I Get Your Smile

Holllo reders…puasa sudah berakhir Idul Fitri juga sudah lewat.sedih meninggalkannya.semoga saja bisa dipertemukan lagi dengan bulan penuh berkah itu,Amin.

Reders ini ada cerpen baru..hehe..cerpen ini aku persembahkan buat dua cewek bawel yang selalu pengen jadi karakter di cerpen buatan aku.haduduh padahal cerpenku kan aneh bin ajaib,wahaha :D.tapi aku seneng sama semangat kalian.Special for Ulayya dan Monica.kalian mungkin sudah saling kenal.tapi entahlah.

silahkan dibaca ya reders.Jangan bosan-bosan baca cerpen buatanku disini:D

 

I Get Your Smile

Oleh:Audhina Novia Silfi

 

Di Senin pagi yang cerah, Monica berdiri seperti patung tapi jari jempolnya bergerak me-retweet dan me-like status teman twitter dan facebooknya.Tanpa memperhatikan sedikitpun scooternya yang sedari tadi dia biarkan menyala di garasi,seragam putih abu-abu yang dia kenakan terlihat masih baru.

             “Momo…!”panggil sahabatnya yang sedari tadi dia tunggu, sambil berlari mendekat.

Momo begitulah Monica akrab di panggil oleh teman dan sahabatnya.

“Hey Ul…!”Monica tersentak kaget namun menanggapi panggilan Ulayya

“loe tunggu bentar di sini ya..!”pinta Monica

Monica bergegas masuk kedalam garasi, lalu memakai helm dan menjalankan scooternya yang masih nangkring di garasi sedari tadi dengan mesin menyala.Dan dengan sigap Ulayya mengambil helm yang satunya lagi dari tangan Monica. Tanpa buang waktu langsung tancap gas menuju SMA Harapan Bangsa. Pagi itu wajah mereka nampak berseri-seri jauh berbeda dari dua minggu lalu. Dua minggu lalu mereka dengan yang lainnya melewati MOPD yang paling membosankan, bagaimana tidak, acara itu di selenggarakan saat hari sudah memasuki bulan Ramadhan, bayangkan bila saja MOPD berlangsung seperti biasa, mungkin akan banyak yang pingsan dan panitia akan repot. Di jalanan Kota Sukabumi yang masih lenggang Monica penuh kehati-hatian menjalankan scooternya.

“Mo…ummm..gue boleh nanya nggak?”Ulayya tak seperti biasa bersikap kaku, dan itu cukup membuat Monica risih.serisih terpaan angin jalanan yang menghantam badannya.

“loe kalau mau ngomong, ngomong aja kali Ul!”Monica masih tetap focus memperhatikan kedepan.

“loe tu sebenernya…ummm!eh..entar aja deh gue ngomongnya.”Ulayya tak berani bertanya kepada Monica tentang suatu hal, namun pikiran prematurnya membuat Ulayya mengurungkan niatnya untuk menanyakan tentang seorang cowok yang dulu hadir di hidup Monica.

***

Saat itu terhitung hari ke tiga MOPD di aula sekolah, Monica dan Ulayya kebetulan duduk berdekatan. Riuh membuat aula gempar seperti suasana di pasar.Saat itu belum ada senior yang masuk untuk mengisi materi.Aula ramai karena semua yang berada disana  mengeluarkan suara.dan salah satunya adalah Ulayya dan Monica.

“Ul..dengerin ya ! gue niat mau cari cowok di sini.”Monica membuat suatu deklarasi dan setelah itu menaik turunkan halisnya, lalu Ulayya hanya bisa meringis ngeri.dan mendekatkan telapak tangannya di atas kening Monica

“Oh..pantes..panas sih!”Ulayya hanya mengada lalu tertawa geli.

“ih loe apaan sih.”Monica menggertak kesal sambil mengusir tangan Ulayya dari keningnya.

Kemudian keduanya tertawa.tak lama setelah itu ada seorang cowok datang dengan postur tubuh yang tinggi dan wajahnya juga tampan.sontak perlahan hening.dengan di susul kekaguman para cewek yang berada di aula.Berbeda dengan Monica dan Ulayya,mereka malah tersentak dengan kehadiran senior itu.Monica hanya bisa tertunduk lesu kemudian Ulayya mengelus punggung Monica.

“Adek-adek sudah cukup ya istirahatnya?”dia berucap dengan ramahnya.

Cewek-cewek di aula hampir semua senyum-senyum nggak jelas,dan para cowok hanya menatap iri senior cowok itu.Akbar Maulana,dialah senior itu.

Setelah tak lama Akbar tebar pesona,selanjutnya senior yang lain masuk kedalam aula satu persatu, akhirnya acara yang di tunggu-tunggu datang juga.

“Sekarang waktunya kalian harus mengeluarkan selembar kertas dan pena.”Perintah Kak Abel membuat semuanya sontak langsung mengeluarkan pena dan selembar kertas.

Ulayya dan Monica, hanya bisa menerka-nerka, Monica dengan lemas mengangkat wajahnya lalu meraih tas dan mengambil pena dan selembar kertas di dalamnya.

“Pasti suruh bikin surat cinta.”Monica mendadak menjadi pemurung.

Setelah sekian lama Monica berusaha untuk menekan perasaannya itu,dan seseorang itu justru malah kembali hadir di hidupnya untuk setidaknya dua tahun kedepan.seseorang itu adalah Akbar.

“loe mau nulis buat siapa Mo?”tanya Ulayya penuh penasaran

Monica tidak langsung menjawabnya,dia menatap sejenak kerumunan senior yang ada di depan aula, tanpa pikir panjang Monica menjawab.

“buat Kak Wiliam aja deh.”Monica menjawab dengan malasnya.sementara yang lain dengan penuh semangat sambil senyum-senyum sendiri menulis surat cinta untuk cowok dan cewek idaman mereka.

“loe yakin Mo?”Ulayya heran, mengapa harus Kak Wiliam, padahal setau Ulayya, Kak Wiliam bukanlah tipe Monica.

Monica hanya bisa menatap sadis ke arah Ulayya.dan Ulayya langsung tahu apa maksud Monica. Itu artinya Ulayya harus diam.Ulayya akhirnya kembali melanjut untuk menulis surat cintanya. Sementara itu Monica menulis surat cinta itu dengan penuh perasaan, kalimat pertama adalah Dear Kak Wiliam, namun isinya malah menjurus untuk Akbar.

Begini isi suratnya.

Dear Kak Wiliam.

“aku tak bisa menulis kata seindah pujangga,aku hanya bisa to the point bahwa aku tak bisa melupakanmu, kamu menjadi orang pertama yang menjadikanku seorang yang berbeda, kamu berhasil membuatku jatuh di hatimu, namun aku pastikan kamu tak akan mendapatkan hatiku.”

Monica hanya bisa mengernyitkan keningnya, dia merasakan ada seseorang yang sedang mengintip surat cinta miliknya.

“wahahaha, nggak salah tuh?”Ulayya hanya bisa tertawa riang saja, saat setelah Monica kaget melihat Ulayya sudah mengetahui isi suratnya sedari tadi.

“emang apa salahnya sih Ul?”Monica kebingungan bukan main

“loe kayaknya harus di kompres deh, dan loe perlu baca isi surat yang loe tulis itu.”Ulayya melanjutkan tawa jahatnya.Monica lalu mengambil suratnya dengan kedua tangannya dan menatapnya penuh-penuh sambil membacanya.

“wah parah loe Mo. Itu sih harusnya buat si Akbar.”Ulayya menepuk-nepuk punggung Monica sambil tak bisa menghentikan tawa jahatnya.

“kok gue bisa nulis kayak begini ya?”Monica langsung meremas surat itu dan sebelumnya sudah dia coret-coret kertas itu diatas tulisan yang tak terkendali itu. namun tak lantas ,membuang surat itu, dia langsung menyimpan surat itu di dalam tas nya.Lalu langsung menulis kalimat baru di selembar kertas baru yang masih putih.

Dear Kak Wiliam.

“aku nggak bisa berkata manis,tapi aku mau langsung to the point,kakak tuh mengingatkan aku terhadap seseorang,tapi dia tidak lebih manis dari kakak,aku suka sama kakak,dan aku harap kak wiliam bisa menjadi kakak ku.:).”

Setelah menulis, Monica hanya bisa tersenyum munafik, padahal dia tak sama sekali berniat untuk menjadikan Kak Wiliam sebagai penerima suratnya, karena sebenarnya Monica ingin Akbar lah yang menerima suratnya.

Dengan penuh kepastian,Monica langsung melipat selembar kertas itu lalu menyimpannya dihadapannya.Tak lama setelah itu Kak Abel dan yang lain mulai mengumpulkan surat-surat cinta itu kedalam plastic putih yang mereka pegang.Monica dan Ulayya mencium surat itu lalu memasukkannya kedalam kantung plastic yang Kak Abel bawa,lalu keduanya saling meledek.

Tanpa di sadari oleh Monica,namun di sadari Ulayya,ternyata sejak dari Monica menulis surat dan meremas surat lalu menggantinya yang baru sampai selesai. Akbar menatap Monica dengan penuh perasaan yang mungkin bersalah atau bahkan mungkin rasa cinta itu masih melekat di patri dalam ingatan Akbar.Ulayya hanya bisa mengharapkan akan ada hal yang baik untuk Monica.

***

            MOPD di SMA Harapan Bangsa terus berlanjut sampai akhirnya sukses di hari terakhir, Dan Monica juga berhasil menyembunyikan kebenciannya terhadap Akbar yang membuat Monica serasa kembali ke masa lalunya.

Dua tahun yang lalu,di SMP Kartika.mungkinkah baik itu berarti menaruh hati, padahal bukan itu niat Monica, Monica hanya ingin bersikap baik kepada siapapun, saat itu Monica masih duduk di bangku kelas VIII B, dia memang primadona SMP Kartika ,hingga banyak cowok kesengsem ,termasuk Kak Hendra dari Kelas IX A, kekagumannya dengan kebaikan Monica ternyata menjadikannya salah paham, tetapi  hal yang sebenarnya menyebabkan kesalah pahaman itu terjadi adalah saat Monica menolak cintanya, Dia patah hati merasa di beri harapan palsu oleh Monica.Tak berhenti disana Dia memiliki sahabat bernama Akbar, Dari sanalah Akbar mulai hadir di hidup Monica, namun dengan  niatan membalaskan dendam sahabatnya, perlahan Akbar berusaha mendekati Monica. Memberi perhatian penuh kepada Monica, terkadang begitu berlebihan, hingga Monica merasakan getar cinta.Tapi dua bulan kemudian akhirnya terdengar desas desus yang meruntuhkan hati Monica.

 “eh girl,si Monica tau nggak?tuh anak kayaknya hampir mati sama raja PHP tuh.”rumpi seorang cewek yang begitu centil siapa lagi kalau bukan Winda.

“Wah yang bener?”tanya Olin tak percaya,Olin adalah salah satu dari tiga dayang Winda.

Monica mendengar hal tersebut,Monica dengan cepat menaiki tangga untuk menuju ke atas,mereka masih saja mengolok-olok Monica yang lewat di hadapan mereka.

Betapa hancurnya hati Monica, ternyata Akbar tidak benar-benar menyukainya, Akbar hanya sedang bersandiwara.Ulayya yang saat itu berada di kelas langsung mendekati Monica yang terlihat geram.

“loe kenapa Mo?”

“gue di PHP-in sama Akbar.”suaranya terdengar parau, air mata Monica mengalir dengan sukses. Monica memeluk erat Ulayya.

Untung saja saat itu kelas kosong,karena semuanya sibuk istirahat di luar kelas.

***

Masa lalu boleh saja menyakitkan, tapi tak perlu terpuruk karenanya, karena kebahagiaan masih mengejar.Di sini Monica harus bisa melupakan Akbar lebih keras lagi. Tapi gerak-gerik Akbar yang selalu memperhatikan Monica,menandakan bahwa Akbar berusaha kembali memasuki kehidupan Monica.

Saat akhirnya tiba di sekolah, setelah Monica memarkirkan scooternya.Monica langsung menagih apa yang akan di katakan oleh Ulayya saat di perjalanan.

“oya Ul,loe mau ngomong apa sih?”tanya Monica penasaran

“gue Cuma mau ngasih ini ke elo.”Ulayya sudah memegang kado yang dia keluarkan dari tasnya.

Ulayya memberi kado kecil berisi coklat. Dibukanya kado itu dan selain ada coklat di sana juga ada surat kecil. Dan tertulis jelas.

“Aku sudah mendapatkan senyummu,dan kini aku ingin mendapatkan hatimu.”

Maaf,

Akbar

Monica tersentak kaget apa yang baru saja dia baca, dua pilihan di hadapanya.Kembali menata hati menerimanya atau berusaha melupakannya lebih keras lagi.Hanya realita yang nanti dengan sendirinya akan terselesaikan.

-Selesai-

Iklan

2 comments on “I Get Your Smile

  1. Bagusss cerpennya. .tp ak kok cuma bentar doang munculnya?? Endingnya gantung bok. .
    Buatin ak dong sama CHO KYUHYUN. Hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s