Levelord Of Love

Cerpen ini aku buat khusus untuk seseorang, semoga kamu tegar, SEMANGAT!!

Levelord Of Love

Cerpen Audhina Novia Silfi

Sukabumi,13 Oktober 2013

Siang hari itu menjadi siang yang paling panas sepanjang sejarah kehidupan Fara, bagaimana tidak baru saja dia mendapati kenyataan bahwa orang yang paling dia sayang terbukti selingkuh, Tapi memang tiap kejadian ada sangkut pautnya. Ini terjadi karena Fara sering bertengkar dengan Farid, Sebenarnya pacaran itu gampang, gampang sekali hanya saja lingkungan yang selalu membuatnya ribet, Apa pacaran harus didasari rasa cinta?atau suka? sebenarnya cinta sama suka itu beda tipis, harus pandai-pandai tahu apa itu cinta dan apa itu suka jangan sampai orang yang justru terlihat jelas didekatmu ternyata memiliki perasaan suka tapi malah di cuekin, rugi lho. Ok! Balik lagi sama kejadian Fara. Siang itu, Tira membawa berita tak sedap yang memang sungguh harus di dengar Fara. Tira berkata kepada Fara bahwa dia kemarin sore melihat Farid mengantar pulang selingkuhannya, sebenarnya Fara sudah mengetahuinya hanya saja dia memendam dan akhirnya rasa cemburu itu membuncah juga, Panas sekali hati Fara, seolah di tusuk ribuan jarum yang akhirnya desas-desus yang dia kumpulkan benar-benar betul, Farid mengkhianatinya. Fara kalap tapi memendam.

“Tir, apa kisah first love selalu begini?”Fara menahan air matanya.

“tidak Far, ini hanya ujian. apa kamu tetap mau mempertahankannya?”Tira ragu dia berharap agar sahabatnya bisa segera memutuskan Farid, bukan apa-apa, tapi karena jika kisah cinta semakin sulit saja, baiknya cepat diakhiri saja.

“aku ragu Tir, aku ingin sadarkan dia dulu, biar dia sadar bahwa betapa sakitnya aku, bagaimanapun juga aku masih sayang sama dia Tir.”Fara akhirnya membuka bendungan air matanya dan menangis dengan naturalnya di pelukan Tira.

“everything gonna be Ok Far. Jangan genggam dia terlalu erat, juga jangan begitu renggang perlahan dia akan tersadar.”Tira merasa kasihan sahabatnya mengalami patah hati.

“Tahu nggak Tir?Farid itu cinta pertamaku yang dulu kuyakini menjadi  indah, dan ternyata tidak, apa badai itu segera reda Tir?”

“bersabarlah dan pertahankan dia sejenak lalu lepaskan jika kamu mau.”Tira mengusap-usap punggung Fara yang masih ada di pelukannya.

“kalau aku lepas dia, sama saja aku mempersilahkan mereka menari diatas penderitaanku Tir, aku bingung Tir, aku bingung sekali.”

“udahlah jangan cengeng, rugi nangis gara-gara seseorang yang belum tentu jodoh kamu kelak.”

Tira melepaskan pelukan dan Fara mencoba menghentikan tagisnya yang sesenggukan, Beruntung saja kelas sudah kosong hanya mereka berdua disana, mereka masih berada di sekolah karena ingin mengikuti ekskul PMR. Mata Fara yang sembab membuat semua anggota PMR yang sudah berkumpul dilapangan satu persatu menanyakan hal itu, Fara malu sekali. Mulai hari itu hidup Fara benar-benar berbeda. Dia bahkan bingung, tapi dia ingin memutuskan Farid, tapi disisi lain dia masih sayang dan ingin Farid dan selingkuhannya sadar. Namun sayangnya perempuan yang menjadi selingkuhan Farid yaitu Dini malah begitu santainya menanggapinya bahkan sesungguhnya Dini benar tahu bahwa Farid masih pacaran dengan Fara. Dini adalah adik kelas Fara, tapi Fara tak berniat sama sekali untuk melabraknya, karena memang Fara bukan tipe orang yang menyelesaikan sesuatu dengan bertengkar.

***

Empat bulan hubungan yang sangat susah payah Fara bangun akhirnya di uji juga, tak habis pikir Fara menilik apa kekurangannya di banding Dini. Tira yang selalu tahu keadaan Fara, berusaha menjadi pendengar yang baik.

“Tir, tadi malam aku bertanya pada Farid secara terang-terangan, aku to the point bertanya”Apa benar kamu selingkuh?” begitu kataku.”

Tira yang antusias dengan kelanjutan cerita Fara langsung bertanya sambil mendekatkan posisi dengan Fara.

“Terus dia jawab apa?”

“Dia otomatis marah padaku, aku pusing harus bagaimana tapi aku minta maaf, jadi memang sulit ya menyadarkan orang yang sedang dimabuk cinta.”Fara mulai menunjukkan matanya yang berkaca-kaca.

“udah dong jangan nangis. Oya Far lihat ini status orang di beranda facebookku, ini lucu lho. Katanya, mau ke indomart dulu ah biar ada yang mengucapkan selamat siang.”

Fara tak jadi menangis dan malah tertawa bersama Tira. Pagi-pagi tadi di koridor kelas Fara berpapasan dengan Farid hanya saja ada yang berbeda tak seperti biasanya, Farid malah meleos begitu saja dan menatap Fara tanpa ekspresi dan tanpa rasa yang benar-benar hambar. Fara tetap saja bisa berkonsentrasi dengan setiap mata pelajaran di kelas hanya saja setelah itu selalu saja dia mulai galau dan Tira selalu menampung cerita-cerita yang disuguhkan oleh Fara.

***

Ke esokan paginya di kelas Fara yang masih sepi, seperti pagi saat pertama berpacaran dengan Farid, Farid berperilaku manja kepada Fara, tapi itu membuat Fara semakin takut jika itu adalah cara Farid agar Fara mengikhlaskannya. Fara tetap ingin menggenggam Farid untuk beberapa inchi lagi melangkah bersamanya di kehidupan di SMA yang indah ini.

“Maafin aku ya kemarin aku cuekin kamu?”Farid memegang tangan Fara dengan lembutnya.

Fara tak menjawab hanya menjawabnya dengan senyumannya lalu Farid meninggalkan Fara.

“aku tinggal dulu ya, aku mau ke kelas. Aku sayang kamu.”

Setelah Farid jauh dari pandangan, Fara langsung nyerocos ”nyenyenye Aku sayang kamu, apa-apaan dia memang actor yang handal.”Fara menghentak hentak kaki.

Orang-orang sudah tahu dengan jeli bahwa Farid mempunyai selingkuhan, hanya saja tidak satu dari mereka juga tahu bahwa Fara sudah mengetahui Farid menyelingkuhinya, aduh rumitnya kisah ini.

Fara masih heran apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Dini, sepertinya dia ingin sekali hubungan Fara dengan Farid segera berakhir, Dia bahkan terang-terangan menunjukan bahwa dia sudah berpacaran dengan Farid di depan semua orang kecuali Fara. Fara sebagai kakak kelas hanya bisa bersabar dengan kelakuan adik kelas seperti Dini. Sebenarnya yang bersalah memang bukan Dini, yang bersalah itu adalah Farid, salah dia kenapa harus mau memberi rasa untuk Dini..

“hey jangan melamun gitu dong.” Tira akhirnya datang

“Tir kapan aku bisa merubah perasaan ini menjadi benci benar-benar benci padanya, sayangnya aku masih sayang sama dia.”

“sebentar lagi Far, tunjukan bahwa kamu enggan melepas Farid dulu.”Tira pagi-pagi harus dengar celotehan Fara, tapi itu tak membuatnya bosan.

Diam-diam tanpa di ketahui oleh Fara, Tira selalu mencari cara agar teman-teman Farid bisa menyadarkan Farid bahwa Fara lah yang terbaik, terbukti bahwa Fara hanya orang yang mampu memahami Farid, Dini bukan orangnya, Dini hanya pemain baru di kehidupan Farid. Akhirnya Tira bisa bersekongkol dengan Gio sahabat dekat Farid, dengan adanya Gio, dia bisa membantu menyadarkan Farid. Suatu hari saat setelah mereka selesai berlatih basket. Terjadi percakapan yang akhirnya menyambung dengan cinta segitiga Fara, Dini, dan Farid.

“loe nggak sadar ya bro, loe tuh udah nyakitin Fara, jangan loe kira Fara nggak tau. Loe harus berhenti bro, kalau loe nggak bisa maka gue saran jangan terlarut lama lagi loe sakiti cewek sebaik Fara.”Ucap Gio yang saat itu berdebat dengan Farid. Saat itu Farid hanya bisa terdiam.

Tak disangka-sangka hal tersebut sedikit membuat Farid berfikir. Hanya sedikit lho!

***

Siang itu Tira duduk di bangku taman, Fara tak bersamanya. Tak lama akhirnya Fara muncul dan mendekat pada Tira.

“kamu Far, aku kira siapa, maaf nggak ajak-ajak dulu.”

“nggak papa Tir. Oya Tir.”Fara memandang sejenak lapangan luas di depannya lalu mengatakan sesuatu pada Tira.

“Tir, aku udah nggak tahan lagi menahan rasa sakit ini, aku sudah matang-matang berfikir, biarlah mereka menjalaninya, aku akan mencoba ikhlas, malam ini akan ku putuskan dia.”Ucap Fara mantap

“kamu serius sudah mampu menjalani hidup normal setelah putus darinya?”Tira heran bercampur kaget, takut takut kalau Fara bisa frustasi setelahnya.

“tenang saja, aku ini strong girl.”

Mereka berdua mengobrolkan hal lain agar Fara melupakan hal tersebut namun sia-sia, Farid seperti badai yang tanpa di undang datang menghampiri Fara. Fara yang keheranan hanya bisa tetap diam dan mengobrol bersama Tira.

“Aku ingin bicara sama kamu. Berdua saja.”Farid memasang wajah serius

“nggak ada yang perlu dibicarakan, kalau kamu memang mau berbicara aku ingin Tira tetap disini. Silahkan, kamu mau berbicara apa Farid?”Fara juga berubah menjadi orang yang sangat tegas.

“Fara, maafkan aku ?”

Farid memegang tangan Fara. Tira merasa mengganggu langsung kabur.

“Far, sepertinya Farid benar kalian harus berbicara berdua, aku pergi dulu ya.”

“eh kok kamu gitu Tir, Tira!”

Fara akhirnya hanya bisa pasrah di taman yang sepi itu, Fara dengan seseorang yang sudah tak dia cintai namun ada setitik rasa cinta dan suka di dalamnya.

“Fara, dengerin aku, Aku menyesal Far, kamu tahu tidak aku sekarang sadar kamulah yang terbaik.”

Air mata tanpa pamit mengalir dari mata Fara. Pendirianya menjadi goyah, tapi dia harus mengakhiri hubungan itu, Fara sudah terlarut sakit.

“Farid sayangku.”Fara berusaha bertindak bijak.

“Kamu juga pasti tahu bagaimana rasa sakit yang aku derita, jika memang Dini yang terbaik silahkan bersama dia, aku sudah tak ada rasa lagi untukmu. Aku sudah memaafkan kamu, mulai sekarang kita bukan sepasang kekasih lagi Farid. Maafkan aku juga.”

“tapi Far?”

Fara langsung pergi meninggalkan Farid di bangku taman itu dengan penuh penyesalan, Farid benar-benar menyesali perbuatannya, dia baru menyadari telah meyakiti orang yang dia sayangi, tapi semua terlambat. Akhirnya Fara bisa mengikhlaskan Farid. Fara lari terbirit-birit mencari Tira. Saat di sekolah Tira lah orang yang menjadi tempat peraduannya. And Finally Level terakhir dari hubungan mereka terselesaikan juga.

-Selesai-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s