Mas Cool Bag 2

Ini dia Bagian yang ke dua,kali ini Mona yang akan lebih mendominasi Bagian dua.Selamat Membaca.Jangan bosan bosan ya!!! 🙂

Mas Cool Bag 2

            Mona sedang pusing mikirin Jhonatan yang tiba-tiba marah gara-gara si Mona telat dateng ke acara ulang tahun Jhonatan.ya namanya juga pacaran apa-apa di jadikan masalah.kali ini bukan galau lagi tapi galau banget.

“Mel,gue lagi berantem nih sama Jho.:(!”Mona mengirim WhatApp pada Melsya

            “lho kok bisa?”tanya Melsya

            “kamu lagi di mana Mon?”

            “gue juga ada cerita sama loe.”

“Gue ada di rumah,kesini aja Mel.gue lagi galau nih:( !

            Saat itu sebenenar-benarnya Melsya sedang bersama dengan Hans.namun merasa ada sehabatnya yang sedang membutuhkan bantuannya.Melsya langsung meminta di antarkan oleh Hans ke rumah Mona.namun Melsya tidak menyarankan Hans untuk singgah di rumah Mona nanti.Hans menancap gas untuk segera sampai tujuan yang di minta Melsya.

“Hans makasih banyak ya loe mau nganterin gue?”ucapan terimakasih Melsya amat mempunyai makna yang jelas dengan tatapannya

“iya nggak masalah kok.ngomong-ngomong,ini rumah Mona?”tanya Hans pada Melsya

“iya ini rumahnya si Mona,yaudah ya Hans gue masuk dulu.Makasih banyak Bye!”sambil terburu-buru masuk kerumah Mona,Melsya sempat memberi salam perpisahan pada Hans.

“Bye.”sambil melambaikan tangan Hans membalas lambaian tangan Melsya

Derungan motor matic Hans perlahan jauh dari telinga.akhirnya Hans pulang dengan bergembira hati.tak di sadari Hans mengingat sesuatu yang harusnya di berikan kepada Melsya.

“ya ampun novel ini kan punya si Melsya.kebawa deh sama gue.besok aja deh gue balikin!”Hans baru menyadari novel yang di beli Melsya bersamanya tadi terbawa olehnya

Di kamar Mona yang serba Pink.perlahan hentakan kaki Melsya mendekati tubuh Mona yang saat itu terlihat tertunduk lesu sambil memeluk boneka teddy bear nya.

“Mon,loe kenapa?”Melsya menyentuh tangan Melsya

Apakah Mona tertidur karena kehabisan air mata dan lelah,entahlah.

Mata Mona perlahan membuka,samar-samar melihat wajah Melsya di hadapannya

“Mel?udah lama loe di sini?”Mona bertanya dengan lemasnya kepada Melsya

“Baru aja dateng kok Mon.loe kenapa sih kok galau nya kayak begini?”Melsya heran.ternyata Mona yang sangat amat cerewet bisa juga menjadi galau maksimal seperti itu.

Hati-hati galau bisa melanda anda yang sedang Jomblo.

“yaiyalah Mel yang namanya galau itu kayak gini.”Mona ketus menjawab Melsya

“aduh jelek banget ya kalau loe lagi galau,udah jangan sedih Mona sayang!”Melsya mencoba mendinginkan suasana

“Mel!”Mona susah sekali ingin bicara keburu malah nangis duluan

“Mel!”Mona sudah mulai mengeluarkan air mata lagi.dan Melsya bersabar mendengar lanjutan kata yang keluar dari mulut Mona.

“gue lagi berantem nih sama Jho.gara-gara gue telat dateng.”Mona tak sanggup lagi bicara

“ya ampun Cuma gara-gara telat dateng?,mungkin Jho lagi bad mood banget hari itu jadi dia marah sama kamu,nggak papa kali Mon,kalau misalnya Jhonatan memang benar-benar sayang sama loe,dia juga nanti baikan lagi sama loe.”Melsya menenangkan hati Mona yang sedang kalut.

“tapi dari kemarin Jho nggak ngehubungi gue,gue telephon malah di reject.”lanjut Mona sambil menangis

“positive thinking aja Mon,mungkin aja dia lagi nggak punya pulsa atau HP nya jatuh ke got.mungkin aja kan?”Melsya selalu saja berusaha membuat tersenyum Mona

10 menit kemudian setelah Melsya mengeluarkan jurus nasehat nya,dia mulai capek menyakinkan Mona bahwa Jhonatan sebenarnya juga ingin baikan lagi.Saat itu keduanya saling diam.Mona mulai berhenti menangis karena kecapek-an nangis melulu.dan Melsya tertidur pulas di ranjang empuk milik Mona.Mona yang kebingungan saat itu ikut tertidur menyusul Melsya.untung saja besok hari Minggu,sekolah libur.

***

Pagi harinya,mata Mona bengkak.sekarang giliran galau gara-gara mata bengkak.maklum Mona adalah cewek yang amat perfeksionis.Melsya yang baru saja bangun,melihat Mona di depan cermin berkaca diri dengan begitu dekat mempermasalahkan mata bengkaknya.

“Mel mata gue,kok jadi kayak mata Panda?”Mona bertanya pada Melsya

“nggak tau,awas ya kalau loe nangis lagi?”Melsya kecapek-an semalam tadi tidurnya nyenyak sekali.dan Mona sekarang mulai semangat kembali.Melsya sepertinya memiliki sebuah ide bagus.Udara pagi ini sangat mendukung,hujan pun mulai mengalah pada matahari dan Minggu pagi begini baik jika di manfaatkan.

“Mon,loe punya celana training 2 kan?”dengan semangat bertanya kepada Mona

Mona sedari tadi sibuk di depan cermin meratapi mata bengkaknya yang tak kunjung berubah.dengan memberikan sedikit anggukan kecil mengisyaratkan jawaban “Iya!” dari Mona.

“Kita lari pagi yuk,mumpung ujan udah berenti?”tetap saja ajakan Melsya di hiraukan oleh Mona

Tak sabar melihat Mona yang terlihat amat lesu dan kusut,Melsya menarik Mona untuk segera menunjukkan dimana letak celana training itu berada.

“sabar dong Mel,gue kan lagi galau.”dengan sedikit menatap sinis kearah Melsya

“galau itu bukan hal yang bisa loe pake buwat alasan tau?”nampaknya Melsya enggan kalah dari Mona.

Setengah jam kemudian matahari sudah mulai terik namun masih bersahabat sekitar pukul 08.00 akhirnya mereka siap untuk berlari-lari mengelilingi kota Sukabumi yang indah dan asri namun sekarang sudah banyak RUKO yang di bangun di kawasan per-Kotaan ini,namun tetap saja pohon yang hijau selalu memperindah setiap sudut Kota walau sekarang, RUKO mulai mendominasi.

“ayo dong semangat.loe jangan lesu gitu dong Mon!”Melsya kesal sekali dengan kelakuan Mona yang tak kunjung berubah

Tanpa sepengetahuan Mona,Melsya dengan sigap menghubungi Jhonatan ,melalui SMS.

“Jho,loe bisa bantu gue nggak?scooter gue mogok nih!”Berbohong demi kebaikan memang wajar

Sedikit lama Melsya menunggu balasan dari Jhonatan,sambil berusaha menghibur Mona yang nampak tak bergairah berlari pagi

“bisa Mel,mogok di mana?nanti gue ke sana.”balas Jhonatan lewat SMS

Jhonatan siswa SMK Otomotif ,jadi tentu saja bisa menangani motor mogok milik Melsya.

“Jl.Siliwangi Jho.”Melsya melancarkan rencana menemukan Mona dengan Jhonatan

Masalah selalu datang begitu saja.namun bila Cinta yang membuat suatu hal tersebut datang maka keduanya harus saling mengerti bukan saling menyalahkan.Mona baru saja pacaran sebulan namun rintangan cepat sekali datang,bagaimanakah dengan Melsya dan Hans mereka baru sebulan juga berteman dekat.

Sedikit berlari-lari kecil Melsya mengajak Mona untuk bersemangat agar segera sampai ke Jl.Siliwangi.Semoga saja rencana Melsya berhasil.

“Mel,tumben banget loe milih jalan ini?”Mona menyadari ada yang janggal

“gue lagi pengen aja kesini,lagian apa salahnya kan?”Melsya tersenyum menyembunyikan kebohongan kecilnya.

Dari kejauhan Melsya sudah melihat kedatangan Jhonatan,lalu bagaimana cara menemukan Mona dengan Jhonatan.

“Jho,gue ada di deket Cafe GP!”dengan cepat Melsya mengirim SMS pada Jhonatan,lalu Melsya berusaha menempatkan Mona di depan Cafe GP.

“Mon,loe tunggu sini ya?gue mau beli minum dulu,jangan kemana-mana.”

“gue ikut loe aja ya?”Mona bingung mengapa Melsya ingin membeli minum saja,sampai meninggalkan Mona di depan Cafe yang belum buka.

“jangan,loe  di sini aja.”Melsya berlari-lari meninggalkan Mona.

Jhonatan akhirnya berada tepat di depan Café tersebut,lalu Mona sangat terkejut dengan kedatangan Jho disana.Jhonatan baru sadar betul setelah agak lama memandangi Mona di sana.lalu siapa yang akan memulainya.sepertinya keduanya sangat malu-malu kucing.

Melsya memperhatikan dari jauh,mereka saling berdiam diri.tetapi Melsya ingat ucapan Mona waktu itu.saat dia dan pacarnya marahan,mereka hanya bisa saling berhubungan lewat SMS untuk baikan lagi.Setelah agak lama Jhonatan mendekati Mona dan mengajaknya pergi dari sana.

“Mel,sialan loe ngerjain gue,tapi makasih.:D!”Mona mengirimkan SMS kepada Melsya

Melsya yang bengong karena di tinggalin sama keduanya,akhirnya pasrah saja

“sialan,gue yang jadi galau sekarang,masa gue lari sendirian?”akhirnya Melsya dengan semangat melanjutkan acara lari paginya,walau sendirian namun tetap harus di nikmati.

***

            Dengan langkah gontai Melsya akhirnya pulang sampai rumah dengan lelahnya.untung saja orang tuanya sudah mengetahui kemana perginya Melsya tadi malam,jadi tak ada masalah setelah Melsya pulang pukul 10.30 pagi itu.Melsya terdiam di ruang tamu.

“Mel,gimana kabar Mona?mamah lama nggak ketemu sama dia?”ucap mamahnya sambil mendekati Melsya yang Nampak lelah

“dia baik-baik aja kok mah,nggak berubah tetep cerewet kayak dulu!”sambil tertawa geli Melsya memberikan kabar Mona.

“bagus deh kalau gitu,kamu mau makan nggak?”

“makan sama apa mah?”

“sate ayam,itu makanan kesukaan kamu kan?”

“iya,hehe,tapi Melsya mau mandi lagi deh,bau keringet nih.”

Setelah membersihkan diri dari keringat yang bercucuran,Melsya menyamber Sate 30 tusuk,dan di habiskan semuanya oleh Melsya,rakus sekali dia.

Tak lama kemudian Melsya kekenyangan,setelah itu akhirnya Melsya memasuki kamar tidur nyamannya,sambil berbaring di kasur kesayangannya.hingga menyadari bahwa novel yang dibeli kemarin sepertinya terlupakan,Melsya panic mencari novel tersebut.sudah dia cari di bawah kasur,di atas lemari dan di dalam celengan*yang ini enggak ding*,tak kunjung menemukannya akhirnya Melsya galau memikirkan novelnya.

***

Tresno Jalaran Soko Kulino itu kata orang jawa yang artinya rasa cinta bisa timbul karena terbiasa.

Hans sepertinya  mulai tertarik dengan Melsya namun belum ada getar cinta yang menariknya kepada Melsya.Novel milik Melsya di pegang terus menerus oleh Hans,seperti memikirkan sesuatu,Hans terdiam di ruang tamu bersama temannya Keno.

“loe kenapa sih Hans?”Keno mulai curiga sepertinya Hans lagi galau,

sepertinya galau sedang melanda semua orang.

“enggak lah,gue lagi males aja maen game.”Hans tetap berusaha menutupi perasaannya,lalu apa sebenarnya yang dirasakan Hans yang sebetulnya

“loe suka ya sama Melsya?”Keno menggoda Hans yang Nampak terganggu.

“nggak tau juga ya Ken,gue tu sebenernya suka sam melsya,tapi kok nggak ada gregetnya kalau gue lagi deket sama dia gitu.”Hans berterus terang

“mungkin loe belum bener-bener suka tuh sama tu cewek?”

“iya kali ya.”Hans mulai sadar bahwa cinta itu harus ada prosesnya.

Hans mulai dari sekarang akan menunjukkan bahasa tubuhnya kepada Melsya,menunjukkan bahwa dia menyukainya.

“Ken loe gue tinggal dulu ya,gue mau ketemu sama Melsya.”Hans Nampak sangat semangat mengejar Melsya

“Oke sob,sukses ya bro?”Keno tetap asik sendirian main game sendirian.

Sambil bersiap diri,Hans sempat menghubungi Melsya

“Hallo?”Melsya menjawab telephone Hans

“mel,gue tunggu loe di Café let.ajarin gue PR matematika ya?”

“tapi gue…”Belum sempat memberikan alasan Hans memotong kata-kata Melsya

“udah,pokoknya gue tunggu loe di Café let.byeee!”

Biiiiiipppppppppp.Hans menutup percakapan itu lalu Melsya panik,harus pakai baju apa,tas apa,dan sepatu yang mana?,Melsya mengerutu tiada habisnya

“Hih,tu anak,kalau bukan cowok yang gue suka nggak bakalan deh gue sepanik ini.”

“bukannya di jemput malah nyuruh gue dateng sendirian kesana,Aneh!”

Bagaimana pertemuan Melsya dengan Hans di Café let?Cafe let adalah Café yang menyediakan macam olahan bakso,sedangkan Melsya tak menyukai Bakso.

Dengan sukses Melsya berdandan cantik dengan setelan dress pendek bewarna kuning cerah,dengan rambut terurai panjang.saat itu Hans sudah berada duluan di Café let.akhhirnya Melsya mendekati tempat duduk Hans dengan pipi yang merona.

“Hey Mel!”Hans menanggapi kedatangan Melsya dengan senyuman.

“maaf ya gue ngedadak banget nyuruh loe dateng ke sini?” Hans merasa bersalah.

“nggak papa kok,oya katanya mau di ajarin matematika?”Melsya berusaha menghangatkan suasana.detak jantung nya berdesir kencang karena berhadapan dengan Hans.

“itu mah entar aja deh Mel,kita pesen makanan dulu yuk?”Hans membelokkan pembicaraan

Pelayan datang kearah meja mereka.namun Melsya terdiam seketika

“Mel loe mau pesen apa?”tanya Hans

“gue mau minum aja deh,jus Alpukat ya?”Melsya berusaha menyembunyikan ketidak sukaannya terhadap makanan yang bernama Bakso.

“loe nggak mau makan?”tanya Hans penasaran

“enggak deh Hans.hehe!”Melsya benar-benar berusaha sopan dihadapan Hans.dan berusaha menyembunyikan dengan rapih perasaan yang sangat dalam kepada Mas Cool.

Sepertinya bukan hanya Melsya yang memendam rasa itu,tidak ada istilah Cinta bertepuk sebelah tangan diantara Hans dan Melsya,lagi pula kalau tangan sebelah mana bisa bertepuk,pokonya mereka sedang benar-benar bahagia bertemu kembali secara Intens.

“mbk kita pesen jus Alpukat dua.”Hans mengimbangi Melsya

Mereka berdua hanya bisa saling berdiam diri saja tak bisa memulai pembicaraan.alasan Hans mengajak Melsya ketemuan karena dia ingin sekali mengenali lebih jauh tentang Melsya.

“Mel gue ada sesuatu nih buat loe.”Hans mengeluarkan novel yang terbawa olehnya,rupanya alasan yang sebenarnya mengembalikan Novel yang terbawa olehnya

“ya ampun ada di elo,masih baik-baik aja nih,makasih banyak Hans?”Melsya senang sekali akhirnya dia bisa juga memegang novel yang telah lama dia inginkan

“iya sama-sama,sori Mel.hehe!”Hans bersalah membawa novel Melsya itu

“iya nggak papa,udah sini mana soal matematika yang susah?”dengan agak songong Melsya berlaga bisa mengajari Hans soal matematika yang di berikan oleh ibu Milda

Hans mengeluarkan buku PR matematikanya lalu Melsya berusaha memberi solusi,karena Ibu Milda itu pantang memberi PR yang sama di setiap kelas,maka akhirnya Melsya harus bersusah payah juga untuk mengajari Hans,karena Melsya dan Hans kan beda kelas.semoga saja Melsya tidak pingsan karena pusing berhadapan dengan matematika dan sekaligus berhadapan dengan Mas Cool yang super Cool itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s