Perihal Cara Makan Bubur

Hallo Readers, gue lagi pengen nyampah nih. Sebenar-benarnya tulisan ini udah lama didiamkan dikepala, dan baru inget lagi tadi pagi pas lagi sarapan bubur.

Ternyata kebiasaan orang-orang beda-beda dari item di buburnya (do and don’tnya)

Misalnya gue pribadi, bubur jangan pakai seledri, sambel dan kacang, bubur gue kecapnya harus banyak sampai manisnya kerasa lidah, kerupuk enggak pernah absen.

Lalu si Mega(teman kerja), dia ini paling enggak suka daun bawang tapi suka air daun bawangnya, dia anti mecin (MSG), dan kecapnya jangan banyak-banyak.

Kalau Ibuk, buburnya anti sambel sama kacang, yang lainnya oke-oke aja.

Kalau temen waktu SMK, Resni namanya. Dia ini phobia nasi, gue sempet nanya, gimana kalau bubur, phobia nggak?, katanya enggak masalah makan bubur asal dikecapin sampai enggak kelihatan itu bubur asalnya dari beras(cikal bakal nasi).

Mungkin di antara kalian yang baca postingan ini juga ada do and don’t buat buburnya juga.

Garis besar dari postingan ini adalah cara makan buburnya,

Nah cara makan buburnya nih yang bikin gue kepikiran buat bikin tulisan ini, jadi si Mega ini kalau makan bubur, enggak pernah di aduk dulu, enggak kayak khalayak umum, ya gue penganut makan bubur diaduk dululah, biar rata rasanya.

Gue tanya ke dia, emang enak, Ga?

“Enak-enak aja kok, Teh.”lalu nyengir.

IMG_20151025_081715

Buburnya Mega, enggak perlu diaduk langsung santap 😀

C360_2015-09-09-07-04-44-724

Bubur punyaku 😀

 

Ternyata enggak cuma si Mega aja yang doyan makan bubur enggak di aduk dulu, Mbah Wiji(Mbah Buyut) juga anti banget buat ngaduk bubur, dia bahkan muntah kalau lihat orang makan bubur diaduk-aduk dulu, katanya kayak makanan “kirik”, lantas muntah-muntah.

Kenapa sih selera orang berbeda-beda?

Selera bisa berubah-ubah juga?

Gue dulu enggak masalah ada kacang di bubur gue, tapi sekarang enggak pernah ada kacang di bubur gue. Kecepatan makan gue itu leletnya minta ampun, orang-orang sekitar gue bilang itu penyebab gue susah gemuk, hahaha. Jadi kalau bubur ada kacangnya, itu ngunyahnya kelamaan, gue bisa telat ngapa-ngapain. Udah lelet makan, belum nyelesaiin ngunyah kacangnya, telat sudaaahhhh.

Terlepas dari perbedaan selera makanan dan cara makan, bubur adalah makanan terlezat bagi orang-orang yang buru-buru.#halahhh

Iklan

27 comments on “Perihal Cara Makan Bubur

  1. Kalau orang jawa terutama di malang dan surabaya, bubur mah makanan orang sakit. Jd kalau ada warung kayungyun rata2 pasti beli indomie telor doang. Buburnya yg beli kalau ga org sakit ya mahasiswa dari jawa barat. Hehehehe

    • oiya ya, kak. bubur di jawa itu biasanya cuma bubur plus sama tahu bumbu gulai gitu, kan? (aku kecilnya di jogja) dan memang enggak enak, memang cocok buat orangsakit.
      .
      indomie telor😍inimah makanan mewah juga kok kayak bubur di jawa barat.#apasih

      • Engga mba.. Yang jual bubur disini mah orang bandung. Warungnya namanya kayungyun dan semacam waralaba gitu. Jualannya cuma bubur ayam, bubur kacang ijo ketan hitam, sm indomie mba… Menurutku mah enak.. Tp suami dan rata2 orang sini aneh kalau makan bubur kecuali waktu sakit. Hehehe.

      • owalahhh gituuuu, aku baru tau ada warung kayungyung.
        Stereotip orang jawa timur, jawa tengah,dan jogja beda sama di jawa barat.
        Coba aja disana ada jual seblak, mana laku.😁bubur aja begitu mainsetnya.

      • wuiihh aku pikir gak bakal suka di sana.😅
        beuuhhh ternyata makanan jawa barat sudah banyak yang bawa ke sana. 😐efek lama gak pulang ke jogja.😁
        .
        itung itung kenyang dulu sama bahasan makanan, kak.😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s