AnnaBella

Hay readers,gimana tetap semangatkan hari ini.oya kali ini gue mau nge posting cerpen yang ku anggap sedih sih,tapi nggak tau juga nih,coba gimana menurut kalian.selamat membaca.:D

AnnaBella

            Sedari tadi lelaki tambun dengan rambut yang kribo itu mengayun ayunkan selendang yang dia mainkan dengan gemulainya,di iringi musik yang berasal dari orkes yang mengiringinya sepanjang dia menari.make up tebal nya seolah menutupi wajah aslinya.Orang orang semakin ramai saja banyak anak kecil di sana,tetapi yang dia harap harap bersama teman-temannya,tidak di dapatnya.Sungguh kejamnya dunia ini.

            Bel sekolah berbunyi di iringi dengan kegembiraan mereka yang dari tadi memang harap harap cemas menunggunya maklum saja awan mulai gelap dan menangis,dan sebentar lagi kota akan terguyur hujan lebat yang menyebabkan banjir bandang.Tahu kan kota Jakarta.Kota metropolitan yang mungkin patut di sebut megapolitan,bukan karena apa-apanya,tetapi karena penduduknya yang amat banyak.Jakarta memang hebat.

“Asna,gue ikut loe ya,Ok!jangan protes dan jangan nanya-nanya!”

Olive memaksa Asna menghantarnya sampai rumah,gadis populer yang tidak tahu malu.Dan tapi harus di akui dia adalah perempuan yang cantik.

“Tapi Liv,gue nggak bisa nganterin loe lagi!”Sergap Asna sambil segera memakai helm lalu bersiap meninggalkan Olive.

Asna hanya bisa menolak Olive mentah-mentah dengan itu Asna bisa lepas dari genggaman Olive.Asna adalah lelaki yang memiliki paras yang amat elok dan tampan,tapi dia bukan lelaki popular yang selalu menginginkan tahta teratas,dia hanya kebetulan jadi popular karena Asna adalah lelaki idaman Olive.

Tanpa peduli ocehan Olive.Asna melesat cepat dengan motor kesayangannya.tepatnya vespa kesayangannya,Walau amat tampan tapi tetap rendah hati memakai vespa butut warisan ayahnya.padahal sudah jelas lelaki popular di sekolah pasti memiliki motor yang amat gagah,motor matic atau apalah itu yang semacam motor balap mungkin.Gosip bilang Asna adalah anak saudagar kaya.ya itulah mereka yang selalu ingin tahu kehidupan orang saja,hanya sekedar ingin tahu.

Olive tanpa tahu apa itu “malu”,menghentakkan kakinya dan membalikkan badannya sehingga berlalu dari sana di ikuti sahabatnya Lara dan Oxel.ada ada saja ulah Olive,ingin di puja mati matian oleh banyak lelaki dan perempuan,Ingat Olive di dunia ini tidak ada yang sempurna.Amat kasian sekali mereka sudah tiga tahun ini harus menjadi pendamping Olive,yang harus selalu memuji setiap gerak geriknya.

Jadi apa yang di sebut pengorbanan persahabatan,memuji habis habisan teman kita yang amat hebat,atau bekorban nyawa saat teman kita,butuh nyawa pengganti?.Ya suatu hari nanti akan kita ketahui.

Hari ini akan cepat berlalu,Olive termangu di jendela rumahnya,sebenarnya Olive adalah anak yang baik.tetapi hanya saja keadaan lah yang membuat dirinya menjadi sekarang saat ini.teman temannya lah yang mendorong nya untuk tetap menjadi seorang yang angkuh dan menjengkelkan.Bukan kah jika manusia di beri sugesti seperti misalnya”Kamu baik deh”,pasti Dia akan terus melakukan kebaikan.Kebahagiaan adalah suatu pilihan,dan Hidup akan terus mengalir indah bila kita dapat melihat kebahagiaan itu.dan pada akhirnya hari yang amat menyakitkan untuk Olive berakhir dengan cepat,Fajar menjemput sore,dan bejana pengharapan resmi di tutup.

1311

            Asna,sudah pagi pagi buta buru buru berangkat sekolah.Dia tahu betul Olive pasti minta di jemput olehnya,dengan itu Asna berangkat pagi pagi buta.Terlalu pagi bagi seorang siswa tentunya.ayam pun masih belum berkokok.tetapi Asna belum sampai sekolah dia masih dalam perjalanan,mungkin nanti pukul 05.30 pagi sudah sampai sekolah.

            Olive hari ini tak berminat mengganggu Asna,mungkin Dia sadar diri.Olive hanya tinggal dengan Ayahnya di rumah yang sepi dan besar.Tentang mamahnya,sangat sulit di jelaskan.Saat sarapan pagi Olive berbincang dengan Ayahnya.
“Ayah kemarin kenapa pulang telat,Olive sendirian di rumah?”Tanya Olive dengan pertanyaan mati kepada Ayahnya

“Maaf,kemarin ayah harus lembur,Biar kita bisa tetap bahagia.”

“Bahagia gimana?bergelimang harta itu bukan bahagia Ayah!”Olive hanya akan bahagia bila Mamah nya bersama mereka.Olive sedih bukan kepalang

Olive pergi begitu saja pergi dari meja makannya.Ayahnya tak dapat berkata apapun itu melihat anaknya marah menggoyahkan pikirannya.

Di dunia yang fana ini,manusia tidak akan bisa lepas dari yang namanya masalah,makanya kita harus hadapi masalah dengan penuh pengorbanan dan keberanian.

“Hello Girl,apa kabar hari ini?”sapa Olive pada Lara dan Oxel

“Is a Good day!”jawab mereka dengan gembira sekali,lalu menyatukan tangan dan mengucapkan salam Sahabat.

“Kalau aku mati aku harap diantara kalian ada di samping ku”

Hal yang aneh,tetapi itulah mereka.tetapi berbeda dari biasa Olive memasang wajah yang jarang di lihat oleh orang orang di sekitar sekolah,Raut wajahnya begitu sedih.Olive memeluk Lara dan Oxel.

“Loe kok nangis Live!”sanggah Lara

“Kamu kenapa Live,ayolah jangan kayak gini,ini bukan Olive yang kita kenal?”Oxel berusaha membuka hati Olive untuk berbicara.

“Kalau loe ada masalah jangan sungkan bicara sama kita!”Lara berbicara dari dalam hati sambil mengelus elus punggung Olive.Setelah agak lama Olive melepaskan pelukan dari sahabatnya.

“Gue,mau tanya sama kalian,tapi harus jawab jujur.”Olive seolah ingin benar-benar tahu apa yang mereka pikirkan

“Kalau gue memang sahabat kalian,apa kalian memang anggap gue sahabat kalian?”

Olive masih mengusap usap pipinya karena derasnya air mata yang keluar

Lara dan Oxel hanya tertawa terbahak bahak saja.mendengar Olive bertanya seperti itu,bukan seperti biasanya.

“tunggu deh,loe ngapain nanya gitu?”Oxel bertanya sambil menahan tawanya

“ya….kan gue Cuma mau tau aja,apa salah ya?”Olive kehilangan separuh nyawanya sepertinya.

Akhirnya mereka berhenti bertanya lagi,lalu menjawab pertanyaan yang di sodorkan Olive,

“Kita itu tulus Live,berteman sama elo!”Sahut Lara

“Harusnya jangan nanya kayak gitu lagi,udah jelas kita sahabat.ya walau banyak yang bilang kita Cuma ngincer harta loe doang,tapi sebenernya enggak.”

“Bener kata Oxel,Kita sayang sama loe Live.”Mereka berpelukan,dan Olive dengan kencangnya menangis.dan banyak orang melihat ke arah mereka.Ternyata mereka bukan pendamping yang kita bayangkan,mereka adalah nyawa Olive itu sendiri

“Thanks ya guys?”Olive masih menangis tersedu di pelukan Lara dan Oxel.

            Hari ini adalah hari yang spesial untuk Asna,Dia berulang tahun,Olive tentu tak mau mempersembahkan hal yang percuma dan dia pasti memberi hadiah mahal.Olive diam diam mengikuti Asna dari belakang sepanjang perjalanan Olive menatap kearah vespa yang di kendarai oleh Asna,sempat pula terjadi kehilangan jejak saat mengikuti Asna,tapi ajaibnya sopir Olive adalah sopir yang handal jadi pasti bisa mengejar Asna lagi.Setelah rintangan di jalan terlewati akhirnya Olive mengetahui kediaman Asna,

“Pak pak,stop di sini dulu!”

Namun tak sejelas yang di kira Olive.Rumah Asna adalah rumah sederhana dan di depan rumah Asna ada Baliho sederhana bertuliskan”Menerima Pesanan untuk Paket Ulang Tahun,Semua Umur”.tertera pula nomor handphone yang dapat di hubungi.Olive penasaran,ternyata benar itu nomor handphone Asna.Menatap dari kejauhan Olive tak mau mendekat jauh lagi dari sana.Sedari tadi hanya mengamati gerak gerik yang terjadi di depan rumah Asna,akhirnya ada orang yang keluar dari Rumah itu.

“Lho kok malah badut sih yang keluar,Asna nya mana!Apa di rumah dia lagi ada pesta ulang tahun Asna?”

“Ah nggak mungkin deh,masa Jasa melayani diri sendiri?”Olive mengoceh tak habis habis.Sopirnya mulai bosan menunggu juragannya.

“Eh eh bentar,gue kok berasa pernah liat tu badut ya,nah lho kok malah naik vespanya Asna?”Tanya lagi tanya lagi,Olive penasaran bukan main.sepeninggalan badut dengan motor vespa Asna,Olive hanya bisa berfikir sederhana saja”Mungkin itu teman Asna.”

“Non kenapa ngomong sendiri,non nggak minat pulang ya?ini udah sore lho.Tumben nggak luluran jam segini Non?”Sopirnya tahu betul kebiasaannya,lalu menggodainya agar cepat pulang,sepertinya dia sudah lelah.

“Ah bapak tau aja,ngintipin saya ya.weeeee parah nih?”

“e-enggak Non suwer.”

“Yaudahlah pak,kita  pulang aja.lagian udah sore.”

Di perjalanan,Olive malah terngiang ngiang wajah badut itu,lalu menatapi kado untuk Asna penuh penuh,Untung dia sudah mengucapkan selamat ulang tahun lewat pesan singkat,ya tapi pesan singkat yang bertepuk sebelah tangan alias nggak ada jawaban.

Sesampainya di rumah,Olive hanya ingin tahu saja sebenarnya badut itu siapa?kalau melihat Baliho tertuliskan seperti itu apa yang di tawarkan adalah “Badut Pesta?”lalu nomor handphone yang tertera di sana?

“Berarti Asna adalah badut itu?”

Olive bertarung dengan fikiran dan hati nurani.Jika benar dia mencintai Asna maka apapun keadaan Asna akan di terima baik apa adanya oleh nya.tapi itu bila dia berfikir dan merasakan dengan hatinya.namun bila dia hanya menginginkan seorang Asna dengan fisiknya dan harta nya maka Olive tentu akan membuang jauh jauh perasaan cintanya kepada Asna.

“Kok gue jadi begini ya?”

“Apa gue baru merasakan cinta yang sesungguhnya?”
“Gue cinta sama Asna.”

Cinta bukan tentang harta atau apapun itu,cinta adalah hal alami yang dibantu oleh takdir.dan cinta adalah pertemuan yang abadi antara dua insan.

1311

“yah?”Olive membuka perbincangan

“ya apa Live?”seolah melupakan kejadian kemarin Ayah Olive sudah bersikap biasa lagi

“Ayah maukan maafin Olive?”

“memangnya kamu salah apa sih?”

Tanya kok balik nanya ya?,um hal yang paling indah adalah ketika dia yang di buat jengkel dan marah akan memaafkan kita dengan mudahnya.

Olive terdian saja tak bisa menjawab.

“iya Live.Ayah udah maafin kok.lagian juga sebenarnya kan Ayah yang salah.jadi maafin Ayah juga ya Live?”

Olive tersenyum manis penuh kebahagiaan lalu menganguk untuk Ayahnya.

“Yah,pokoknya Olive janji bakal ngebahagiain Ayah!”

“Bagus kalau gitu,jangan ingkar janji ya?”

“siap yah.”kepala Olive di usap Oleh Ayahnya dengan penuh rasa sayang.lalu mereka untuk pertama kalinya berangkat Kerja dan Sekolah bersama-sama,Ayahnya yang mengantar Olive.

Sebelum turun dari mobil Olive bersalaman dengan Ayahnya,Hari yang sangat indah.Olive turun dari mobil dan sebelum Ayahnya pergi Olive bertanya serius.

“yah tunggu sebentar.”Olive sedang gusar akhir akhir ini dan dia berusaha menutupi itu

“Apa lagi Live?”Ayahnya terlihat buru-buru.

“Um…am..!”Olive bergumam sejenak

“Yah boleh kan Olive jenguk mamah?”dengan mimik sedikit takut Olive menunggu jawaban “iya” dari ayahnya.

Namun entah mengapa ayah Olive terlihat begitu sedih dengan wanita yang Ia cintai itu.

“Sebenarnya ayah juga kangen sama mamah kamu,Kalau gitu nanti akhir pekan kita jenguk mamah!”Raut wajahnya seolah menyegar

“iya Yah,Oke yah!”Olive tak menyangka ayahnya bakal berbicara begitu.

“daaaaa ayah!”

Senyum ayahnya adalah obat rindu kepada sang mamah.Tak seperti biasa sampai sekolah mem-Bully mereka kaum yang lemah,tetapi itu bukan Olive,Dia hanya cewek centil yang baik kok,bukan yang seperti biasa terbayangkan.Canda ria di sekolah saat istirahat melepaskan sejanak beban pelajaran itu cukup membantu me refresh kan pikiran.Dan yang paling menyegarkan untuk Olive adalah melihat Asna.

“Asna.Heyyy!”Olive dengan semangatnya menyapanya dengan senyuman hangat Olive

“Hey Live?ada apa?”Asna agak tidak nyaman bila dekat dengan Olive.maklum lah Asna tidak menyukai Olive,tapi bukankah jahat bila mengacuhkan lawan jenis yang agresif.

“Asna gue Cuma mau bilang kalau gueee,gueee!”Belum sempat Olive menyelesaikannya.Perempuan cantik muncul dari kejauhan.

“Asnaaaa,gue udah nemuin jawaban dari kuis Ibu Ida di Laboratorium Bahasa tadi!”Semakin mendekat Asna,dia memelankan langkahnya.

“Oh,hay Live?”

“Hay,Sabrina.”

“Jadi apa jawabannya?”Asna begitu antusias bertanya pada Sabrina,Sahabat yang begitu dia kagumi sejak dulu.

“sebentar sebelum loe ngejelasin itu!Live tadi loe mau ngomong apa ya?”

Asna menatap dalam dalam di mata Olive.

“ummmm!”Olive membatalkan tekadnya setelah melihat Asna dan Sabrina malah menatapinya.

“entar aja deh.Byeee!”Olive begitu kacau,lari ,menjauhi mereka berdua adalah solusi yang handal.tentu tahu kan apa yang akan di katakan Olive,gila saja seorang perempuan menyatakan cinta kepada seorang pria dan di depan umum.We O We,WOW.

            Di dalam ruang kelas yang sepi,Olive merenungi hal apa yang tadi hampir dia lakukan.Lara dan Oxel mendekatinya.

“Live,loe tau nggak tentang suatu hal yang mungkin loe belum tau itu?”

“apa gitu yang gue nggak tau.semua yang ada di sekolah ini gue tau semuanya,tentang loe yang suka sama Dimas,tentang Oxel yang sekarang pacaran sama Rezki,lalu apa yang gue nggak tau?”

“Tentang Asna Live?”Oxel menjawab pertanyaan Olive.

“ya hampir semua gue tau tentang kehidupan dia,dia kan seorang…”Olive hampir saja keceplosan

“Pangeran loe?”Lara meledek Olive.

“Iya!”Sedikit meringis menatap Oxel

“Jadi loe bener-bener nggak tau ya rupanya?”Oxel gemes dengan Olive.

“Apa sih?”

“Asna itu pacaran sama si Sabrina,masa loe nggak tau?”Lara sepertinya membuat Olive menangis.

“Huwaaaaaa…nggak mungkin.” Agak berlebihaan Olive menangisi kenyataan itu.

“Maafin kita ya Live,kita nggak ngasi tau kamu lebih awal dari ini.”Lara merasa bersalah.

“itu bener Live,mereka baru aja jadian,belum lama ini.”Oxel hanya dapat berkata jujur terus terusan

“Tapi gue suka sama Asna!”Olive baku dengan pendiriannya.

“Mulai saat ini loe harus belajar berusaha terima kenyataan Live.”Lara memberi solusi

“udah gue duga sih ,dan nggak mungkin Asna itu suka sama gue,cinta gue bertepuk sebelah tangan,.dan itu menyakitkan.”sambil menangis tersedu Olive menangis terus menerus di pelukan mereka lagi dan kali ini gara gara cowok.

Tak semudah yang memang kita ketahui.Jika melupakan seseorang itu sulit tapi yang membuat sulit itu diri kita sendiri.Maka suatu hari nanti diri kita juga bisa membantu kita melupakan orang tersebut.Sadarilah betapa hebatnya kita.Perlahan Kamu akan melupakan Asna Live,bersabar lah untuk hari itu,di saat karma membantumu.

1311

 “mah,aku kembali mah,gimana kabar mamah,baik bukan?mah kamu tahu kan kalau aku sayang sama mamah lebih dari apapun itu,tahu kan?.mah Olive sekarang sudah tumbuh dewasa.mah Olive janji akan hidup dengan penuh semangat seperti yang mamah bilang dulu,mah Olive bawain bunga Lili kesukaan mamah,Olive tahu mamah nggak suka kan sama bunga warna putih,tapi mamah pernah bilang bunga warna putih yang hanya mamah suka itu bunga ini bunga Lili.Mah Olive kangen sama Mamah.Olive pengen nyusul mamah,mah aku kangen mamah.”

Selanjutnya Olive tak sanggup berkata kata lagi,hanya dapat menangis pilu menatapi pusara mamahnya saja.

“Live..mamah mu bisa sedih kalau kamu nangis di sini,sudah lah mamah kamu udah tenang di sana.”Ayahnya mendekat bersama Olive di sana.

AnnaBella

 Lahir Tgl:12-10-1980

Wafat Tgl:13-11-2005

“yang terpenting jangan tinggalin Ayah sendiri di sini.”

-Selesai-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s