Takdir Akan Berkata

Takdir Akan Berkata

           

Saat itu hari cerah,namun Orin tidak begitu enak badan hari itu,sampai-sampai mukanya pucat pasih.namun dia menguatkan tekad nya mengikuti pelajaran Olah raga kala itu.saat itu Keni menatapi Orin terus terusan,Ia takut jika tiba tiba Orin jatuh pingsan.

Bapak Dodi akhirnya memanggil Orin

“Orin,kamu kedepan pimpin pemanasan.”Pak Dodi menyuruh Orin untuk segera kedepan

Mungkin Orin sudah tidak kuat lagi menahan badannya sendiri karena tenaga saja tidak ada,Orin pingsan.terang saja teman-temannya langsung berebut menolongnya karena mereka semua peduli padanya.

“Siapa yang akan menjaganya di sini?”Tanya Pak Dodi karena khawatir.

Ada 6 orang di sana namun tidak ada yang menjawab,lalu tiba-tiba diantara mereka mengacungkan tangan.

“Saya saja Pak!”Jawab Keni sambil mengacungkan tangan.

“Tunggu dia sampai sadar ya Keni?”Perintah Pak Dodi kepada Keni

Mereka yang melihat Keni menawarkan bantuan berbisik-bisik kecil “Gawat kalau Orin kenapa napa.”

“Baik Pak.”

Keni memang bukan sahabat baik Orin hanya saja dia ingin sekali dekat dengan Orin sebagai temannya saja sudah cukup.Keni adalah perempuan yang tabah,awal kisah mengapa dia tidak mempunyai teman adalah saat itu pelajaran terakhir hari itu akan segera selesai,entah apa yang dia selalu rasakan,Keni memberi peringatan kepada orang yang dia tatapi lebih dari 10 menit.

“Ardy kalau pulang nanti hati-hati jalan licin,mungkin hanya…..”

Keni tak berani melanjutkan ucapannya secara keras namun dengan lirih dia berkata “Mungkin akan ada kejadian mengerikan.”

Ardy dan teman-teman sekelas menatapi Keni.

“Ciee Keni,perhatian banget sih.”Celetuk Sarah dengan puasnya tertawa bersama teman yang lain.

Ardy kesal sekali dengan Keni,dia memang bukan wanita yang sangat cantik dia hanya wanita biasa dengan paras biasa tanpa keistimewaan,Ardy kesal merasa di permalukan di depan semua teman-temannya.Menatap jijik kearah Keni,akhirnya bel berbunyi KBM telah selesai.hari ini Ardy puas bisa cepat meninggalkan kelas terlebih hujan mengguyur deras di iringi petir yang saling bersautan.Ardy sama sekali tidak minat memakai jas hujan,langsung tancap gas melawan hujan dengan motornya,Jalan raya memang sedikit kosong,harusnya Ardy tetap waspada,karena jalanan licin,akhirnya Ardy terjatuh dengan kerasnya.sebab air hujan membuat jalanan sangat licin sekali,Ardy bersimbah darah.untung saja Ardy tidak terpelanting ke tengah jalan karena setelah Ardy jatuh,ada truk besar menganggkut pasir di belakangnya saat itu Ardy ingin menyelip truk itu apa daya nasib malang sedang mengintai Ardy.

Samar-samar Ardy berusaha membuka mata namun hujan tak mengizinkannya,Ia melihat Mobil yang berhenti tak jauh dari kecelakaan itu,Orang itu keluar dari Mobil langsung menyuruh sopirnya dengan bantuan warga sekitar mengangkat Ardy ke dalam Mobilnya untuk segera di bawa ke Rumah Sakit,orang tersebut adalah Keni.

Entah mengapa setiap kejadian yang telah terjadi selalu Keni lah yang terpojokkan,Teman-temannya menjauhinya.sampai Ardy sembuh teman temannya beralasan takut kena sial bila mendekati Keni.

            Setelah Orin sadar,Keni berusaha menenangkan Orin.

“Kok elo sih yang jagain gue?”Orin ketakutan bukan main,padahal Keni berniat baik padanya

“aku.hanya…aku!”

Keni berusaha menyakinkan Orin bahwa tak kan ada kejadian yang terlalu buruk  menimpanya hari ini,hanya akan terjadi kesialan saja.

“Gue tau loe cari tumbal kan,sana pergiiiiii…”Orin takut dengan ucapan Keni yang bilang bahwa Orin akan sial hari ini

Mendengar teriakkan dari UKS Sarah pun datang dengan cepat.

“Sarah .loe kenapa biarin anak aneh ini nungguin gue?”Orin marah kepada Sarah

“gue tadiii..mmmm,udah lah rin,pokoknya yang penting sekarang kita keluar dari sini?”Ucapan Sarah membuat Keni marah besar,apa seburuk itukah Keni.

“Kalian,aku peringatkan,hari ini kalian sial…”Keni berkata tegas sambil menaikkan nada dan mengepalkan tangan berusaha menahan sakit hati

“Dasar anak Aneh”Hujat Sarah padanya

Bukannya berterimakasih Keni menjaga Orin,malah balasan yang buruk yang diberikan,lagi pula jika Sarah niat untuk menjaga Sahabatnya ,mengapa saat Pak Dodi bertanya,malah tidak mau menjaga Orin,padahal Sarah adalah salah satu diantara 6 orang yang membawa Orin ke ruang UKS.

“Selalu saja aku yang salah.”Keni terlihat geram menelusuri jalan menuju kelas.

Tak seburuk itu nasib Keni,untung saja masih ada orang yang mengerti keadaannya,keadaan mengapa Keni mempunyai kelebihan Melihat masa depan yang akan terjadi,dan Risa lah satu-satunya orang yang memahami keadaan itu.

“Ken,nanti kalau ada firasat jangan di ucapkan lisan,biar takdir yang berkata”Risa menuliskan surat tersebut setelah kejadian yang saat itu menimpa Ardy.Surat itu terselip di jurnal harian  Keni,Ia senang masih ada orang yang benar-benar paham keadaanya.Bagusnya Keni tidak marah dengan isi surat itu,ternyata Risa lebih peka dari pada teman sekelasnya.

Risa menyambut kedatangan Keni di kelas,lalu Risa bertanya

“Enak nih diem di UKS nggak perlu ikut olah raga”Risa berusaha membuat Keni tak canggung lagi dengannya

Maklum saja Keni adalah murid pindahan dari Pontianak,jadi perlu penyesuaian.

“enak apanya?”Keni berusaha menunjukkan kekesalannya kepada Risa agar dia dapat memberi pengertian bukan hujatan

“Bagaimana bila kamu tadi tidak menemani Orin di sana,kamu akan mengalami lebih dahsyat dari yang di ucapkan Orin dan Sarah kepada mu.maka ucapkanlah terimakasih kepada dirimu dan Tuhan.”Risa mengetahui hal sesuatu yang tidak di sadari oleh Keni

Keni hanya menganggukkan kepalanya saja mengiyakan ucapan Risa.Semoga ucapan Risa membuat Keni lebih tenang dan berfikir positive,

Fikir Keni menerka nerka,apakah Risa memiliki indra keenam sepertinya namun dia tak berani bertanya kepada Risa.

Saat itu Keni berusaha tak mendengar dan membaca keadaan,karena celotehan Sarah dan Orin makin mencuat dan membuat mental Keni tertekan

“Risa,bagaimana ini?aku melihat Sarah akan basah”tanpa mengerti maksud Keni tapi Risa hanya akan melindungi Keni agar tidak berkata sembarangan kepada Sarah

“Udah jangan di fikirin lagi.”Risa mencegahku untuk lebih dalam menelusuri sebab nya.

Akhirnya hari ini akan berakhir,Bel pulang sekolah telah berbunyi dan membuat Keni lega.

Saat itu matahari masih benar-benar terik,Sarah dan Orin berjalan berdua kearah Toilet mungkin mereka akan mempercantik diri.tak di sangka bak penampungan air diatas Sarah yang sedang menunggu Orin,terlalu penuh terisi oleh air.akhirnya tak sempat menyelamatkan diri dari guyuran air itu.Sarah basah kuyub dan terlihat uring uringan dengan kesalnya.Bagaimanapun ini Keni telah memikirkannya lebih awal.

***

            Saat ini Keni sedang gundah memandangi langit,Perasaannya kacau balau,

“Risa apakah kau mempunyai hal yang sama dengan ku?”

Hari demi hari Keni hanya dapat menyimpan pertanyaannya baik-baik agar Risa tak risih dengan pertanyaan aneh  yang nanti akan dia lontarkan.

Rumah yang dia singgahi bersama keluarganya sekarang beda keadaanya dengan yang ada di Pontianak,dahulu di Pontianak,Keni sering bercengkerama dengan beberapa makhluk beda dunia yang sering terlihat sengaja mendatanginya karena mengetahui kemampuan Keni.di Rumahnya sekarang di Sukabumi,kebanyakan makhluk di sini kurang ramah dengan Keni suatu hari saat Keni sedang berjalan menuju Sekolah,pagi-pagi buta sekali.Keni diganggu oleh lemparan sampah oleh orang yang tidak dia ketahui,Keni merasakan aura orang itu berbeda dengan manusia mungkin saja itu hantu,Keni mempercepat langkahnya.untung saja hantu itu akhirnya  kunjung menyerah mengejar Keni.Dan sejak saat itu Keni malas untuk berjalan sendirian pagi pagi buta,karena tak mau bertemu hantu yang ingin berkenalan dengannya terlebih hantu nya rupa dan tubuhnya tak dapat Keni terima.

Hingga suatu hari Keni bertemu dengan Beno,dia adalah tetangga barunya,sama seperti Keni dia orang pindahan,Beno  berasal dari Jambi dan sekarang Keni mempunyai teman yang dapat di ajak bermain setelah pulang dari sekolah yang membuatnya jengah dengan ke adaan di dalamnya.

***

            Keni bersemangat pergi ke Sekolah karena sekarang tidak lagi takut dengan gangguan hantu yang cari perhatian dari anak seperti Keni,sekarang Keni selalu berangkat sekolah dengan Beno.dia adalah sahabat Keni yang paling mengerti keadaan Keni,walau dia laki-laki namun diadapat membuat Keni nyaman di dekatnya.

“Ben,aku mau cerita sama kamu!”Keni sudah lama ingin menceritakaan keluh kesahnya pada seseorang walau ada Ibunya di rumah Keni canggung untuk bercerita dengan Ibunya.

“Cerita aja kali Ken.”Jawab Beno menerima,

Sambil menyusuri jalan bersama Beno,Keni tak sungkan untuk segera cerita mengenai masalahnya di Sekolah

“Ben,kok temen-temen aku di sekolah nggak suka kalau aku punya kelebihan ini ya?”

“maksud kamu semua orang di Sekolah,masa sih?nggak semuanya kan?pasti ada yang suka sama keadaan kamu yang seperti ini.”

“iya sih ada.namanya Risa.dia satu-satu nya orang yang nggak takut sama aku.”

“Yaudah kamu main aja terus sama Risa nanti juga lama-lama temen temen yang lain juga bakal ngedeketin kamu.”

“Iya juga ya.hehehe!”Keni meringis dengan polos nya.dia akan melaksanakan solusi dari Beno.

Mereka berdua memang beda sekolah namun setiap pagi Beno dan Keni selalu bersama menuju sekolah setelah sampai di ujung jalan komplek perumahan mereka berpisah di sana,Beno adalah Siswa SMA Merah Putih sedangkan Keni Siswa SMA Putih Abu-abu

Setelah agak lama menempuh perjalanan,Keni akhirnya sampai di Sekolah .ada yang berbeda Risa berada di depan gerbang menunggu sesuatu.

“Keniiii.”Teriak Risa memanggil Keni untuk segera ke hadapan Risa

Keni terlihat senang ada orang yang memanggilnya.Keni dengan cepat menuju ke arah Risa

“Ada apa Sa?”Tanya Keni penasaran

“Enggak ada apa-apa,yuk kita ke kelas?”Ajak Risa

Mereka akhirnya berjalan bersama dari gerbang menuju ruangan Kelas.tak lama Keni merasakan sesuatu hal lagi.

“Sa…aku ngerasain sesuatu!”Keni berusaha menahan diri untuk tidak melisankan pikirannya

“Sttttt diem,jangan di ucapkan.OK!”Ucap Risa membantu

Sebenarnya Keni merasakan ada hantu di sekolah SMA Putih Abu-abu sedang sedih di Toilet,agak aneh memang namun Keni akan menghampiri hantu itu dan akan bertanya kepadanya apa yang terjadi.

Di dalam kelas Keni tidak bisa berkonsentrasi mengikuti pelajaran yang di berikan Ibu Susan,Ibu Susan adalah guru Matematika.Keni ingin sekali segera menuju ke Toilet untuk bertanya kepada hantu perempuan itu.

“Ibu,saya izin ke Toilet.”Ucap Keni sambil berdiri.

“Silahkan.”

Keni segera menuju ke arah isak tangis hantu perempuan itu.semakin mendekat Keni memperlambat langkahnya sedikit takut dan merasa gundah suara tangis itu semakin terdengar jelas.

“Mbk,permisi mbk.”Keni memberanikan dirinya

Setelah hantu tersebut terlihat,Keni mulai berbicara,dan hantu tersebut sudah berhenti menangis

“Mau apa kau kesini?”Hantu tersebut marah

Dia adalah hantu yang tidak biasa kita dengar,bukan kuntilanak ataupun genderuwo,dia adalah hantu perempuan cantik yang mengenakan gaun putih berenda.usianya sepertinya hampir sama dengan usia Keni.

“Maaf aku hanya ingin tau,kamu ini siapa?”Keni mencoba mengalahkan ketakutannya

Dia tidak menjawab hanya menatap tajam mata Keni.

 “Aku merasakan,kesedihanmu ini bukan hal yang biasa,hingga aku dapat merasakannya.dan aku takut kesedihanmu membuat hal yang buruk terjadi.”Keni khawatir dengan keadaan sekolahnya yang tak biasa angin bertiup kencang,padahal di luar Sekolah tidak begitu cuacanya.

“Aku…aku takut hal itu benar-benar terjadi pada sekolah ini.”Hantu itu berusaha memberitahukan suatu hal kepada Keni.

“Maksud kamu apa?”Keni penasaran sambil mulai menyamai posisi duduk Hantu itu.

Setelah posisi duduk Keni sama dengan hantu itu.Keni tetap kukuh ingin tau siapa nama hantu tersebut.

“Boleh aku tau siapa nama mu?”Keni mengulurkan tangannya

Dia dengan sedikit heran ada manusia seperti Keni yang malah mendekatinya.dia menyambut uluran tangan Keni.

“Aku Meri….”sambil agak tersenyum melupakan kesedihannya

“Oya Meri boleh aku tau apa yang sedang kamu rasakan tentang keadaan sekolah ini?”

“Apa aku bisa mempercayaimu?”Meri terlihat masih canggung dengan adanya Keni di sampingnya

“Aku akan membantumu Meri,tenang saja.”Jawab Keni agar Meri percaya kepadanya.

Kata demi kata yang di ucapkan Meri,benar-benar di resapi oleh Keni,sampai tak menyadari sudah lama sekali dia berada di Toilet.namun melihat ada bahaya akan terjadi pada seseorang Keni berusaha menghilangkan rasa cemas tertinggal pelajaran Ibu Susan.Risa yang kala itu peduli dengan Keni,akhirnya mencari Keni ke Toilet.

“Keni.kok kamu lama banget di Toilet?”Risa mencari kesetiap sudut Toilet.

Keni dan Meri panik,namun Keni ingin mengetahui apakah benar Risa mempunyai kemampuan sepertinya.

“Risa,aku di sini.”Risa melihat Keni hanya sendiri saja di sana

“Keni..kamu kenapa sendirian di sini?”Tanya Risa menandakan bahwa Risa tak dapat melihat Meri disana.Keni pun menyimpulkan bahwa Risa tak memiliki kemampuan sepertinya.

“Aku nggak sendiri kok,aku…aku sama…eh enggak maksudku tadi aku sakit perut banget jadi deh lama di sini.”Keni gugup menjawab pertanyaan Risa,dia kira Risa memiliki kemampuan sepertinya,namun tak  apa itu membuat Keni lebih menghargai Risa,karena dia adalah satu satunya orang yang mau berteman dengan Keni.

“Tunggu apa lagi?ayo kita ke kelas.”Risa khawatir Keni tertinggal pelajaran ini,Matematika perlu di tekuni dan jangan sampai bolos dari jam pelajaran tersebut.

Tangan Keni di tarik oleh Risa,Keni pasrah saja

Sambil memberi isyarat kepada Meri,Berterimakasih kepada Meri.

Di kelas ,Keni,memikirkan sesuatu.

Meri bilang saat di Toilet tadi kepada Keni.

“Sekolah ini…3 hari lagi akan di gunakaan para hantu untuk berkumpul,bukan hantu biasa,aku tidak ikut kawanan hantu tersebut,mereka di pimpin oleh….aku tak berani memberitahukanmu,lalu hati-hati Keni,aku khawatir 3 hari kemudian adalah hari Jum’at,ada yang akan terkorbankan.”

“lalu siapa yang akan terkorbankan?”

“Kamu akan mengetahuinya nanti.”Meri sedih karena,dia ketakutan dengan kedatangan para hantu jahat itu,dia telah lama tinggal di sekolah ini,hanya dia sendirian di Sekolah ini.

Lamunannya hancur lebur setelah Ibu Susan memanggil Keni untuk maju kedepan untuk  mengerjakan soal,Keni bergetar hebat,takut tak dapat mengerjakan soal tersebut,lama sekali Keni berdiri di depan white board,akhirnya Ibu Susan berkata

“Makannya anak-anak jangan melamun saat belajar ya?”Ibu Susan menyindir Keni.lalu Ibu Susan menyuruh Keni untuk kembali duduk kembali,teriakan teman-temannya masih terdengar keras.Keni hanya tertunduk malu tak berdaya.untung ada Risa yang berbisik kepada Keni

“udah jangan di pikirin,anggap mereka nggak ada.”

Setelah pelajaran Matematika berakhir di tandai dengan berbunyinya bel pulang sekolah.semua siswa SMA Putih Abu-abu segera berhamburan keluar kelas,Tetapi Keni hanya tertunduk lesu menunggu ruang kelas kosong agar dia bisa lebih tenang kelur kelas tanpa di pandang dengan tatapan aneh oleh teman-temannya.Risa hanya bisa menunggu Keni untuk segera bangkit dari tempat duduknya

“Hey…ayo pulang mau sampai kapan di sini?”Risa mengajak Keni dengan semangatnya

“Aku sedang betah di sini Risa.”sambil meringis Keni menjawab tanya Risa.

Keni pun beranjak dari tempat duduknya,lalu pulang bersama Risa.Sekarang Keni bimbang harus menceritakan tentang hal tersebut atau tidak kepada Risa.namun setelah berfikir lama Keni sebaiknya tidak perlu menceritakan itu kepada Risa.

***

Setelah berusaha merahasiakan hal yang akan terjadi kepada siapapun termasuk Risa,hari yang di tunggu oleh Keni akhirnya datang.Keni menempuh perjalanan menuju sekolah dengan cemas,saat itu Beno lagi-lagi berangkat bersamanya.

“Ken,kamu kok aku liat belakangan ini kayak orang lingluung ya?”Beno penasaran beban apa yang sedang di tanggung oleh Keni

“ah masa sih?”Keni tak mau bercerita sama sekali kepada Beno

“ada masalah sama temen sekelas lagi ya?”Beno menerka

“i…iya Ben.”Jawab Keni berbohong.

“sabar ya…kan udah aku bilang jangan takut sama orang kayak mereka?”Beno dengan sok tau berkata seperti itu,padahalkan Keni sedang memikirkan hal lain selain masalah dengan teman sekelasnya.

“iya Ben,makasih…aku akan berusaha.”Keni berkata seperti itu sambil berpisah di ujung jalan dengan Beno.

Langit kala itu,terlihat begitu mendung,angin pun bertiup lebih kencang dari pada 3 hari sebelumnya.Keni berusaha mencari keberadaan Meri di Toilet.sambil memanggil-manggil namanya

“Merii…..Merii..di mana kamu?”

Keni tak menemukan Meri,sama sekali tak melihat Meri berada di toilet seperti biasanya.Keni pun mulai cemas,semoga saja tidak terjadi begitu buruk keadaanya.

Kembali ke kelas dengan langkah cepat.di kelas Keni menatapi wajah teman-temannya,hingga ada yang berbisik

“ih kayaknya bakal ada yang sial hari ini!”

Keni berusaha menebak siapa yang akan terkorbankan,Keni tak menemukan di kelasnya.bagaimana ini dia harus membantu orang tersebut untuk lari dari bahaya.

Kebetulan hari Jum’at adalah hari dengan jam KBM yang singkat,siswanya pun pulang cepat namun,ada juga yang diam di sekolah untuk mengikuti ekskul sambil menunggu para laki-laki yang beragama islam menunaikan ibadah sholat Jum’at.

Sebetulnya Keni,tak mau mengikuti ekstrakulikuler hari ini,takut bila nanti hal tersebut terjadi dialah yang akan di salahkan.

Berjam-jam kemudian,jam menunjukan pukul 17.00 langit sudah ,mulai mendung,Keni berusaha memandangi semua teman ekskulnya namun tidak dapat menemukan jawabannya.

Akhirnya ekstrakulikuler hari ini berakhir,Keni terpaksa harus berdiam diri dulu mendengarkan bimbingan kakak Pembina Pramuka,karena dia terpilih sebagai sebagai salah satu pendamping saat kemah minggu depan.hanya Keni,Risa,Jane,Dimas,Viko,dan Eka saja yang terpilih.Keni berusaha serius mendengarkan setiap ucapan dari kakak Pembina Pramuka.

Ada yang mulai aneh di sekitar sekolahnya.angin semakin bertiup kencang,ada peringataan yang datang kepada Keni.Wajahnya terlihat ketakutan.lalu berjongkok sambil mengeluarkan suara.”Stttt…diam…Sttttt….diaaaam” Keni berjongkok sambil menutup telinga,matanya me merah.Risa dan yang lain mulai khawatir dengan kelakuan Keni kala itu.

“Pulang…pulanggg…cepat pulang.”Keni berteriak kencang.mereka semua menuruti perkataan Keni dengan segera menuju ke gerbang sekolah,Keni memimpin dan berusaha melindungi yang lainnya.saat itu Keni melihat penampakan seperti Meri namun berbeda karena cahaya merah mengelilingi tubuhnya dengan bayangan yang amat banyak mengiringi Meri.

Setelah aman,Keni menenangkan diri sendiri di rumah.Yang lainnya pun sudah aman sampai ke rumah .Keni takut terjadi sesuatu pada salah satu diantara mereka,Keni mencoba menghubungi mereka,termasuk kakak Pembina dan untung saja tidak terjadi apa-apa kepada mereka.

***

Pagi hari di sekolah,Risa,Jane,Viko,Dimas,dan Eka sudah berkumpul di koridor kelas  menunggu kedatangan Keni.ada hal yang ingin di ketahui oleh mereka.

“Keni…!”Risa berteriak memanggilku sambil menyambutku dengan senyuman.

“Ada apa nih,tumben ngumpul di sini?”Keni penasaran bukan main

Sejenak semuanya tak berbicara sepatah kata pun.

“jangan marah ya Ken,kita Cuma mau tanya aja.kemarin itu ada apa sih?”Tanya Jane penasaran

“Apa…umm…apa kalian tidak akan menganggapku aneh lagi?”Keni berusaha berfikir jernih

Mereka mengangguk memantapkan jawaban bahwa mereka tidak akan mengganggapnya aneh.dengan menghela nafas Keni menceritakan kejadian kemarin sore.

Kejadian kemarin sore benar-benar tak terduga tidak ada korban sama sekali,berbeda dengan ucapan Meri yang bilang akan ada yang terkorbankan.Keni menceritakan makhluk yang dia lihat dan dia mendengar peringatan “Pulang…pulang atau kalian akan kami ajak ke dunia kami.”.

“aku bersyukur kalian mau mendengarkan apa kata ku untuk segera pulang.”Keni tersenyum dan berusaha menyembunyikan siapa sosok hantu itu sebenarnya.

Mereka tersenyum kepada Keni,dan berterimakasih kepadanya

“aku harap kalian tidak menceritakan kejadian ini kepada siapa-siapa.”

Mereka mengangguk dengan mantap.

Keni yang sangat ingin menemui Meri dengan keberaniannya menuju Toilet tempat saat dia bertemu Meri untuk pertama kalinya.

“Meri….Meri…aku ingin berbicara kepadamu.”Keni memanggil manggil Meri.namun hasilnya nihil sejak kejadian itu Meri tak lagi menampakkan diri lagi.

***

Setelah 4 bulan berlalu Keni sudah mempunyai banyak sahabat baik yang mau menerimanya apa adanya,teman sekelasnya pun mulai bisa menerima keadaan Keni yang mempunyai kemampuan berbeda tersebut.

Saat itu hari sangat cerah tidak ada ketakutan sama sekali untuk menuju Toilet.Keni seperti biasa mencari Meri tanpa menyerah lalu tiba-tiba kertas putih yang kusam tersapu angin lalu jatuh dihadapan Keni,mengambil kertas tersebut dengan penasaran Keni membaca kata demi kata yang tertulis di kertas tersebut.

Saat itu aku membohongimu,Maaf kan aku Keni,namun takdir ingin,kamu tetap hidup,aku biarkan kamu hidup sampai sekarang.Maaf

Marry

Tulisan tangan di kertas kusam tersebut adalah milik Meri.dengan jantung berdebar Keni berlari meninggalkan Toilet tersebut.

Keni berusaha menenangkan diri.dan mengatakan dalam hatinya”Jadi ternyata saat itu,yang memimpin upacara tersebut adalah Meri,dan yang terkorbankan adalah Aku.”

Keni menitihkan air mata,Tuhan masih sayang dengannya.Risa yang melihat Keni gundah langsung menghampirinya.

“Kamu kenapa Ken?”Risa langsung memeluk Keni

“aku nggak papa kok Sa.”Keni berusaha menahan bebannya

Walau Keni tau bahwa kejadiaan tersebut sudah berlalu,namun itu membuatnya ketakutan untuk membuka diri dengan  makhluk halus lain di sekitarnya.Dan kejadian itu di jadikan pelajaran oleh Keni,untuk lebih memperkuat imannya.

 

-Selesai-

Gambar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s