SURAT UNTUK JODOHKU

Sebelum aku menulis ini aku telah pikirkan matang-matang semoga kau ada di antara milyaran lelaki di luar sana. Saat nanti aku dan kau pertemukan oleh Allah. Maka Aku akan mengucap syukur, betapa bahagianya engkau ada di dunia ini. Izinkan aku membisikan kepadamu “Aku mencintaimu karena Allah”. Aku memelihara perasaanku ini untukmu. Sekarang aku sedang memperpantas diri agar aku tak malu bertemu kau. Mungkin juga kau adalah lelaki yang telah aku kenal, atau mungkin kita akan bertemu dengan keadaan yang benar benar love at the first sight. Sungguh aku akan berusaha menerimamu apa adanya. Apakah kaupun begitu?Aku harap sama.
Kali ini aku sedang gundah dan ingin membuat surat ini.
Betapalah aku akan bahagia bila engkau datang disaat yang benar benar tepat. AMIN.

Semoga kau ada diantara banyak manusia di bumi ini.

Pabila saat ini kau bahkan tak mengenalku, atau bahkan melupakanku, asal kau tau saja aku ini  lebih kuar ketimbang wanita lain di dunia ini. Aku akan menunggu ketika waktu telah tepat berbicara tentang aku dan kau.

Tarik nafas lagi lalu berhembus. Sungguh aku tak membayangkan wajah siapapun, kau masih di rahasiakan Allah, apa mungkin kau ini….
Ah masa bodoh tentang fisik, aku membutuhkanmu untuk melengkapiku. Kau akan selalu sempurna di mataku, ketimbang orang lain yang banyak menyukai kelebihanmu, aku akan berusaha mencintai kekuranganmu dan kita berkembang sama-sama. Tuntutlah aku dan aku juga akan menuntutmu, biar hidup ini terus berlanjut.

Aku berdebar menulis ini.
Sungguh aku mengharapkan pertemuan yang sangat amat tepat waktu.
Kepadamu pemilik mata yang menatapku dengan perasaan berdebar dalam jantung ketika bertemu denganku kelak, aku selalu selipkan do’a walau kecil selalu untuk mu.

Aku tarik nafas lagi…
Kepada kau pemilik tatapan yang kurasakan teduh saat menatapku nanti. Aku harap kau juga tengah berjuang memperpantas diri juga. Ketika hidup semakin keras semangatlah terus maju kedepan, namun aku ingatkan padamu, jangan terlalu kerja begitu kerasnya hingga lupa diri dan waktu, bukankah kebahagiaan itu sebenarnya kegelisahan yang tercapai. Sungguh ya Allah, mohon beri dia kesehatan, mohon berikan dia pikiran yang dewasa, mohon berikan dia semangat.AMIN

Kepadamu yang entah sedang apa?
Aku sedang kedinginan di selimuti angin kemarau malam hari.
Kau tahu engkau anugrah terindah
Aku belum pernah merasani jatuh cinta yang sesungguhnya, mohon buat aku jatuh cinta hanya padanya, sang jodoh yang Kau ridhoi ya Allah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s