Cheer Boy

 

Gambar

CHEERBOY

Cerpen Audhina Novia Silfi

Sukabumi, 15 September 2013

 

“Priiittt…!!”suara peluit menghentikan gerak para pemain.

Lalu laki-laki bertubuh tegap dan tinggi memasuki lapangan basket.

“Moza!Fokus dong, masa’ travelling terus dari tadi, Iren kamu harus passing ke yang lain jangan egois!”Bentak Pak Yudi.

“Sekarang kita istirahat dulu.”Pak Yudi langsung meleos pergi keluar dari lapangan basket.

Moza dan yang lainnya hanya bisa tertunduk tak bergairah lalu perlahan berjalan ketepi lapangan, sudah dua jam mereka terus berlatih untuk menghadapi Tim dari SMA Dharma Wangsa. Dan akhirnya di izinkan untuk rehat sejenak. Seluruh pemain mengambil botol air mineral dari dalam tas, dalam sekejap tenggorokan mereka yang kering pulih kembali

“maafin gue ya guys?”Iren tertunduk lemas

“woles aja ren, namanya juga posisi center, loe kan harus gondol bola sampai masuk ring.”Ucap Sela memaklumi.

Semua melempar senyuman kepada Iren, hanya saja kecuali Moza.

“Za..loe kenapa?”ucap Corry memecah lamunannya.

“um..am..guys gue lagi nggak fokus tadi, maafin gue ya. Gara-gara gue, kita pada kena semprot Pak Yudi?”Sesalnya lalu tertunduk lesu.

“udah biasa kali Za, nggak perlu murung gitu juga kali.”

“makasih banyak ya guys?”sambil tersenyum Moza bangkit dari duduknya.

Mereka tak sabar hingga hari itu datang, besar harapan untuk bisa menang. Gaidha yang baru selesai sholat langsung bergegas ke lapangan. Sebelum hari itu datang Moza sebagai kapten harus memastikan timnya siap menghadapi Tim SMA Dharma Wangsa. Pak Yudi juga sudah kembali kelapangan basket  saatnya sesi terakhir latihan hanya 5 menit bermain lalu selanjutnya berkumpul ditengah lapangan basket membuat lingkaran dan Pak Yudi memberikan nasihat kepada Moza dan timnya.

“Hari ini kalian sudah banyak peningkatan, bapak bangga. Semoga saja tim kita bisa menang minggu depan ya.” Pak Yudi sumringah

“AMINNN!”ucap mereka bersamaan.

“Hari sudah sore, sebelum pulang berdo’a dulu, berdo’a mulai.”Hening sejenak.

“Selesai.”

“Hati-hati dijalan.”ucap Pak Yudi kepada anak didiknya

Mereka menyalami Pak Yudi dan mengucapkan terimakasih. Lalu semua berhamburan mengambil tas dan barang lain di tepi lapangan , Corry, Iren , dan Salsa di jemput oleh sopir pribadi. Sedangkan Pak Yudi dan Ghaida mengendarai motornya masing-masing. Hanya tinggal Moza, dia cukup berjalan kaki, karena rumahnya tak jauh dari Sekolah. Moza berjalan perlahan menyusuri pinggir jalan raya. Belakangan ini Moza susah memusatkan konsentrasi pada latihan, kemarin malam Moza menemui kenyataan.

Malam itu setelah selesai mengerjakan PR, dia sempatkan menengok layar laptopnya, di beranda facebooknya terlihat foto yang baru saja Samudra upload. Terkejut sekali dengan baju seragam yang dikenakan Samudra bersama beberapa cewek berada dekat di sampingnya. Samudra adalah Cowok yang tinggal di sebelah rumahnya. Walaupun bersekolah di tempat yang berbeda, tetap saja mereka bisa bertemu setiap hari setelah pulang sekolah. Samudra dan Moza itu ibarat singkong sama keju. Moza adalah cewek tomboy, sedangkan Samudra lebih suka cewek feminim. Moza gundah, minggu depan dia tanding di sekolah Samudra yaitu Dharma Wangsa dan melawan Tim basket putri Dharma Wangsa. Sudah lama setelah Moza bilang bahwa dia membenci hal-hal yang berkaitan dengan Cheerleader kepada Samudra yang selalu memaksa Moza berlatih Cheerleader, setelah itu Samudra tidak lagi menemui Moza. Padahal niatnya ingin merubah Moza menjadi seperti yang dia inginkan, namun Moza menolaknya. Moza sangat rindu dengan kedatangan Samudra kerumahnya. Dan akhirnya Moza hanya bisa mengintip kegiatan Samudra di akun facebooknya.

***

Moza tak ingin konsentrasinya pecah gara-gara memikirkan Samudra yang sudah tidak memperdulikannya lagi. Moza mengira Samudra marah padanya, Dia masih berusaha merubah penampilannya hanya untuk Samudra saja. Biasanya kalau keluar rumah dia selalu mengenakan celana jeans dan T-Shirt. Dan sekarang Moza akan mengenakan Korean dress yang lumayan pendek siang bolong di hari minggu. Moza rindu pada Sahabatnya. Akhirnya dia memberanikan diri menemui Samudra dan beralasan mengembalikan novel yang bulan lalu dia pinjam. Sebenarnya Moza menaruh rasa pada Samudra, itulah mengapa Moza berusaha tampil feminim

“tok…tok…tok!”

Pintu rumah Samudra perlahan dibuka seseorang. Moza hanya tertunduk malu . Dia menatap  bingung dengan sosok cewek pakai gaun feminim dihadapannya.

“Ada perlu apa ya mbak?”Samudra terkejut saat setelah Moza menegakkan kepalanya.

“elo ZAA?”Samudra menganga dan memperhatikan Moza dari bawah sampai atas.

Rambut Moza yang biasa dia kuncir kuda, dia lepas dan dia buat ikal, Dia mengenakan flat shoes, Moza juga tak memakai make up tapi dia sangat cantik.

 “Gilaaa…loe cantik banget.”

Moza tertawa terbahak-bahak begitu juga dengan Samudra.

“Gue dari dulu juga udah cantik kali. Loe aja yang nggak nyadar.”ucap Moza saking pedenya

“Ma-masuk dulu za.”Samudra tersenyum manis. Walau manisnya kurang karena mukanya masih belepotan.

Samudra menyuruh Moza untuk duduk menunggu di ruang tamu.

“Sam..gue nggak bakal lama kok. Gue cuma mau balikin novel ini kok.”Moza menyerahkan novel itu. Dan Samudra menyambutnya.

“Oh gitu, nanti sore gue ke rumah ya?”

“Woke..jadi inget loe udah lama nggak kerumah gue. Oya sekalian bawa makanan ya?”Moza berjalan pergi menjauh. Dia memilih bejalan cepat karena malu dilihat oleh orang-orang sekitarnya dengan tatapan aneh.

“Siap Cantik.”Kalau di ibaratkan Samudra itu sedang benar-benar jatuh terguling-guling setelah melihat penampilan Moza yang feminim abis di depan matanya.

***

Akhirnya kegundahaan hati Moza yang mengira Samudra marah padanya hilang begitu saja. Sore ini Moza kembali menjadi tomboy, Samudra sore itu datang kerumah Moza bersama dengan cemilan yang akan menemani mereka ngobrol. Moza mengungkapkan bahwa dia senang bisa ngobrol bareng lagi. Moza juga mengungkapkan bahwa dia tidak bisa berubah feminim.

“gue lebih suka loe kayak gini aja Za. Loe lebih natural begini. Tapi kapan-kapan dandan kayak tadi siang lagi ya.hehe!”Samudra merajuk dan Moza hanya bisa tertawa. Lalu Moza bertanya tentang rasa penasarannya.

“loe masuk tim Cheerleader Dharma Wangsa ya Sam?”

Samudra yang terus memasukkan cemilan kedalam mulutnya berhenti seketika. Samudra menatap Moza  dengan nanarnya.

“jangan sampai kita berantem lagi ya!” Samudra menenangkan sebentar

“iya gue gabung sama tim Cheerleader terus kenapa?”

Moza merebut kantong cemilan yang Samudra pegang. Moza melahapnya sampai habis. Dia khawatir Samudra kesengsem sama cewek di tim Cheerleader.

“enggak papa sih cuman, gue nanti tanding sama tim basket cewek Dharma Wangsa, loe pasti ikut tampil bareng tim Cheerleader loe kan? Pasti loe lebih dukung tim basket cewek Dharma Wangsa.ya kan?”        
Moza nyerocos tanpa mempersilahkan Samudra memotongnya.

“emmmm jadi ceritanya loe itu cemburu, gitu?”

“eh enggak juga sih. Cuma gue khawatir kalau loe berubah jadi sedikit gemulai.”ucap Moza menutupi rasa cemburunya.

“wuahahaha.”tawa ngakak Samudra membahana.

“loe kira gue bakal joget kayak anak cheer cewek gitu? Ya enggak lah, gue tu tugasnya ngangkat-ngangkat badan mereka. Nggak mungkin gue joget sambil bawa pom-pom.”

Sekarang giliran Samudra yang nyerocos. Moza hanya menganga, ternyata dugaannya salah.

“Tenang aja, gue bakal diem-diem support loe kok. Kalau perlu gue bawa pom-pom.”

“eh eh jangan bawa pom-pom juga kali.”

Mereka tertawa bahagia akhirnya sedikit kekakuan karena dua minggu tak bertemu mencair begitu saja. Senja yang sempurna.

***

Senin siang, Corry,Iren,Sela,dan Gaidha seperti biasa menemuiku yang terlebih dahulu sudah berada di lapangan Basket setelah selesai jam pelajaran terakhir berakhir.

“Bu kapten semangat amat sih?”teriak Gaidha menggoda

“iya nih busyet sampai sebegitunya.”Corry menyambung

Moza semangat sekali untuk menghadapi pertandingan basket esok hari. Tim cadangan juga berlatih keras. Tak berapa lama Pak Yudi datang. Pak Yudi membeberkan strateginya kepada Corry, Sela, Iren, Gaidha dan Moza. Besar harapan dapat menang di Grand Final esok hari.

Setelah strategi matang mereka mencoba berlatih dengan Tim cadangan. Latihan sampai sore lebih sore dari biasanya. Moza lelah sekali, beruntung Samudra menjemputnya.

“Semangat buat besok ya, semoga menang.”ucap Samudra setelah Moza turun dari motor maticnya.Moza tersenyum manis lalu dia juga menyemangati Samudra.

***

Pagi di hari Selasa pukul 08.00 WIB tim basket SMA Kartika sudah bersiap dan dispensasi dari kelas dan berkumpul. Pak Yudi sangat semangat. Mereka bergegas menuju kandang lawan. Sesampainya disana,  ternyata teman-teman SMA Kartika sebagian di beri izin untuk memberi dukungan disana.

Pukul 08.30 WIB masing-masing tim sudah bersiap. Moza sebagai kapten sangat gugup. Namun setelah pembukaan pertandingan tersajikan Cheerleader SMA Dharma Wangsa membuatnya kembali bangkit. Karena ada Samudra disana yang selalu memberi senyuman untuknya. Ternyata benar Samudra keren sekali, bukan hanya Samudra yang ikut Cheerleader dan ternyata ada tim CheerBoy yang sempat tampil. Gerakannya lebih hip hop.

“Wuah gila itu cowok cakep banget!Keren.”itulah kalimat yang di dengar Moza dari penonton dan timnya. Moza jadi tak khawatir lagi dan malah bangga sekali.

Pertandingan Basket SMA Kartika VS SMA Dharma Wangsa akhirnya dimulai. Moza selalu menangkap wajah Samudra yang ternyata menyemangatinya. Di quarter ke 3 Tim SMA Kartika tertinggal 3 angka. Namun Taktik Moza yang sigap sebagai kapten dapat mengarahkan timnya. Pertandingan semakin memanas di quarter terakhir. Moza was-was  jika dia bisa mencetak three point maka timnya akan menang. Moza membayangkan wajah Samudra dan tak terduga Moza bisa mencetak three point beberapa detik sebelum peluit tanda berakhirmya pertandingan di tiup. Dan Tim SMA Kartika memenangkan pertandingan. Pak Yudi sangat bangga. Tim cadangan yang beberapa kali masuk di beberapa menit di quarter ke 2 sangat dapat diacungi jempol. Kemenangan karena kerja sama itu hebat. Akhirnya selesai juga. Grand Final ini SMA Kartikalah yang menjadi juara.

“Selamat ya Za?”ucap Samudra menghampiri Moza.

“Makasih banyak ya CheerBoy. Gue bangga sama loe.”

-Selesai-

 

Iklan

3 comments on “Cheer Boy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s