Sesungguhnya (Puisi)

Sesungguhnya

flower-1487138_960_720

Sesungguhnya kuatku telah hilang
Sebab dia masih hadir, berdiri bersama kaki ilalang
Buihnya belum kunjung hilang
Aku bingung

Dia datang sebab apa?
Sebagai apa?
Realita dan harapan seolah bercekauan mengusikku
Membuatnya kesenangan, sebab anggapnya aku masih kuat untuk terluka

Bagaimana bisa aku mengabaikannya bila dia justru berlari-lari berputar di sana seolah mengejekku, di sana dia diam dan malah memperpanjang harapan
Bagaimana bisa aku membujuk kaki ilalang agar sepakat menghakiminya
Kuingin hanya mengenyahkannya

Aku bingung
Sesungguhnya bukan lagi waktu yang tepat untuk bahagia tanpa rasa
Setidaknya ketika dia tak sedang membahas luka, aku terobati
Aku di sini sudah berkecukupan lukanya, sakit memang

Tapi bagaimana lagi?
Kamu ada solusi?
Sesungguhnya aku hanya ingin kau pergi tapi bohong.

Sukabumi, 07 Agustus 2016 | 5.22

Iklan

12 comments on “Sesungguhnya (Puisi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s