Puisi

Karena Aku Malu

terlarut gelombang
ke dasar dan ke permukaan
semakin lama semakin menggila saja
kebohongan itu adalah

aku tak pernah menilik
apa yang aku ucapkan
bila saja kamu tahu
aku ingin kamu mendengar

aku kecup kata itu dari hati tanpa cacat
aku fiksikan perasaan ini
karena aku malu
Jangan kira aku takut Bersamamu

Dari dulu

tenggelamkan aku dalam tersesatnya hati ini
menujumu sangat berarti dan sulit
sempat ku berfikir kita bukan takdir itu
maaf kan aku

aku relakan kau bersama nya saja
ku tak sanggup tersiksa dalam ingatan itu
lalu dia datang seperti musim semi yang ku harapkan
kau memang cinta sejati yang telah lama ku nanti

aku akan membenci diriku bila dia yang baru
pergi lagi meniggalkan aku
aku cinta kamu
sejak dari dulu sahabat

Ini

aku bisa menemui mu
tapi aku akan menghindarimu
sebelum menemuimu!
aku mencintaimu apa adanya

bahkan aku lupa
berapa kali ucapkan kalimat ini “aku mencintaimu”
kamu ini siapa?
kenapa malah membuatku

setiap malam harus mempimpikanmu
rasa hati tak pernah salah dan
setiap saat nanti
aku akan membencimu

Harapan

sendu manis mengalun alun lembut
tanpa pamrih kebahagiaan
merah bercampur biru seakan merona dengan indahnya
nampaknya kau malu malu
melodi seakan semakin indah menyambutmu
terlalu dini untuk ku harus menempuh jalanan ini
ingatkan ku aku semangat karena mu

Iklan
By audhina Posted in Puisi Dengan kaitkata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s