olahraga. Secapa kejauhan plus sering dipake latian. Kurang pas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s