Aku Tak Memilihmu

Yuk Baca Cerpen Ku ini Dengan Resapan Hati yang Paling dalam:D!

Aku tak Memilihmu

Oleh    : Audhina Novia Silfi

Awan sore itu terlihat siap untuk menutup cerita hidupku hari ini,begitu tak nyaman seperti biasanya.kabut itu selalu ada di relung hati ku.

“Apa yang harus ku katakan padanya?”Batinku mengiang

Ah sudahlah yang penting sekarang aku harus segera menyelesaikan tugas ini dulu.Pikiranku sedari tadi tak kunjung  tenang.selang lama aku kembali dengan pertanyaan yang harus aku jawab sendiri,namun tak kunjung terjawab.

Ku sempatkan di sela waktu itu melirik jam dinding di kamar ku.Pukul 20.00

“ya ampun !aku lupa?”

Ku ambil sweater di lemari dan ku pakai dengan tergesa-gesa lalu keluar menuju taman dekat rumah dengan mengendap.suasananya begitu sunyi.aku menunggu nya lama sekali.Tak lama sunyi ku dengar langkah kaki yang begitu terap mendekatiku.

“kamu udah lama di sini?”ucapnya yang keluar dari kegelapan

“i…iya!”sedikit gugup ku tanggapi ucapannya sambil ku tundukkan wajahku

“maaf ya?”

Dia lalu menempati bangku taman yang kosong namun jauh dari ku,rasa ku begitu kalut saat itu,saatnya aku harus berkata-kata dan mengungkapkan bahwa

“akuuu!”belum sempat aku meneruskan perkataanku dia memenggalnya

“aku juga tau maksud kamu,maaf kan aku yang justru menyusahkanmu!”dia justru seperti paranormal yang menyergap tau dari aura ku entahlah saat itu dia seperti itu di fikiranku.

“bukankah cinta tak harus memiliki!tapi tolong jangan salah kan aku jika suatu saat nanti aku menghantui mu kembali?”

Senyumku terbit di wajah ku.

***

Mentari pagi siap memberikan kehangatan yang begitu indah hari itu.seperti biasa hari senin yang membuatku malas datang kembali ke sekolah.aku berjalan dengan mata tertutup seperti biasa aku melakukan hal itu agar aku ingat denganya.

“Hey Cinta?”Sapa sobatku yang muncul dari dinginnya kabut hatiku

“Hey!”aku kaget lalu membuka mata

Aku yang selalu menyimpan rapat rapat perasaanku yang tak boleh aku ceritakan pada siapapun juga termasuk Ana.Padahal tak perlu menghindari Ana.

Langkahku cepat sampai di sekolah dan tenang duduk di bangku milikku.Setelah sampai di ruang kelas aku berfikir keras sejenak di temani suara jangkrik yang seperti meledekku.aku hanya satu langkah masuk lalu tertegun kemudian berpaling dari pintu menatap arah luar.

Ana meneriaki ku

“Cinta….cinta….cinta…!”

Dengan pandangan kosong aku menyambut Ana.Anak sejenak tadi membungkuk sambil mengatur nafasnya.dengan rasa heran Ana bertanya padaku.

“Kamu kenapa sekolah hari ini?”

Aku malu setengah mati,menggeleng kepala saja.menyadari bahwa aku terlalu rajin.hari ini

“hari ini libur Cinta,kenapa kamu ke sekolah?”Ana bertanya sambil menahan tawanya.

Aku tertawa dengan ke konyolan yang aku buwat.Kami tertawa bersama saat itu.

Ana mengajakku ke suatu tempat ada danau di sana aku tak tau tempat apa itu.

Um!aku paham maksud Ana.dia mau ditemaniku untuk menemui pacarnya.Ana menyambut Laki-laki pilihannya itu dengan senyum ceria.Dia megajak nya untuk berkenalan denganku.OH Tuhan Apa salah aku memiliki rasa terlarang ini kepada pasangan milik sahabatku?

“Tio!”

Aku tahu namamu,tapi kenapa kamu harus menjadi milik sahabatku.senyumku sekejap lenyap dan bagai badai yang datang begitu saja dengan petir.tapi aku tak mau mengecewakan Ana,aku harus menjaga perasaannya!aku melihat tatapannya seakan perasaan nya untuk ku,ah!tak mungkin aku hanya GR.

Berusaha pergi dari mereka,akhirnya aku bisa punyai alasan untuk itu.Matanya  terus menatapku,Aku takut Ana melihatnya!

“aku pulang dulu ya Na?”

“lho kok gitu!o iya kamu hari ini Les piano kan?”

“Iya…itu kamu tau!”

Oh tuhan terimakasih.

Aku berjalan memutari taman Perumahanku sambil mengingat bahwa baru saja minggu lalu aku senang.Punyai harapan untuk memiliki nya karena bisa bersamanya di tempat Les Piano ku seharian penuh,Ya dia teman Les ku.Ku pikir dia untukku.Egois sekali !

***

Sampai Siang itu aku hanya bisa diam saja duduk di ayunan,tak berharap apa-apa hanya ingin Dia saja.Angan ku yang melambung tinggi terhenyah oleh Pesan singkat yang masuk di ponsel ku

Dari Ana

Cinta!kamu sepertinya bosan saat aku ajak bertemu dengan pacar ku tadi?maafin Ana ya?

Pesan itu aku abaikan,hatiku masih begitu kacau,aku pun jadi malas untuk les piano di tempat itu.Aku masih kesal bukankah Tio mengetahui jika aku punya harapan tuk miliki dia.

Pulang kerumah dengan lunglai,langsung.Ku lempar tas kesembarang tempat,ku jatuhkan badanku di tempat tidur.Ternyata begini rasa patah hati.

Ku harus lupakan Tio!itu sepertinyayang terbaik untuk ku.Aku harus pilih itu bukan untuk baik untukku saja.

Berusaha untuk melepas sedikit penat ku hari ini,dan kacaunya hatiku.aku ingin menghibur diriku sendiri,ku buka akun facebook ku lalu terlihat di sana satu pesan masuk.

Dari….

“hah!Tio?”

Kaget!padahal bukan kali ini saja dia mengirim pesan facebook entah aku pun tak tau mengapa rasa nya berbeda saat membuka pesan dari nya.

Cinta ternyata kamu teman baiknya Ana,suatu kejutan tadi pagi!dan maafkan aku ?

Kata demi kata yang Ia kirim,ku baca dan ku maknai,tapi belum mengerti apa maksud pesan itu,mengapa Dia harus minta maaf kepada ku?

Aku putuskan untuk menjauhimu,demi Ana!maafkan aku juga Tio walau ku tak tahu apa maksudmu.

***

Aku malas untuk pergi les piano hari ini,berusaha sepolos mungkin untuk menghindarinya.itu usaha ku saat ini,terdengar konyol untuk anak SMA,

Sepertinya Ana khawatir dengan keadaanku.Pesan Singkat ku terima

Cinta!kamu nggak papa kan?

Sepertinya aku tak perlu menghindari Ana dia kan sobatku,dan aku akan menjaga nya sampai nanti termasuk menjaga perasaannya.yang ku tau dia nggak tau apa-apa.

Aku nggak papa Ana,aku hanya ingin istirahat di rumah saja!jangan khawatirkan aku :)!

Jangan khawatirkan aku Ana karena aku tak pantas untuk di khawatirkan,aku janji akan menjaga mu Ana,apapun itu!.

Aku iseng membuka facebook ku lagi.Waduh ada pesan lagi dari Tio,

Cinta aku mohon untuk datang ke tempat les piano kita,kita les bersama disana,untuk terakhir kalinya!

Aku semakin bingung dengan apa yang sebenarnya ingin Tio sampaikan untuk ku.karena keingin tahuan,aku langgar janji ku.akan kutemui dia.

Rasa nya jantung ku berdebar,aku berusaha mengabaikan perasaan itu.

Tio sepertinya lama menungguku,dia berdiri di gerbang lalu tersenyum menyambut ku dengan lambaian tangan.aku tak berani membalas lamabaian tangan itu.hanya tertunduk dan berusaha menghampirinya.

“Kamu kenapa bilang ini terakhir kalinya kita bertemu?”aku bertanya tanpa basa-basi

“aku hanya mau kamu tau kalau,aku itu sayang sama kamu,dan aku ingin kamu!”

Wajahku yang tertunduk tadi semakin kutundukkan,karena kaget aku diam seribu bahasa hingga hati ini terbebani.aku persilahkan dia untuk berbicara.namun aku tak kuat menahan

“Apa maksud kamu,kamu tahu kan aku sahabatnya Ana?”aku beranikan diri untuk berkata.

“Apa kamu mau jadi pacar ku?”pertanyaan itu bagai BOM yang telah meledak dalam yang  waktu singkat.

“kamu ngaco!”aku berlari dari sana dengan rasa kalut tak beraturan,baru kali ini kurasa hal serumit ini.dan ku fikir dia tak memiliki rasa yang sama dengan ku.Apa dia mau pergi ?

“aku tunggu jawabanmu Pukul 20.00 di taman Cinta!”teriaknya dengan suara keras dan disusul kalimat yang Ia ucapkan lirih “maafkan aku Cinta!”

 

-Selesai-

Iklan
By audhina Posted in Cerpen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s