Hujan Desember

Lajur kalimat telah kususupi
Laju airmu mengalirkan detak riuh rindu
Dari puncak pohon cemara
Hingga akarnya

Getir rasa mencambuki hakiki
Tertawa karena bodoh
Se-enggan aku beranjak enyah meminum airmu

Aku hanya ingin menahan
Getir deras air hujan desember
Terlalu…..
Aku tak sanggup

Kan ku biarkan hingga kau menjauh sampai Januari datang….
Nanti..

Iklan
By audhina Posted in Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s