Mas Cool Bag 3

 

 

Gambar

Hallo semua pasti pada nunggu Mas Cool Bagian 3 ya?hehehe bener nggak?enggak ya

:D,terimakasih yang udah setia baca di blog ini.Selamat membaca 🙂

 

Mas Cool Bag 3

 

 

            Hari Senin itu seluruh siswa SMA Melati dan semua guru,beserta staf SMA Melati sudah bersiap berbaris rapih,mereka yang kebanyakan tak mau mengikuti upacara,hanya bisa memilih barisan paling belakang sambil menyempatkan untuk mengobrol.Kala itu Melsya dan Mona berada di barisan paling depan,tahu mengapa?karena salah satu diantara petugas upacaranya adalah Hans,Iya cowok keturunan belanda itu.nampak muncul kesenangaan yang amat dalam di wajah Melsya saat Hans membawa teks UUD 45,dan menyempatkan untuk sedikit melirik keberadaan Melsya di barisan paling depan.

“Mel…jangan ngeliatin Hans terus..”Mona memperhatikan gelagat Melsya.

“sirik aja loe mah Mon…sirik ya Jhonatan nggak satu sekolah sama elo.”Melsya meledek Mona yang sudah tidaklagi galau.

“ya gitu deh.”Mona menimpal dengan santainya.

Pemimpin Upacara sudah memasuki lapangan,dan Upacara dimulai dengan cukup hikmat,Melsya hanya memandangi wajah Hans.saat Upacara semakin berlanjut akhirnya Pembacaan Pembukaan UUD 45,Melsya begitu semangat memandangi Hans dan mendengarkan betapa lantangnya suara Hans membaca tiap barisnya.

“Cie…cie..”Mona berbisik dengan amat pelan

“ih elo..”Melsya membalas dengan senyuman tanda gembira kepada Mona

Upacara terus berlanjut dan Melsya tak dapat mengalihkan pandangannya dari Hans.hanya melihat Hans saja hati Melsya melayang keudara bagaimana jika dia tersenyum kepadanya mungkin Melsya akan pingsan seketika ditempat.Melsya sangat kagum dengannya walau memang Melsya tahu saat itu Hans hanya berpura-pura tak bisa mengerjakan PR Matematika,Hans kan murid terpandai di kelasnya,mungkin hal itu sudah di sadari Melsya,saat itu Hans hanya mencari alasan saja untuk mengembalikan Novel yang terbawa olehnya.

Saat itu Upacara telah berakhir semua siswa SMA Melati berhamburan menuju kelas masing-masing karena hujan datang tiba-tiba,padahal semua siswa mengharapkan bahwa hujan turun sebelum Upacara berlangsung,ternyata Alam tidak mendukung do’a mereka.disaat bersamaan Hans dan Melsya berpapasan.Hans ingin menuju kelasnya begitupun Melsya.saat tu Melsya hanya tertunduk lesu tanpa mengetahui siapa sebenarnya yang menghalangi jalannya,Hans juga tidak menyadari itu adalah Melsya.saat mereka ingin mengalah mereka bersamaan bergeser ke kanan,lalu bersamaan bergeser kekiri.Melsya yang geram lalu mendongakkan kepalanya.

“Heh…loe tu ya….”Melsya terpaku melihat wajah Hans begitu dekat tak pernah sedekat saat itu.Melsya meringis malu.

“eh elo Mel?Sory maafin gue…kamu duluan deh yang jalan..”Hans mempersilahkan Melsya dengan memberi jalan untuk Melsya

Melsya tak mampu berkata-kata apapun,lagi pula saat itu Melsya sedang terburu-buru.

“Mel…hati-hati lantai licin..”Hans memperingatkan Melsya setelah berlalu dari hadapannya

“Oke Hans..”Melsya sedikit menatap Hans lalu tersenyum begitu juga dengan Hans

Di kelas menunggu guru datang Melsya senyum-senyum seperti orang gila.Mona yang memang teman sebangku Melsya mulai khawatir.

“woy…loe dari dulu hobynya ngelamun…kesambet baru tau rasa..”Mona tersenyum kecut menatap Melsya.lalu mereka tertawa

“loe lagi mikirin Hans ya…ayo ngaku?”Mona membaca pikiran Melsya

“loe tau aja Mon…darimana loe tau?”ditanya malah berbalik nanya begitulah Melsya

“gue kan calon psikolog Mel,kayak nggak tau aja?”

“apaan coba psikolog?”

Suara tawa mereka membahana di ruangan kelas,namun tak apa untung saja guru belum datang.padahal gurunya terkenal sadis lho.dia bernama Ibu Morin guru B.Indonesia yang paling keren dan asli sangat judes,bagaimana tidak saat itu padahal berada di ruang kelas namun Ibu Morin tetap keukeuh memakai kacamata jengkol hitam,gayanya juga sangat modis dan terkenal judes bila melihat muridnya tidak berpakaian rapih.dengan tegar menghadapi Ibu Morin yang super judes semuanya merapihkan baju yang keluar dan bersiap karena sudah melihat kedatangan Ibu Morin dari kejauhan dengan kacamata jengkolnya.

“Pagi anak-anak?”

Ibu Morin memasuki kelas dan menatap satu persatu penampilan semua siswa di kelasnya.satu satunya anak yang sedang melamun dan terlihat bahagia di panggil kedepan

“Kamu…kedepan..”

“Saya bu?”ucap anak itu

“Siapa nama kamu?”

“Saya Melsya bu…”Melsya tertunduk pasrah,kelas begitu hening.Mona memberi isyarat.sambil menunjuk baju Melsya

“Baju loe Mel…Baju loe…”hanya menggerakkan bibir tanpa mengeluarkan suara.

Ibu Morin menatapi Melsya dari bawah keatas,lalu berkata

“Anak-anak jangan seperti dia ya,berpakaian sembrono tidak rapih,ibu tidak suka…untuk hari ini saya maklumi silahkan duduk kembali dan rapihkan bajumu.”

Suara “huuuuuuuuuu….!”mengiringi Melsya duduk kembali di bangkunya

Malu setengah mati kala itu Melsya hanya tertunduk lemas.kepasrahan membawa derita

“elo sih ngelamun lagi tadi…”Mona menyalahkan tindak tanduk Melsya

“nah elo nggak ngasih tau gue?”

Mereka saling menyalahkan namun tak mengapa suasana berubah dingin setelah pelajaran dimulai.tak bersabar menunggu usainya pelajaran B.Indonesia,Melsya dan Mona hanya bisa membuat diri sendiri terhibur dengan menatapi penampilan gurunya,tindakan buruk jangan ditiru,OK!.setelah menghadapi dengan sabar,cobaan itu hilang,bel berbunyi menandakan berganti mata pelajaran yang lain yaitu Matematika,kali ini gurunya baik dia Pak Ajang wataknya ngemong sehingga pelajaran berjalan lancar dan usai dengan mulus.akhirnya waktu istirahat yang sangat dinanti tiba,Melsya dan Mona bergegas menuju kantin.

“Gila gue pusing banget sama PR yang Pak Ajang kasih.”Melsya melepas pening sambil meraih sendok untuk memakan semangkuk Bakso hangat dihadapannya

“ah..udah gampang itu mah,tinggal minta diajarin si Hans aja..”Mona memberi solusi

Melsya yang kaget,tersedak dengan kuah Bakso yang memaksa keluar.

“Minum…minum…”tangan Melsya mencari-cari gelas berisi air

“yaeleh emang kenapa sih loe?”Mona memberi Minuman yang sudah terlebih dahulu datang

“ya gue sih pengennya gitu…tapi masa cewek agresif banget?”Melsya memupuskan seketika harapannya

Melsya memang cewek yang pandai namun terlalu sering merendah.

“loe sama Hans itu sama-sama pinter,jadi nggak masalah kalau loe duluan yang agresif.”Mona mulai menyusul memakan Bakso yang akhirnya datang.

“gue mau makan dulu…soal ini kita bahas pulang sekolah.”Melsya memakan Baksonya dengan sangat lahab sambil berharap Hans datang juga ke kantin

            Di lapangan basket Hans selalu menyempatkan untuk bermain Basket bersama Keno dan yang lainnya.Banyak sekali cewek yang memang sudah di ketahui Melsya,ada beberapa dari mereka sudah menembak Hans duluan namun untungnya sampai sekarang Hans masih terlihat sendiri,namun terkadang selalu ada saja celah yang di terobos oleh cewek-cewek gatel itu membuat semakin tipis saja kesempatan Melsya untuk sekedar semakin dekat saja,namun untung saja di luar sekolah Melsya mempunyai banyak peluang bertemu Hans bahkan Hans lah yang memulainya,dan Melsya tak perlu repot mencari celah dari antara cewek yang memang suka pada Hans.Bila cinta memang harus di kejar mengapa tidak?tapi jangan lupa untuk lebih mengingat tentang harga diri dan keberanian.

***

Mata memang melihat Hans namun tak berani menampakkan diri,Melsya melangkah gontai berdampingan dengan Mona menuju Perpustakaan Kota setelah pulang sekolah untuk mencari sedikit ketenangan untuk mengerjakan PR Matematika.memang banyak hal yang belum diketahui Melsya mengenai Hans namun setidaknya Melsya berusaha mengetahuinya.Mona sangat muak melihat Melsya seperti memikirkan jutaan uang hilang.

“Mel loe kenapa sih?”Mona hanya bisa bertanya

“Mon…elo…maksud gue!menurut loe..gue pantes nggak sih dapetin Hans?”tanya ragu datang dari hati Melsya yang begitu jujur.

“yaelah Hans lagi…udah loe nggak usah khawatir biar gue yang nanganin.OK?”

“Maksud loe apa Mon?”Melsya kebingungan dengan jawaban Mona yang menyuruhnya jangan khawatir dan dia akan mengatasinya

Mona tidak menjawab pertanyaan Melsya…akhirnya setelah bagi Melsya begitu lelah menempuh jarak yang dekat dengan rasa kalut dihati memang berpengaruh besar.sampai juga di Perpustakaan Kota.

Di sana mereka bisa sedikit serius mengerjakan PR Matematika,karena bila di rumah mereka malah sama sekali tidak bisa berkonsentrasi.sambil sesekali memukul mukul kan alat tulis kekepala dan setelah menemukan jalan lalu berkata “Ahaaaa…”Begitupun untuk soal-soal selanjutnya.Untuk soal yang terakhir yang sengaja mereka lewatkan.soalnya panjang dan pertanyaannya banyak sekali..mulai kelelahan berfikir akhirnya mereka merefresh otak dengan membaca buku yang dianggap memang menarik untuk anak sesusia mereka.akhirnya menyadari bahwa otaknya memang benar-benar mentok dan menemui jalan buntu tak bisa segera menyelesaikan PR Matematika.akhirnya mereka menyerah lalu bergegas pulang kerumah karena hujan akan turun lagi.Melsya mengharapkan hari itu akan datang,saat Hans bersimpuh dan memohon cintanya.Mona dan Melsya dengan semangat menuju masing-masing rumah.

Tak seperti biasa,Hans tidak mengirimkan satu pesanpun hari itu Melsya sangat menunggu datangnya pesan singkat di handphonenya dari Hans.

Ragu datang dalam nalar Melsya.dia ingin menanyakan bagaimana cara mengerjakan soal Matematika yang belum selesai di kerjakan,terlihat gundah malam itu mengambil handphone lalu meletakkannya kembali seperti itu selanjutnya terus menerus,hingga lelah Melsya berharap nanti bisa bertemu Hans langsung,Melsya tertidur lelap di kamarnya.

***

Ke esokan harinya,Melsya kembali bersemangat.Dia kangen menggunakan scooter nya,lalu dengan senangnya mengendarai scooter itu dengan perasaan gembira seolah melupakan hal yang tak perlu di fikirkan kemarin.

Di sekolah,saat itu Hans kebingungan karena semakin banyak cewek yang mengaguminya,berusaha mencari solusi kepada Keno.

“Bro…gue pusing nih makin lama makin banyak cewek yang nge fans sama gue..”

“Cie elah nge fans?kayak artis aja loe..”

“Gue serius nih..loe bisa cariin solusi nggak?”Hans merangkul pundak Keno yang saat itu mereka berjalan berdampingan di koridor menuju kantin.

“makannya cepet tembak si Melsya,biar cewek-cewek yang nggak jelas itu nyingkir dari elo.”Keno hanya bisa memberi solusi alakadarnya

Hans tak bisa berkata-kata saat Keno memberi solusi seperti itu

“woy…kenapa loe Hans?nggak berani?”Keno menggoda Hans

“bukan sih…gue kan baru aja kenal sama dia…butuh waktu lagi…”

“gue bakal dukung keputusan loe.”

Akhirnya sampai juga di kantin,dengan cepat Hans dan Keno menyerbu makanan yang ada di kantin,mereka sering tidak sarapan di rumah.untung saja para fans Hans belum datang,maka sejenak Hans bisa santai.

Sesampainya di sekolah,Melsya memarkirkan scooternya lalu bergegas beranjak menuju ruang kelas,Mona memberi pesan singkat sebelum Melsya berangkat sekolah saat itu.

“Mel,loe kalau udah sampai sekolah buruan ke kelas gue ada kabar bagus.”

Setelah bergegas cepat,dan akhirnya sampai di kelas Melsya hanya menemui ruangan kosong di kelasnya.

“Mana si Mona…busyet deh gue udah ngebut tadi di jalan.”Kesal Melsya

Melsya hanya sendirian di kelas memasang wajah bad mood karena menunggu Mona datang.dia hanya bisa melihat ke arah lapangan membayangkan Hans ada di sana,karena saat Hans bermain basket dia Nampak semakin gagah.tak di sangka-sangka ada dua orang yang lewat di depan kelasnya sambil tertawa bersama-sama membicarakan sesuatu.Mereka adalah Hans dan Keno yang sudah selesai dengan urusan kantin.Melsya hanya ternganga melihat kejadian tadi seolah saat Hans lewat dunia Melsya serasa di slow motion.

“Ya ampun rejeki di pagi hari.”Melsya yang tadinya kesal menunggu kehadiran Mona berubah sumringah

Tak lama setelah itu Hans kembali berjalan menuju kelas Melsya karena menyadari keberadaan Melsya di sana.Melsya sama sekali tak menyadari suara langkah kaki yang mengintainya.Hans melongok di depan pintu kelas Melsya.terlihat di sana Melsya hanya tersenyum-senyum sendirian.

“Kok senyum-senyum sendiri…ngelamunin gue ya?”

Kedatangan Hans mengagetkan Melsya.lalu hanya bisa terpana dan merasa malu.Hans mulai mendekat dan duduk di bangku kosong di sebelah Melsya.

Berusaha menyadarkan diri agar tak malu.Melsya pun mulai berkata

“eh elo Hans..pagi amat?”

“harusnya gue kali yang nanya kayak gitu.loe tumben pagi amat?”Hans membalik pertanyaan

“gue kan bawa scooter,takut macet di jalan..kalau loe ngapain pagi amat ke sekolah?”Melsya biasa saja tak canggung lagi di depan Hans,karena Hans menyesuaikan diri dengan Melsya.

“gue tiap hari emang berangkat pagi kali.eh tumben loe nggak di anter sama sopir loe itu..?”Hans bertanya sambil tertawa geli mengingat kejadian saat pertama kali bertemu Melsya

“ogah…males gue.elo pasti inget waktu itu ya?”Melsya mengingatkan kejadian waktu itu.

“iyalah..masa gue bisa lupa sama muka cengong loe waktu bingung gue pergokin loe maling di kantin.”Hans meledeki Melsya

“ye gue nggak maling kali.”Tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian saat itu.

Lalu setelah selesai tertawa mereka hanya saling diam.lalu Hans menyadari sudah terlampau lama dia di kelas Melsya,dan akhirnya

“Mel..gue ke kelas ya…daaaaaa.”Hans terburu-buru keluar dari kelas Melsya

“OK!”Melsya mengangguk dan tersenyum.

Sesaat setelah Hans keluar dari kelasnya..suara teman-temannya menggelegar.

“Cie…Hans..pacaran ya sama Melsya?”

Pertanyaan itu memberondongi Hans yang berusaha cepat pergi kekelasnya.ternyata mereka mengintip momen kebersamaan Hans dan Melsya.Mona dan Keno juga ada di sana.tak dapat di pikir namun bisa di terka,Keno dan Mona bekerjasama untuk membuat gossip ini.

Saat itu Mona sebenarnya setelah Hans memasuki kelas Melsya,dia sudah sampai ke sekolah dan berlari ke kelas,namun Keno mencegah Mona.

“Heh..mau kemana loe?”Keno menghalangi jalan Mona

“ya mau ke kelas lah,mau kemana lagi?”Mona bingung ada cowok dengan baju kusut menghalangi jalannya

“loe Mona kan?temennya si Melsya?”Keno bertanya kepada Mona

Mona hanya mengangguk pelan

“Jangan dulu kekelas gue ada rencana bagus.”Keno membisikkan suatu hal di telinga Mona

“Ide bagus tuh.”

Akhirnya mereka bergegas mencari teman-teman yang lainnya untuk melihat ke kelas,membuat gossip bahwa Hans dan Melsya pacaran.

Setelah Hans pergi..Melsya kebingungan dengan hal itu.dan mengira pasti Mona pelakunya

“loe ya pasti yang ngerencanain ini?”Melsya malu tidak karuan

Mona hanya mengangguk dan tersenyum sadis.

“gue nyuruh loe dateng pagi soalnya gue udah nyelesain PR Matematika,di bantu sama guru privat gue kemarin sore.”

“nah loe kenapa malah dateng telat?”Melsya menyergap Mona dengan tanya mati

“um…gue…gue kejebak macet..hehe,”Mona menyembunyikan hal itu untuk tidak di ketahui Melsya bagaimana dan mengapa bisa Mona membuat gossip besar itu.

Setelah kejadian itu Melsya malu bila bertemu dengan Hans,begitu juga dengan Hans,namun sepertinya keaadan sudah mendukung agar mereka cepat memulai suatu hubungan pacaran.dan setelah gossip itu semakin hangat di bicarakan fans Hans menelan kekecewaan dan menjauh dari Hans,ada untungnya juga untuk Hans.lalu kapankah Hans bisa berani menyatakan cintanya,sepertinya Hans sudah merasakan bulir cinta mengalir dalam tubuhnya.Cinta itu pengorbanan,harus di kejar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s