Tangguhlah, Ikhlaslah, Sabarlah

DSC03774

Untuk Audhina Novia Silfi,

Kamu mungkin lupa bahwa kamu adalah seorang petualang yang mencari harta karun, meski mungkin kamu bukan kaptennya, kaptenya telah pergi terlebih dahulu ditelan takdir. Lantas bukan juga alasan bagimu untuk lupa tujuanmu mencari harta karun, Aku rindu dirimu dua tahun yang lalu, ketika kamu begitu semangatnya bermimpi menjadi novelis terkenal padahal tulisanmu adalah yang paling buruk dari yang buruk.

“When you want something you’ve never had, you have to do something you’ve never done”-Anonim

Aku tidak menyalahkanmu, pasalnya memang ini adalah saat-saat kegamangan dalam dirimu menguasaimu, kamu sering goyah pada tujuanmu, sering mengeluh.

Aku bukan melarangmu untuk mengeluh, mengeluh itu boleh, tapi jangan berlarut.

Kamu ingat betapa senangnya kamu ketika mendapat email penolakan naskah novel pertamamu?, kau benar-benar bahagia tanpa seorangpun yang menjadi alasan bahagiamu, iya kamu bahagia oleh dirimu sendiri.

Jika kamu sering mengeluh, kamu tidak mengenal penciptamu dengan baik. Biasakanlah untuk ikhlas dan melupakan.

Mungkin pribadimu yang lama terkikis, aku paham sebab tidak akan ada yang sama untuk kedua kalinya , tapi aku tidak senang pabila sisi lemahmulah yang paling andil pada kamu saat ini.

Kamu kan sudah janji akan semangat nulis lagi?

Tapi aku lupa kamu belum janji menjadi dirimu dua tahun yang lalu itu, baiklah kini aku sadar, ternyata kamu hanya perlu berjalan terus, selesaikan yang belum kamu raih.

Biasakanlah ikhlas. Jangan melulu menyugesti dirimu dengan kata-katamu “Aku ikhlas, aku ikhlas, aku ikhlas.” Hal itu malah semakin mencabik hatimu, nuranimu.

Pembiasaan yang baik, dan Tujuan yang baik. Kau harus biasa mengikhlaskan.

***

Tidak ada yang menyuruhmu untuk lemah. Lemah itu kemauan lawan, kemauan orang-orang yang membencimu. Kamu cuma perlu paham, Teman itu seleksi alam. Memang bukan kebetulan, tapi sudah ditentukan.

Tidak ada yang menyuruhmu jatuh cinta kemudian patah hati. Dua hal itu adalah momen hatimu yang mempersilahkan, dan itu kemauanmu, jangan lupa bahwa

Tidak ada orang yang tak tergantikan dan tak ada benda yang wajib dimiliki. Jika kamu memahami dua hal itu, maka ketika kamu harus kehilangan semua yang berarti dan semua yang kamu cintai, kamu akan tetap merasa semua permasalahan itu bukanlah perkara besar.-Jack Ma

***

Tangguhlah, audhina.

Kamu bahkan sudah lupa tujuan awal kamu bersusah payah bekerja sambil kuliah. Apa itu karena Ibumu?, yang jelas saat ini kamu sedang marah, karena melupakan kamu di dua tahun yang lalu. Kamu lupa tujuanmu.

Biarkan yang membencimu itu terus membencimu. Sebab apapun yang kamu lakukan, merekalah yang selalu membencimu, kamu manusia, mereka manusia, kamu tidak boleh menyuruh mereka baik kepadamu, kamu hanya perlu menyuruh dirimu sendiri baik kepada mereka.

Memanusiakan yang manusia.

Sabarlah, sebab orang-orang yang menyayangimu selalu berharap yang baik untukmu.

Kamu selalu ngobrol dengan Ibumu dan Nenekmu bukan, ingat tidak?, ketika kamu harus menghadapi UTS,UAS, dan bahkan saat harus Interview Kerja.

“Bu doain aku ya, semoga aku bisa……”

Ibumu dan Nenekmu selalu bilang “Nggak usah diminta, Ibu selalu doain yang terbaik buat kamu.”

Tangguhlah, Sabarlah, Ikhlaslah.

 Mungkin kamu muak dengan kompetisi, namun inilah hidup. Kamu hidup dengan banyak ketidakpuasan setiap harinya, hiduplah sebisamu.

Kalau kau gagal, berusahalah terus. Toh usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Tangguhlah 🙂

Iklan

16 comments on “Tangguhlah, Ikhlaslah, Sabarlah

  1. Kamu tidak boleh menyerah, karena keberhasilan selalu datang di detik terakhir sebelum rasa sakit memaksa manusia menyerah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s