Gadis Buta Hujan (Puisi)

wp-1461851585544.jpg

Kepada hujan yang riuh namun menciptakan sunyi tak tau diri
Gadis buta tak tau arah
Mendengar dan mencumbui bau sampai memori
Pekat….

Pekat….
Ming….ming..ming…
Dengung sayap kumbang tanduk di radius 10 meter
Mengerjap…mengerjap..

Kau bisa mendengarnya?
Atas persetujuanmu ming…ming…ming..kumbang dari arah utara menyuapimu
Sesuap nasi masuk mulutmu
Lezatkah?

Kunyah…kunyah…kunyah
Esok lusa kau mau bermain hujan
Air merambati seluruh indra perabamu..dingin..basah sampai dalaman
Berhenti…

Kau menantang langit..
Keterlaluan…
Bau hujan..air..dan kesepian
Warnanya apa?
Kau tahu?

Kau menggeleng…jatuh terduduk dan menangis
Menggeleng…
Belum cukup adil bagimu
Kau kedinginan….menggigil..

Aku akan berkisah tentang ricik hujan yang begitu licik datang selalu beramai-ramai
Tentang tanah yang menemukan belahan jiwanya
Tentang keluarga cacing yang bersuka cita
Tentang manusia kehausan yang terharu datangnya hujan

Kau…
Kau…
Hanya kau yang bersedih
Rengkuh kuat-kuat apa yang ada di sekitar, bisakah kau rasakan?
Kau pilu..kau pilu.
Hujan akan datang lagi lain waktu.
Bersabarlah hingga batas akhir

Daw (Sukabumi, April 2016)

Iklan

2 comments on “Gadis Buta Hujan (Puisi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s