Balada Cerpen

Lagi lagi gue sama temen-temen gue,di kasih tugas bikin drama singkat didepan kelas akhirnya terciptalah Skenario Drama B.Indonesia ini.hehehe agak aneh sih tapi semoga kalian juga bisa menikmati Skenarionya saja :).Selamat membaca:)

SKENARIO

Judul              :

Balada Cerpen

 

Pemain          :

 

Ai Ayundawati           Sebagai Teman Ullaya Keturunan Indonesia Asli

 

Audhina Novia Silfi   Sebagai Teman Ulayya Keturunan Jawa Asli Sehingga logat Bicaranya Khas

 

Herna Siti Nuraeni     Sebagai Teman Ulayya Keturunan Sunda Asli

 

Nunung Nurniati       Sebagai Teman Ulayya yang paling bijak

 

Ulayya Wandasari     adalah orang yang kreatif sehingga bisa membuat Cerpen yang berkualitas tinggi sehingga di muat di sejumlah majalah.

 

M.Abdul Fahmi          Sebagai kakaknya Ulayya yang sangat baik hati

dan pintar memasak dan ternyata dia menyukai teman Ulayya yaitu Ayunda.Maka seperti apakah kisahnya mari kita saksikan

Balada Cerpen

Narator                                Pada malam hari dikamarnya Ulayya sedang berangan angan di depan laptopnya,ia sedang mengerjakan hobi nya yaitu menulis cerpen,saking asyiknya makanpun tak di ingat olehnya.Kakaknya yang sangat khawatir dengan Ulayya lalu mengetuk ngetuk kamar anaknya

Kakak                    :”Ulayya!makan dulu dong jangan di kamar terus nanti sakit lho?”

Ulayya                  :”iya kak!nanti bentar lagi Ulayya makan!”

Kakak                    :”yaudah cepetan ya!”

Ulayya                  :”iya kak!”

Narator                                Beberapa saat kemudian Ulayya telah menyelesaikan Cerpen karyanya dan sudah pula mengirim kan nya via e-mail ke redaksi tabloid langganannya.dengan wajah sumringah Ulayya menghampiri Kakak nya,yang sedang sibuk di dapur menyiapkan makanan untuknya.

Ulayya                  :”Kak Ulayya pengen makan?”

Kakak                    :”itu udah Kakak siapin!”

Ulayya                  :”makasih Kak?”

Kakak                    :”eh Ul ngomong-ngomong gimana kabarnya Ayunda?”

Ulayya                  :”baik-baik aja kok,ciee nanya nanya ,aku tau kakak suka ya sama dia?”

Kakak                    :”Kalau iya kenapa?”

Ulayya                  :”Tenang deh nanti di comblangin sama aku,dia kan lagi jomblo kak!”

Kakak                    :”Bagus deh kalau gitu,eh itu cepet makanannya keburu dingin lho!”

Narator                                Lalu beraberapa saat kemudian Ulayya beranjak pergi dari dapur setelah melahap habis makan malamnya.Beranjak pergi ke kamarnya.

Betapa terkejutnya Ulayya temannya yaitu Ayunda,yang sangat marah telah berada di kamarnya,

Ulayya                  :”Kamu ngapain di sini yun?”

Ayunda                :”Kamu nggak usah nanya-nanya ,maksud kamu apa sih,nih liat nih!”sambil memberikan majalah yang telah memuat Cerpen karyanya.

Ulayya                  :”aku juga nggak tau maksud kamu,aku bingung kamu kenapa marah-marah?”

Ayunda                :”kamu kenapa tulis cerpen tentang aku,aku curhat sama kamu karena aku percaya sama kamu,sekarang semua orang pada tau kan jadinya!”

Ulayya                  :”Aku nggak nyangka bakal terjadi kayak gini,aku pikir kamu nggak bakal marah yun,maafin aku Ayun!”

Ayunda                :”nggak segampang itu!”Ayunda pergi meninggalkan Ulayya yang mulai gelisah karena Cerpen nya itu.

Ulayya                  :”Ayun….Ayun…Ayun…!”Sambil berusaha mengejar Ayun tetapi gagal.

Narator                Ternyata Cerpen yang baru saja di muat di majalah tersebut adalah,Cerpen yang mengisahkan kisah

Ayunda dengan Keluarganya.Dalam cerpen tersebut Ulayya tidak menyamarkan nama tokoh Utamanya,

sehingga kacaulah sudah jadinya.Satu sekolah sudah tau sejak kejadian itu Ulayya dan Ayunda yang  awalnya sering berangkat bareng,terpisah belah seperti dua kubu yang berlainan.Pagi ini Ulayya gelisah

di depan gerbang rumahnya menunggu kehadiran Ayunda.

 

Ulayya                  :”Ayun kemana ya!biasanya jam segini udah nyamper!aduh yun maafin aku!”

Narator                                Tiba-tiba Ayunda melintas di  depan rumahnya,dengan tergesa-gesa Ulayya langsung menghampiri

Ayunda.Ayunda yang terlalu cepat berjalan dengan sengaja meninggalkan Ulayya yang memanggil-

manggil namanya

Ulayya                  :”Ayun….Ayun….Ayun…..!”

Ulayya                  :”buset itu anak jalannya kayak ninja aja!”

Ayunda sudah naik taksi dan pergi  jauh meninggalkan Ulayya,Ulayya hanya bisa pasrah dengan

kemarahan Ayunda.Pergi kesekolah saat ini terasa berat di jalani tanpa kehadiran sahabat,Ulayya

merasa ia telah terbiasa dengan kehadiran sahabatnya.Sampai juga Ulayya di sekolah bertemu dengan

teman-teman yang lainnya.

Herna                    :”Kamu teh kenapa sih Ul?”

Nunung                :”Iya kenapa sih?”

Audhina               :”Padahalkan Cerpen kamu baru aja dimuat kan?”

Herna                    :”Hah?Cerpen Ulayya di muat?”Sambil merebut Tabloid yang di pegang Audhina

Nunung                :”wih yang bener?traktir dong Ul?”Nunung pun juga berebut mtabloid dengan Ulayya.

Ulayya hanya murung tak bisa mengucap satu katapun,hanya memainkan bibirnya saja.

Audhina               :”yeee malah bengong!”

Nunung                :”Ini tokoh utamanya Ayunda ya?”

Herna                    :”wih keren Ayunda jadi tokoh utama!aku kapan dong Ul?”

Audhina               :”Kamu  sampai lebaran Haji tahun depan pun nggak akan dapet tokoh utama kali Her!:P”

Herna                    :”siapa tau aja Ulayya teh  mau,ya nggak Ul?”

Ulayya                  :”Tenang Her,nanti aku jadiin kamu tokoh utama judulnya”Pocong Melahirkan di Kuburan” keren kan?”akhirnya Ulayya ngomong juga.

Nunung                :”Ide bagus tuh,siapa tau dilirik sama sutradara!”

Audhina               :”Bagus bagus,nanti herna yang jadi kuburannya!”

 

Narator                Bel berbunyi dan perbincangan mereka terhenti.Mereka bergegas menuju kelas dan belajar serius.

Setelah lama menimba ilmu akhirnya Bel berbunyi lagi menandakan bahwa Istirahat telah tiba.

Ulayya berusaha mencari Ayunda tetapi tetap saja gagal bertemu,untuk sekedar melihatnya saja sangat Sulit.

Nunung                :”emang bener ya Ul Ayunda lagi pisah sama Keluarganya?”

Ulayya                  :”kalau iya kenapa?”

Nunung                :”ya bukan gitu sih Ul,tapi kan kasihan Ayunda yang kisah pribadinya di ketahui oleh banyak orang?”

Ulayya                  :”aku tau itu makannya sekarang aku bingung,si Ayunda kan lagi marah banget sama aku,akau harus gimana dong?”

Nunung                :”Kalian kan bukan anak kecil lagi tenang aja,semua masalah akan beres dengan berjalanya waktu!”

Ulayya                  :”Semoga aja bener gitu deh,Amin!”

Narator                Setiap berapapsan dengan orang-orang yang telah melihat cerpennya,Ia selalu saja di tanyai oleh masalah Ayunda yang termuat dalam cerpen tersebut,itu membuat Ulayya semakin merasa bersalah sekali.

 

Narator                Sepulang sekolah ini Ulayya mendatangi taman tempat favorit dia dengan Ayunda.dan di sana ia

berharap bisa bertemu dengan Ayunda.Tak di sangka-sangka Ayunda tak kunjung datang seperti

biasanya.Sepertinya dia memang benar-benar marah kepadanya.

Bertemu Pagi lagi Ulayya masih berusaha meminta maaf melalui SMS.

Ulayya                  :”nggak mungkin Ayun bilang”Aku nggak Punya Pulsa”!”

Audhina               :”kenapa nggak di telpon aja?”

Herna                    :”iya atuh kenapa nggak di telpon aja?”

Ulayya                  :”percuma di telpon juga nggak bakaal di angkat!”

Audhina               :”eh itu si Ayun!”

Ulayya terkejut dengan kedatangan Ayunda yang di bawa oleh Nunung bersamanya.

Nunung                                :”Ayun katanya mau ngomong Ul!”

Audhina               :”Kalu gitu kita pergi dulu ya!dadadada!”

Ulayya                  :”Ayun aku bener-bener minta maaf sama kamu!aku nggak nyangka bakal kayak gini!

Ayunda                :”Sebenernya aku juga capek harus musuhan sama kamu Ul,capek kayak anakkecil begini terus.Aku juga nyesel harus marah sama kamu!

Ulayya                  :”Kamu maafin aku kan?”

Ayunda                :”Iya aku maafin kamu,lain kali kalau bikin Cerpen tokohnya namaku lagi ya,tapi syaratnya harus nraktir bakso dulu ya?”

Ulayya                  :”Okelah!”

Ayunda                                :”eh ngomong-ngomong kakak kamu tumben kesini?”

Ulayya                  :”Hah!kakak aku!tumben diamau jemput aku!”

Kakak                    :”Hey Ul?”

Ulayya                  :”Ayo kak kita pulang!”

Kakak                    :”eh siapa yang mau jemput kamu,Kakak kan mau jemput Ayun!

Ulayya                  :”O jadi ceritanya mau PDKT yaaaa!”

Kakak                    :”Stttttt!”

Kakak                    :”Ayo yun kita pergi!da Ulayya kamu naik taksi aja ya!”

Ulayya                  :”ah si kakak!”

Ulayya hanya bisa pasrah dan akhirnya pergi naik taksi.Kasihan sekali dia

Narator                                Berawal dari sana Ulayya dan Ayunda pun kembali damai,dan Kakak Ulayya mulai berani mendekati Ayunda,ya semoga aja hubungannya bisa berlanjut,Amin!Kalau sudah jadian semoga langgeng,Amin

Narator                                Sebenarnya Kemarahan adalah tindakan yang ceroboh yang sebenarnya membuat kita salah arah dan tanpa arah,tapi kemaran tersebut dapat di atasi dengan adanya kedewasaan di dalam hati. Sebenarnya Kemarahan hanya akan

memperlihatkan seberapa besar ketakutanmu yang sebenarnya.

Terimakasih

-Selesai-

Iklan
By audhina Posted in Drama Dengan kaitkata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s