Tentang Nenek yang Kupanggil Mamak

Mamakku ini orang hebat kedua setelah Mbah Kakung, meski tanpa belahan jiwanya sekarang ini Mamak tetap saja riang, tiap kali aku bilang “Diam saja, Mak, ini tugasku.” Maksudnya biar Mamak istirahat, tapi katanya “Bosan diam terus.”

Yasudah apa mau dikata, yang penting sehat jiwa raganya. Mamak sekarang tinggal bersama kami di Sukabumi. Dan ketikaku selama seminggu mengeluh lemas dan sempoyongan, Dia berkomplotan dengan Ibukku bikin jamu dari daun pepaya, katanya biar aku nafsu makan, aku geleng-geleng saja. Setelah ditaya lagi, ternyata di segelas jamu yang hijau pekat itu sudah dicampuri air kunyit dan madu, tapi tetap saja aku bergidik mau minumnya juga :D, aku cengengesan. Lalu setelah diam 5 menit memegang gelas berisi penuh jamu itu akhirnya tandas juga dengan lancar masuk ke tubuhku, meski aku langsung lari terbirit-birit ke dapur, nyari air putih, walau ada madu tetap saja pahit.

IMG_20151011_061009

Mungkin sugesti, aku jadi nafsu makan.XD

Tentang Nenek yang Kupanggil Mamak

Ya sejak kecil aku tinggal terpisah dengan ibuk, bapak, dan adik perempuanku di Sukabumi.

Aku dibesarkan di Yogyakarta oleh Mamak dan Mbah Kakung sampai lulus SD, ya itulah menapa aku panggil Nenekku dengan sebutan Mamak, dia sosok Ibu bagiku.

Khawatirnya melebihi Ibuku

Bawelnya melebihi Ibuku

Sayang Mamak.

Iklan

9 comments on “Tentang Nenek yang Kupanggil Mamak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s