Mas Cool Bag 4

Hayooooo udah pada penasaran ya sama Mas Cool Bagian 4.hehe enggak ya #Plakk.yang penting kalian tetap stay kunjungi blog ini ya.penulis sangat senang jika kalian senang.:)
OK! disini Melsya akan galau abis-abisan.Yuk capcus.

Mas Cool Bag 4

            Tetesan lembut air hujan membasahi Kota Sukabumi.semakin lama hujan itu semakin deras lalu di sertai guntur yang bersautan.Melsya sedang mengamati embun yang tercipta di kaca jendela kamar tidurnya.Sesekali terbayang-bayang tentang masalah besar yang sedang di alaminya,dengan gundah Melsya mulai merasakan jantungnya berdesir cepat dan halusinasinya semakin melanglang buana.Untuk kali ini lagi dia berfikir keras bagaimana mengatasi masalahnya.

“Masa iya gue terus-terusan diem nggak jawab pertanyaan mereka,gue bingung.”hanya bisa berkata dalam hati,Melsya menunggu hujan reda,dia terlalu takut menggunakan ponselnya saat guntur sedang meradang,Ia ingin menghubungi  Mona.Hujan benar-benar sedang memberikan berkah yang amat  besar untuk Kota Sukabumi.Setengah jam kemudian hujan perlahan reda.Lantas saja tanpa ragu Melsya langsung menghubungi Mona.Melsya berharap Mona mempunyai solusi untuk kekalutan yang di alaminya,tak lama kemudian dengan benar-benar terkejut Melsya merdengar suara perempuan mengatakan

“Maaf Sisa pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini,Silahkan mengisi ulang terlebih dahulu.”

Lalu Melsya memukul-mukul kepalanya dengan ponselnya.setelah itu Melsya kembali lagi dengan kekalutannya memikirkan pertanyaan yang di ajukan oleh Jihan tadi saat berada di sekolah.Saat Melsya tidak sengaja bertemu dengan Jihan di WC Siswa,Jihan adalah salah satu dari banyak cewek yang menyukai Hans,otomatis Jihan cemburu setelah kejadian saat itu.dan gossip benar-benar cepat menyebar.

“Kapan kalian jadian?kok jarang banget sih jalan bareng di sekolah.”Jihan bertanya dengan sinisnya.

Melsya bingung harus menjawab apa,lalu dia hanya tersenyum manis saja.untung saja saat itu Melsya sudah selesai dengan urusan WC,setelah merapihkan rambutnya.Melsya langsung berlalu dengan cepat meninggalkan Jihan disana bersama anak buahnya yang juga menyukai Hans.

Tak ada habisnya Melsya memikirkan hal itu namun bila hanya di pikirkan masalah tidak akan selesai.Setelah kejadian itu Melsya tidak marah pada Keno dan Mona,hanya saja dia malu jika bertemu Hans,jika melihat Hans,Melsya langsung kabur dengan cepat menghilang agar tidak bertemu dengan Hans.

“Apa gue salah?Lalu gue harus gimana dong.”

Melsya terus-terusan bergumam sendiri.

“Ah gue mau diam seribu bahasa aja deh.biar Mona sama Keno yang tanggung jawab.”

Semenjak hari itu Hans tidak pernah menyapa Melsya lagi,apalagi SMS atau bahkan menelphone.Melsya tersadar bahwa Hans semakin hari semakin menjauh dari pandangannya.

“Mas Cool,jadi gue harus gimana dong?”

Melsya terdiam dan menyangga dagunya dengan kedua tangannya sambil mengamati keadaan diluar rumah.

***

Angin masih terasa membelai kulit Melsya,Hujan benar-benar sudah reda dan kini perut Melsya mulai meronta-ronta,Melsya akhirnya meninggalkan kamar tidurnya tanpa lupa membawa ponselnya,walau nggak ada pulsa tetap saja ponsel memang sesuatu yang benar-benar penting bagi remaja seperti Melsya.Setelah dengan lemas menuruni tangga,Melsya langsung melaju ke arah dapur dan menuju kedepan kulkas,mengambil camilan pedas yang ada di dalam kulkas tersebut.tak lantas langsung kembali ke kamar tidurnya.Melsya berdiam diri duduk di ruang makan menikmati camilannya.Belum lama Melsya menikmati camilan itu.Ponselnya bergetar tiada henti menandakan ada panggilan masuk di ponselnya.

Melsya senang melihat nama “Mona” muncul di layar ponselnya.tanpa basa-basi Melsya mengangkat panggilan itu.

“Halo?”Sapa Melsya sambil mengunyah makanan yang masih ada di mulutnya.

“Melsya,ini loe kan?”Ucap seseorang di ujung sana dengan nada panic.

“I…iyaa…loe siapa?mana Mona?kenapa sama si Mona?”Melsya khawatir bila terjadi sesuatu dengan Mona.

“ini gue…Keno..”jawabnya mengambang

Melsya bingung,mengapa Keno bisa bersama Mona sekarang,lalu bagaimana dengan Jhonatan pacarnya,Keadaan benar-benar membingungkan.Wajar saja mereka kan juga saling berteman,namun Melsya masih tetap berpikir jernih.

“oh elo..kenapa kok loe nelpon gue pakai handphone Mona?”Melsya benar-benar lega bila ternyata Keno yang menelphonenya.

“gue…gue…gue bingung nih harus gimana,Mona jatuh dari motor,dia lagi latihan motor tadi.”ucap Keno dengan nada pelan.

“HAH?jatuh dari motor?sekarang dimana Mona?”Melsya membelalakkan matanya.dan sontak langsung berdiri dari duduknya.untung saja makanan yang tadi ada di mulut Melsya,sudah tertelan dengan mulusnya,sehingga Melsya tidak tersedak.

“Keno,udah nyambung belum?siniin hape gue.”Samar-samar suara Melsya terdengar

“Halo…halo…Keno…loe masih di situ kan?”Melsya tak mendengar suara Keno,dan kepanikan Melsya semakin membuncah.

“Melsya….!”Mona memanggil Melsya dengan suara berat karena menahan kesakitannya.

“loe dimana?biar gue kesana.”Melsya khawatir Mona tak biasanya memanggil Melsya dengan suaranya yang berat.

“Tut….tut…tut…!”sambungan  telah terputus.

Melsya benar-benar takut bila Mona terluka,dia bingung bagaimana bisa Mona jatuh dari motor dan mendadak ingin belajar mengendarai motor,bukankah Mona adalah tipe cewek yang berlaku seperti putri,benar-benar nggak masuk akal oleh nalar Melsya.

Tak lama kemudian ada pesan masuk dari Keno yang mengatakan

“Mona nggak papa,sekarang ada di rumah.loe kesini aja,cepetan ya,soalnya gue nggak bisa lama-lama di rumah Mona,pacarnya dari tadi belum dateng.di rumah,si Mona sendirian.”

Tanpa berpikir panjang Melsya mencari nama Hans di kontaknya.Melsya bingung mengapa harus Hans orang pertama yang ada di pikirannya selain Mona yang sekarang sedang terkena musibah.Melsya ragu untuk menghubungi Hans,dia juga sebenarnya bingung,terus setelah tersambung dengan ponsel Hans,dia harus meminta apa?,lagi pula Melsya sedang tidak memiliki pulsa di kartu SIM ponselnya,itu baru di sadari setelah tak lama berpikir panjang.Dengan cepat Melsya menuju ke kamarnya mengambil tas dan kunci scooter.untung saja saat itu orang tuanya belum pulang dari kantor.Melsya langsung mengeluarkan scooternya dari garasi lansung tancap gas menembus angin dingin yang di tinggalkan hujan deras yang turun tadi.

***

            Perjalanan tidak mudah,angin yang dingin membuat Melsya menggigil,lagi-lagi Melsya lupa tak memakai jaketnya.Setelah menempuh sebentar perjalanan dari rumahnya ke tempat dimana Mona berada dengan scooternya,ya tentu di rumah Mona.Melsya masuk langsung menerobos gerbang yang tidak di tutup.Melsya melepas helm nya sambil bingung mengapa ada kendaraan milik Hans di sini.berjalan cepat memasuki rumah Mona dengan rasa khawatir yang menyelimuti dirinya.Pikirannya benar-benar macam-macam,dan Melsya mengkhawatirkan apabila ada Hans yang juga berada di rumah Mona.Melsya memasuki ruang tamu dan bertemu dengan salah satu pekerja rumah Mona,yang menyapa hangat tanpa ragu.

“eh non Melsya.”salah satu pekerja rumah Melsya menemui Melsya

“Mbak,Mona dimana?”Melsya sebenarnya sudah tau Mona pasti berada di kamar tidurnya,namun Melsya juga harus sopan dengan Mbak Suminten

“Ada di kamarnya non.”

“Makasih mbak?”

“Sama-sama non.”

Melsya dengan langkah penasarannya membawa diri kearah kamar Mona.samar-sama tawa membahana Mona dengan kedua cowok yang menemani Mona disana terdengar  jelas di telinga Melsya.hanya bisa menebak,Melsya merapihkan rambutnya yang amburadul lalu mengetuk pintu kamar Mona yang sudah terbuka.terlihat di ranjangnya,Mona terkulai lemas namun masih bersemangat.

“Melsyaaaaa.”Mona berteriak senang sahabatnya sudah datang menjenguknya.

“loe nggak papa kan Mon?”

Mona mengangguk pelan,berbicara dengan bahasa tubuhnya bahwa dia baik-baik saja.

Melsya masih terdiam di tengah pintu,karena memang benar bahwa tebakannya jitu.disana ada Hans dan satu orang lagi bukan Keno,tetapi Jhonatan.Benar-benar membingungkan,mengapa ada Hans.jika Jhonatan kan memang pacar Mona.Hans menatap Melsya dan melemparkan senyumannya kepada Melsya.Melsya hanya menganga lalu membalas senyuman Hans.

Melsya mendekati Mona dan kedua orang itu.mereka berdiri dan menyingkir keluar dari kamar Mona sejenak.mempersilahkan Melsya mendekat kearah Mona.karena khawatir dengan Mona,Melsya tak memperdulikan mereka.

“Mon…kok bisa kayak gini?”Melsya sudah duduk di samping tempat tidurnya

“gue belajar naik motor sendirian,hehe.terus gue jatuh deh.”dengan entengnya Mona bercerita.

“loe mah aneh,belajar motor itu gak bisa cuma ngandelin diri loe sendiri tau…lagian ngapain mendadak pengen belajar motor.loe waktu itu bilang nggak mau belajar ngendarain motor?pokoknya lain kali loe harus belajar sama gue aja….coba bilang sama gue.kenapa loe pengen banget belajar?”

Melsya mengomeli Mona tanpa ampun,Mona hanya bisa pasrah dan tak bisa banyak menimpali omelan Melsya terhadapnya.

“udah ngomelnya?”Mona menatap sinis ke arah Melsya

“hehe maaf ya Mon,gue cerewet ya.hehe.”

“jadi gini Mel.gue kan jatuh dari motor tuh ya,rasanya sakit banget kejatuhan motor, gue bingung kenapa ada jalan se sepi itu ya,nggak ada orang yang lewat di jalan itu.lalu entah kebetulan atau gimana,si Keno lewat di jalan itu.gue di anter ke klinik dokter deket dari sana,kata dokter luka di kaki ku nggak papa,untung nggak patah tulang.coba kalau gue patah tulang?gimana coba.beruntung banget gue.dan Keno juga berbaik hati nganter gue ke rumah.oya awalnya gue takut ada cowok kucel mau bantu gue,eh ternyata si Keno.hehehe”

Melsya menahan tawa,bukan apa-apa,namun sahabatnya itu sifatnya benar-benar polos

“Buahaaahaaha.”Melsya tak bisa menahan tawanya.

“yee malah ketawa,jahat banget sih loe Mel.”Mona ngambek

“ngambek nih ngambek ceritanya?”Melsya menggodai Mona,dan menyerang Mona dengan gelitikan mautnya.akhirnya Mona ikut tertawa geli bersama Melsya.

Setelah agak lama mereka terdiam.Melsya ingat sesuatu hal.Sedari tadi sebenarnya Melsya menata pikiran dan hatinya karena kaget ada Hans beberapa menit yang lalu di kamar Mona bersama Jhonatan juga.Sebenarnya Melsya mengerti mengapa Hans menghindar saat Melsya memasuki kamar Mona.tentu saja karena Jhonatan juga ikut menghindar,bukan menghindar tepatnya mempersilahkan.Namun hal itu membuat Melsya merasa menakutkan,seperti orang yang patut di jauhi saja.Bahkan Hans sama sekali tak menyapa Melsya.

“Mon…gue heran…ummmm kok ada Hans di sini?”Melsya bertanya sambil berbisik dekat telinga Mona.

“cie…cie..yang lagi KEPO”Mona meledek Melsya

“gue serius ya.loe mah gitu.gue pulang ni?”Melsya mengancam akan pulang

“yee ngambek..gue juga kaget lho Mel.tau nggak ternyata Hans itu teman baik Jhonatan,mereka gabung di komunitas motor yang sama.gue tadi banyak cerita sama dia.”Mona menjelaskan dengan santainya.

Saat Mona menghubungi Jhonatan dan memberitahu bahwa dirinya jatuh dari motor, Jhonatan yang kebetulan sedang berkumpul bersama Komunitas Motornya langsung meminta bantuan kepada salah seorang diantara banyak orang di Komunitas tersebut,dia adalah cowok keturunan Jawa dan Belanda,tentu siapa lagi kalau bukan Hans,Jhonatan minta tolong kepada Hans mengantarnya ke rumah pacarnya.Kebetulan saat itu Jhonatan sedang tidak membawa motor,karena motornya berada di bengkel.Setelah bertemu dengan pacar Jhonatan yang ternyata adalah Mona,Hans tak habis pikir kebetulan yang tak di sangka-sangka.Ternyata pacar Jhonatan adalah Mona.

“kok bisa kebetulan gitu ya?terus si Keno tadi abis nelphone gue kemana tu anak?”tanya Melsya benar-benar penasaran

“ya pulang lah..walau aneh gitu dia ternyata temen yang baik ya Mel?”Mona memang tipe cewek yang melihat cowok dari penampilan luarnya terlebih dahulu.

“yaiyalah.”Melsya menjitak kepala Mona tanpa ragu.namun jitakannya tidak sedahsyat biasanya.

Mereka berdua tersenyum girang.dan Melsya sejenak melupakan masalah yang tadi membuatnya kalut.

Melsya benar-benar tidak menyangka ada hari yang segala sesuatunya di kaitkan dengan “Kebetulan”,atau memang sebuah kebetulan adalah sebuah takdir dari Tuhan pula.

Dari jauh sudah terdengar suara mereka mendekat,Jhonatan dan Hans akan pamit pulang.

“Mona…sayang aku pulang dulu ya,udah sore nih.”Ucap Jhonatan dengan lembutnya

Jhonatan menghampiri Mona,namun Hans menunggu di depan pintu.dan Melsya terdiam begitu saja.sambil berpura-pura memainkan ponselnya dan memainkan sebuah game di ponselnya.Tanpa sama sekali menghiraukan dua insan yang sedang bermanja-manja itu.

“Mel..maaf ya..gue pulang sama si Hans..gue nggak bawa motor.”Jhonatan memohon pada Melsya.

“terus kenapa loe ngomong sama gue?apa hubungannya?”Melsya salah tingkah,dan pipinya memerah

“si Hans asalnya mau nganterin loe tuh,tapi loe kan bawa scooter.dia galau lho”Jhonatan menggodai Melsya.

“udah jangan ganggu Melsya,dia juga galau kali Yang.”Mona mencegah Jhonatan untuk melanjutkan aksi jahilnya.

“kalian pasangan yang sama-sama nyebelin.”Melsya kesal,namun sebenarnya benar-benar senang.

Jhonatan dan Mona hanya bisa tertawa geli saja melihat Melsya yang marah.

Jhonatan tak segera angkat kaki dari sana,dia menunggu Hans agar ikut pamit kepada Mona dan terutama Melsya.

“Hans,sini kek.lho kayak apa aja.nggak biasanya jadi pendiem gitu.disini ada si Melsya.katanya mau ketemu dia?”Sedikit meninggikan volume suaranya memanggil Hans untuk segera masuk.

Mona dan Jhonatan masih tertawa geli.dan perlahan Hans mendekati Melsya.Melsya tidak melihat Hans sama sekali.namun Hans langsung memegang bahu Melsya.

“Hey Mel?”Hans berbicara kepada Melsya

“Oh hay Hans.”Melsya kaget dan memalingkan wajahnya kearah Hans.

Jhonatan dan Mona berhenti tertawa.

Hans berbicara tanpa basa-basi

“tau nggak Mel,gue nggak nyangka,pacarnya si Jhon ternyata si Mona.temen elo.hehe.”setelah menyelesaikan kalimat itu.Hans kembali tersenyum tampan kepada Melsya.

“gu..gue juga nggak nyangka,kalau loe temennya si Jhon.hehe.”Melsya berusaha menutupi rasa sukanya pada Hans,namun tetap saja mereka yang berada di ruangan itu sudah mengetahui apa yang sebenarnya di rasakan oleh Melsya.

“Kapan kalian pacaran?”Jhonatan memotong pembicaraan mereka.

Lalu otomatis saja mereka hanya terdiam tanpa sepatah katapun keluar dari mulut mereka.

“Hans cepetan.jangan sampai Melsya di bawa orang.”Mona ikut mendukung mereka berdua agar segera pacaran.

Melsya tertegun tanpa ada kata keluar dari mulutnya,dan duduk mematung dan keringatnya mengalir deras,padahal AC di kamar Mona menyala,tapi kenapa tubuh Melsya panas,ta mungkin itu adalah efek salah tingkah yang Over Dosis.

Jhonatan dan Mona tertawa pelan.dan Hans kembali tersenyum manis.dan akhirnya Jhonatan mengalihkan ke gugupan mereka berdua.

“dari pada kalian bingung…di pikirin aja nanti oke…yok bro kita berangkat.”Jhonatan mengajak Hans.

Hans untuk yang pertama kalinya pergi tanpa pamit terlebih dahulu kepada Melsya.namun Hans terus-terusan tersenyum kearah Melsya,dan itu membuat Melsya semakin berkeringat.

“oke gue pulang dulu ya Mon.get well soon.”ucap Hans tanpa kaku

“daaaa sayang..”Jhonatan memberi salam perpisahan untuk  Mona.

“dadaaa Melsya cantik.hehehe.”Jhonatan masih sempat meledek Melsya.

Melsya masih mematung,Mona hanya bisa memandangi wajah Melsya yang gugup,tak seperti biasanya dan itu mengundang Mona untuk tertawa.setelah Jhonatan dan Hans sudah tidak berada di sana.Melsya tanpa ragu berteriak keras.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaa…gue sebel…sebel…loe lagi..malah ngedukung Jhonatan.gue malu tau nggak.aduh harga diri gue gimana nih.”

Mona lagi-lagi hanya bisa tertawa geli.setelah Melsya agak terdiam,Mona memberitahukan susuatu hal kepadanya.

“tau sesuatu hal nggak Mel?”Mona berusaha membuka obrolan

“gue serius nih Mel.oke dengerin ya…si Hans niat mau nembak loe.”

Mona mengucapkan kalimat itu dengan cepat.

“HAH?”Melsya tidak percaya

“Hans niat mau nembak elo.”Mona menyakinkan Melsya.

“OMG?serius loe?”Melsya akhirnya tidak marah lagi.

“yaiyalah,masa gue bo’ong.dia udah nyerita banyak sama Jhonatan,dan Jhonatan ngomong sama gue waktu Hans pergi sebentar ke Toilet.”

Melsya hanya bisa tersenyum lebar,dan berubah mengerikan karena loncat-loncat seperti kangguru.

Bukan hal yang mudah untuk membedakan,mana cowok yang PHP dan mana yang benar-benar menunggu saat yang tepat untuk mengungkapkan semuanya.

Melsya hanya tinggal menunggu.namun menunggu itu sesuatu yang sulit.slow but sure saja.Semoga Melsya tidak salah memilih dan takdir memang benar untuknya,yaitu takdir untuk menunggu sejenak kebenaran sebuah kisah cinta yang abadi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s