Perjalanan Pendakian Gunung Gede 18-19 April 2015

Hello Readers? Semoga harimu menyenangkan. Kali ini gue bakal posting cerita seru perjalanan gue menaklukkan Gunung Gede #ceilah gayanya. Jujur gue pengin banget mendaki Gunung cuman gara-gara nonton Film 5 cm, dan dorongan terbesar adalah ingin mencoba hal yang baru dan ekstrim. Sejak tahun lalu saat gue udah lulus SMK dan waktu itu masih nganggur, gue cari info tentang travel agent gitu yang bisa nemenin gue ke Gunung Gede. Walhasil nyangkutlah gue ke blog wisatagunung.com. Dari tahun lalu gue udah ngincer trip yang Gunung Gede dan baru bisa join trip tahun ini. Alhamdulillah begini cerita serunya.

Berbekal peralatan pendakian yang semuanya minjem dan di bantu minjem sama sobat tercinta Widya Ayu Kartika #thankyousomuch, seminggu sebelumnya : grup pendakian di buat di WA, saling sapa tuh sama orang-orang yang bakal satu grup sama gue nanti saat pendakian. Jumlah ada 18 orang termasuk Guidenya Bang Indra sama Rizqi (Bocil). Dari dua bulan yang lalu gue udah minta izin ke ortu perihal gue bakal mendaki gunung, Ibu gue yang super ketat akhirnya milih nganter gue ke lokasi meeting point yang ada di Cipanas, rumah gue di Sukabumi, Ibu gue nitipin ke Bang Fallah sama Bang Ridwan yang juga orang Sukabumi. Ya agak sebel sih karena over protective. Tapi nggak papa, itu wujud khawatir ke anak cewek kayak gue. Jam 02.00 WIB. Berkumpul lah kami semua ber 16 : ada bang Fajar, bang Ferry, bang Dika, bang Aziz, bang Juari, bang Eki, bang Fallah, bang Ridwan, bang Hafizh, bang Andi, Pak Budi, dan para strong girl kartini muda Kak Steffy, Kak Meli, Mbak Flo, dan Mbak Rinai. Kelompok kita namanya “Gede Kartinian” —>ceritanya sekalian memperingati hari Kartini pada tanggal 21 April. Oya disini gue yang paling muda, hehe ngomongin umur mulu deh :D.

Pendakian ke Gunung Gede itu ada 3 jalur, dari Selabintana, Cibodas, dan Gunung Putri. Kita bakal mendaki via Gunung Putri turun Cibodas. Yapp Gunung Gede im coming 2958 mdpl.

Pukul kurang lebih 03.00 WIB kita ber 18 plus owner wisatagunung.com bang ASe yang nganter kita ke basechamp di kaki Gunung Putri, kita naik angkot dan keril dulu yang dinaikin baru orangnya, oh keril kau memakan tempat sekali :D. Jadi kita istirahat dulu di rumah salah satu warga disana. Istirahatin badan, kebanyakan kelompok kita ini dari Jakarta dan Banten. Agak kaku juga sih awalnya, tapi jeng..jeng..jeng..pukul 05.00 WIB semua yang tadinya bobo bangun dan sholat subuh kemudian siap-siap. Sebelumnya bang ASe briefing kita semua, aturan-aturan dan kekompakan kelompok, dan kelompok kita ber enam belas ini di anugrahi dua porter yang super duper kuat Bang Amir sama duh gue lupa, maapkan saya Bang, mereka berdua ini tugasnya jalan duluan terdepan sampai Surya Kencana Barat buat mendirikan tenda dan persiapan masak buat kelompok. Setelah semua paham dan siap, kita semua capcus ke tempat pemeriksaan SIMAKSI, agak nunggu lama karena tanggal itu banyak juga yang mau mendaki. Ini belum apa-apa kita udah foto 😀

Depan Pos Pemeriksaan SIMAKSI

Depan Pos Pemeriksaan SIMAKSI

Oke Gunung Putri Indah banget, kebun sayuran warga menyegarkan pandangan kita, apalagi wajah cool pendaki lain juga menyegarkan pandangan :D, hahaha ini jangan di baca. Nah ini yang bakal kami lewati —>

Detail Jalur Pendakian Gunung Gede via Gunung Putri

Detail Jalur Pendakian Gunung Gede via Gunung Putri

Pukul 07.00 WIB kita mulai mendaki,

IMG-20150420-WA0012

Oke tanjakan pertama masih wuihhh suegerr. Di barisan paling depan ada Leader si Bang Sapta yang bertugas dan memastikan orang paling depan sampai, dan di paling belakang ada Bang Rizqi bertugas paling belakang, memastikan orang paling belakang sampai.

Gue nggak terlalu detail mengingat perjalan mendaki gue ini, selama perjalanan gue lebih sering berada di tengah bareng mbak Rinai, bang Andi, Pak Budi, Bang Ferry, Bang Fallah, sama Bang Eki. Orang paling depan jaraknya lumayan jauh, orang paling belakang juga sama. Kita beberapa kali mulai kelelahan di tengah perjalanan setelah pos 3 perut keroncongan. Dan yang nggak gue duga, magh gue kambuh, perih banget rasanya, gue Cuma makan sneekerz (bener kagak nulisnya) sama coki-coki.

Di perjalanan menuju puncak banyak hal yang interesting banget, sesama pendaki saling menyemangati, dan semua suku deh ketemu. Kadang semangatnya aneh bikin ketawa sendiri “Ayo bentar lagi 5 menit lagi”–>Gundulmu 5 menit lagi :). Hahaha

“Ayo dikit lagi, di atas ada Alfamart”–>ya keleuuusss

“Ayo semangat di atas ada Somay”—>Gue ngilerrrrr.

Dari pohon ke pohon dari jengkal tanah ke jengkal tanah, dari tanjakan mudah dan super susah kami lewati, begini siklusnya setelah pos 3, lima sampai sepuluh langkah cari pinggiran buat duduk, dan cari pohon buat nyender. Keril 60 liter di punggung cukup membuat kepayahan. Sepanjang perjalanan kami semakin akrab, saling tau nama.:D yang harusnya di panggil apa gitu maksudnya.

IMG-20150420-WA0037

Sekitar pukul 11.00 WIB kita sampai pos 4 itupun kalau nggak salah ya. Trek masih sama aja, tanah dan bebatuan dan jalanan nanjak terus, datar cuma semeter atau dua meter. Kita istirahat dulu di persimpangan Kandang Badak dan Surya Kencana, eh bener nggak ya. Ya pokoknya persimpangan. Dari pos 1-2 udara nggak terlalu dingin, cukup sejuk menurut gue. Cuman pas pos 3-4, kabut mulai keliatan datang, dan ini fungsinya sarung tangan dan kaos kaki tebal. Tapi udara masih kerasa. Sekitar 5 menit break, kita lanjutkan perjalanan menurut Bang Rizqi perjalanan dikit lagi. Ini gue yakinin beneran. Jalanan mulai bagus, maksudnya batu-batu tersusun apik. Pohon pohon mulai mempersilahkan matahari menerangi jalan kami.

Sekitar pukul 12.00 WIB, tadaaa Padang Surya Kencana. Seneng banget rasanya, perjalanan yang cukup melelahkan tadi hilang semua. Menikmati indahnya karunia ciptaan Allah yang teramat mengagumkan. Kita menyusuri Dari Timur ke Barat padang Surya Kencana itu penuh kekaguman, BTW dari Timur ke Barat lumayan juga broo, apa lagi selama perjalanan tadi udah kebiasa jalan nanjak, dan sekarang di suguhi dataran luas begini, badanku agak nggak terima gitu, walhasil gue memilih duduk merebah sebentar. Matahari bersinar terik, udara bersih, langit biru cerah, namun Edelweis masih kuncup, tak mengapa. Gue sudah dapat berucap Alhamdulillah, bersyukur bisa menjejakkan kaki disini.

Ini foto kita yang lagi tepar setelah berjam-jam jalan nanjak 😀

Tepar Setelah berjalan kaki 5 jam

Tepar Setelah berjalan kaki 5 jam

Tenda udah di siapkan Kang Amir sama satu lagi Kang…. 😀

Gue mbak Rinai satu tenda, dan seorang lagi mbak Flo masih jauh tertinggal di belakang kita. Tidur sebentar, eh si Bang Rizqi udah sibuk mau masak, yaudah gue sama yang lain ngebantuin tuh Bang Rizqi, Kang Amir, dan Kang…. 😀

Galak juga si Bang Rizqi kalau urusana masak begini, kita Cuma manggut manggut ajalah. Nih foto kesibukan kita 😀

Memasak Makan Siang :D

Memasak Makan Siang 😀

Jadi yang waktu itu belum sampai tenda buat camp, Kak Steff, Kak Meli, Mbak Flo dan Bang Hafizh serta Leader kita Bang Sapta. Jadi tugas dua guide kita ini saling tukeran selama perjalanan, kadang Bang Rizqi paling belakang, kadang Bang Sapta. Ya gitu, anehnya yang gue pikir Bang Rizqi paling belakang malah paling depan, entahlah. Sejenak mikir kaki mereka kuat amat ya—>yaiyalah profesional.

Sekitar pukul 13.30 WIB, rombongan yang paling belakang sampai dengan selamat. Dan masakan sudah selesai, tinggal di santap. Makan..makannn

Sekitar pukul 16.00 WIB gue ikut mbak Flo, Kak Steff, Kak Meli, sama Bang Ridwan hunting foto ke padang Surya Kencana Barat.

Lihatlah belakang kita, puncak itu adalah 2958 mdpl Gunung Gede ;')

Lihatlah belakang kita, puncak itu adalah 2958 mdpl Gunung Gede ;’)

Jangan liat tulisan galaunya, liat padang edelweisnya ya :D

Jangan liat tulisan galaunya, liat padang edelweisnya ya 😀

Udaranya beuh dingin puoooolll. Gue yang nyerah akhirnya balik lagi ke tenda yang super hangat :D, karena tenda kita di dirikan diantara pepohonan yang melindungi dari angin gunung. Pukul 17.00 WIB gue milih dalam tenda aja. Entah lupa lagi apa yang gue lguein disana. Yang pasti karena lelah duduk di tenda jadi penyembuh. Malamnya gue sendiri yang udah tidur di tenda, yang lain masih sibuk ngobrol. Hahaha nggak asik banget ya hidup gue. Lima menit kemudian setelah mereka makan nasi goreng buatan Kang Amir, briefing oleh Bang Sapta mengenai perjalanan besok pagi. Semua balik ke tenda dan meringkuk di dalam sleeping bag masing-masing. Gue agak nyesel nggak liat suasana malam Surya Kencana. Ya itulah Audhina, selalu begini :D.

Pukul 01.00 WIB, gue kebangun, kaki gue keram(duh ampun) rasanyaaa. Gue bikin bangun Mbak Rinai sama Mbak Flo. Maapin gue mbak. Huehehehe..sekitar pukul 03.00 WIB gue kebangun lagi rasanya nggak ada di dunia, gelap banget tenda kita, akhirnya mbak Flo ngehidupin senter, ampun mbak gue ngerepotin, ngigo sampai ngebangunin kalian. Sekitar pukul 05.00 WIB semua bangun, bersih-bersih badan pakai tissue basah. Dan gosok gigi pakai permen karet :D..wahahah harus gimana dong bro, nggak boleh bawa sabun sama odol, emang kalau bawa begituan loe mau mandi dimane? Di kali Surya Kencana? Ya kali, loe mau di katain orang gila ya silahkan. :D. Pukul 06.00 WIB barang-barang semuanya udah rapih di keril masing-masing. Tugas Kami lagi, oles-oles roti buat nanti dimakan di puncak Gunung Gede 2958 mdpl. Kang Amir, dan partenernya serta yang lain ngebantuin masak nasi. Dan makan pagi dimulai, kali ini semua bahan di masak, mantap.

Pukul 06.30 WIB tenda mulai di bongkar porter. Sampah di luar tenda di sharing bebannya. Pokoknya jangan pernah meninggalkan apapun kecuali jejak, OK!. Miris juga liat sampah dimana-mana, kesel, sebel. Masa kayak gitu dibilang Pendaki Gunung, yang pantas adalah Penyampah Ulung. Hiks sedih.

OK! Pukul 08.00 WIB kita sebelum nanjak lagi, turun ke bawah buat foto bareng di padang Surya kencana, dan walaaa ini dia Gede Kartinian’s Family..Miss You So Much.

Betapa alam dapat menjadikan hal ini begitu indah, pertemanan setelah perjalanan

Betapa alam dapat menjadikan hal ini begitu indah, pertemanan setelah perjalanan

Trek menuju puncak Gede, nanjak terus dan sempit. Gini ilmunya, kalau pohon masih pada tinggi artinya puncak masih jauh, kalau pohon udah nyamain tinggi kita, puncak udah dekat. Sekitar sejam saja dari Surya Kencana Barat sampai Puncak Gede 2958 mdpl. Akhirnya sampai juga puncak, tapi agak ngenes juga, Cuma liat kabut aja ke arah utara, tapi ke arah Selatan, padang Surya Kencana dan Sukabumi cerah tak sersaput kabut, walhasil kita menikmati sisi Selatan puncak saja. Kita semua di kasih waktu satu jam buat hunting foto dan enjoy puncak, di sela-sela itu, buat kopi dan makan roti isi selai yang Gue, Mbak Rinai, dan Mbak Flo buat :D. rasanya enak banget, karena kelaparan :D.

IMG-20150420-WA0013

Bagaimana perjalanan bisa menyatukan perbedaan? Ajaklah mereka untuk mendaki Gunung. J

Oya kawan-kawan. Gue selalu inget kata bang ASe, Puncak gunung nggak kemana-mana, tetep disitu. Jadi kalau kalian mau mendaki gunung harus ingat kemampuan ya. Jangan terlalu ngoyo, Kuasa Allah ada di atas segalanya.

IMG-20150421-WA0002

Setelah enjoy Puncak Gede dengan sangat puas, kami lanjutkan perjalanan turun menuju Cibodas. Kali ini perjalanan kami agak santai tapi ngebut (lha maksute piye?) ini jalanan turun jadi butuh tungkai kaki, serta sendi kaki buat ngontrol perjalanan. Kata Bang Indra, kita jalannya rapet aja, biar sampai bawah sama-sama. Sekitar pukul 12.00 WIB kita sampai Kandang Badak dengan berpakaian raincoat, hujan gerimis mengiringi kepergian kita bro. Hiks..

Hujan melanda, baju kebanggaan adalah Raincoat

Hujan melanda, baju kebanggaan adalah Raincoat

Jadi kita tu turun via jalan alternatif yang jalannya WOW banget deh pokoknya. Sekitar 50 meter tetiba aja udah ada kang Amir dan Partner serta Bang Rizqi yang udah nyiapin makanan dan air hangat, makan lagi yok..hahaha

Persediaan air udah mulai habis, sekitar pukul 17.00 kita sampai Telaga Biru, di pos terakhir itu semua milih break untuk sholat dzuhur dan ashar. Dan ngambil air dari Telaga Biru, tenggorokan udah kering banget soalnya.

Sekitar pukul 17.30 kita udah jalan menuju pintu masuk jalur Cibodas. Sampai sana adzan maghrib berkumandang. Banyak pendaki yang istirahat. Sepanjang perjalanan turun, papasan sama pendaki yang mau naik, kok kepayahan gitu yo?(silahkan poles saya?):D, yaiyalah woy siapa yang bilang jalur Cibodas lebih ringan? Siapa? Kata gue sih Alhamdulillah banget naik via Gunung Putri, turun via Cibodas. Cibodas kata gue jalurnya lebih ngeri 😀

Setelah semua kekumpul, dan akhirnya kita harus jalan lagi agak jauh lagi ke Warung Mang Idi, buat istirahat sebelum capcus pulang. Disana ada fasilitas kamar mandi yang airnya dingin naudzubillah, berrrr, mushola, dan tentu saja warteg nya, banyak menu. Di Sana kita semua ngobrol panjang lebar, #eeh iya nggak ya? Ya pokoknya ngobrol aja.

Setelah ada yang mandi, sholat dan makan. Pukul 21.00 WIB kita semua naik angkot. Biasa kekasih setia dulu yang masuk, maksudnye keril. Baru orangnya yang masuk. Udah ngantuk banget pokoknya. Pokoknya kegiatan yang gue rencanain sejak tahun lalu ini bener-bener nggak bakal bisa gue lupain. Terimakasih wisatagunung.com , Komandan Widi yang pertama menyapa ramah di grup WA, bang ASe, Bang Sapta, dan Bang Rizqi makasih banyak atas trip super seru ini, semoga bisa ikut trip lainnya. AMIN. Terimakasih buat Kang Amir dan Partner.

Terimakasih buat Mbak Rinai yang udah jadi kakak selama sehari :D.hahah..makasih buat Kak Steff yang mau fotoin gue :D, makasih Mbak Flo mau kasih air buat gue, karena airku entah kemana:D, makasih Bang Eki juga yang ngasih air jugaàBuset loe galon? 😀 . Makasih buat Bang Fallah sama Bang Ridwan yang mau pulang bareng, dan agak sebelnya harus di turunkan sementara oleh kondektur bus jurusan tasikmalaya :D..waahhaha. Dan Makasih semua Gede Kartinian’s Family. Pokoknya dua hari itu nggak akan terlupakan. Bagaiman perjalanan bisa menyatukan kita. Kangen sekali dengan kalian.

Menikmati Surya Kencana Barat dari Puncak Gede

Menikmati Surya Kencana Barat dari Puncak Gede

Oya penting banget gue ngingetin ke kalian buat pahami kondisi tubuh sebelum mendaki gunung ya, karena di tanggal 18 April ada berita yang gue dapat dari mulut-ke mulut pendaki..Ada berita duka, Ada yang meninggal dunia, innalillahiwainalillahiroji’un, beritanya bisa di akses di http://www.gedepangrango.org/andi-prasetyo-meninggal-di-jalur-gunung-putri

Ini aja yang bisa gue ceritain, semoga kalian bisa menginjakkan kaki di puncak Gunung Gede juga ya.AMIINNN

Iklan

2 comments on “Perjalanan Pendakian Gunung Gede 18-19 April 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s