Menjelajahi Geopark Ciletuh

DSC08014.JPG

Holla readers apa kabar? Semoga hari kalian menyenangkan 🙂

Kali ini gue mau nyeritain tentang perjalanan menuju Geopark Ciletuh.

Sebelumnya mau ngasih tahu aja nih kata mbak Wikipedia

Geopark adalah wilayah terpadu yang terdepan dalam perlindungan dan penggunaan warisan geologi dengan cara yang berkelanjutan, dan mempromosikan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang tinggal di sana.

Kalian bisa klik di sini untuk mengetahui Geopark yang ada di seluruh dunia. Dan Indonesia telah memiliki 7 Geopark

  • Batur Global Geopark
  • Gunung Sewu Geopark
  • Rinjani Geopark
  • Ciletuh-Palabuhanratu Geopark
  • Raja Ampat Geopark
  • Merangin Geopark
  • Danau Toba Geopark

Keren kan?

Nah berhubung gue tinggal di Sukabumi, masa iya belum pernah ke Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Padahal UNESCO sudah mengukuhkan Ciletuh sebagai Geopark Nasional pada tahun 2015 dan pada 2017 lalu sudah resmi jadi Geopark Internasional. Meski begitu, dengan dikukuhkannya Ciletuh sebagai Geopark Internasional, masih banyak pengembangan yang perlu dilakukan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat.

Sekarang Geopark Ciletuh sudah bisa diakses dengan mudah karena adanya Jalur Sabuk Geopark Ciletuh baru sepanjang 23 Km melalui sepanjang pesisir Pantai Loji ke Pantai Palangpang, dan berdasarkan pengamatan gue kemarin…uhuk, tanjakannya banyak banget. Mantap guys.xD

Okay gue akan mulai bercerita mengenai keseruan menuju ke sana. Jadi berhubung liburan semester telah tiba, kami berlima (para 5 cewek-cewek riweuh) ini punya keinginan ke Geopark Ciletuh, dan di sini gue sih langsung kepikirannya adalah gue diboncengin siapa dong? Gue jomblo (ToT). Dan alhamdulillah nya Teh Siti punya temen yang udah 4 kali ke Geopark Ciletuh yang bersedia jadi tebengan gue dan sekaligus tour guide keren kita, namanya A’ Zesha.  Kata dia berhubung ada satu motor yang takutnya enggak kuat nanjak, dia menyarankan supaya kita melalui jalur lama dan pulangnya baru lewat jalur baru.

Pukul 06.00 WIB, Kami berkumpul di daerah Kota Sukabumi total 10 orang yaitu Gue, Mala, Tiara, Siti, Nur, Hedi, Darul, Haryadi, Yusuf, Zesha.

Akses jalannya sudah bagus, tapi tetap harus hati-hati karena rawan longsor.

Rute berangkat kami adalah jalur lama yaitu Kota Sukabumi – Jalan Pelabuhan – Jalan Cibatu –Jalan Cijambe – Jalan Tegal Lega – Jalan Pelabuhan Ratu – Jampang Kulon – Jalan Waluran – Tamanjaya – Ciletuh Geopark. (Sumber :rindwanderful.com)

Pukul 10.00 WIB akhirnya sampai. Cukup bikin pegal badan selama 4 jam perjalanan menggunakan motor ini guys.hahaha. Jadi menurut gue, lamanya perjalanan bisa jadi relatif, tergantung keadaan di jalan. Kalau lancar-lancar aja bisa 4 Jam, kalau enggak ya mana gue tahu.ehe #plak. Sepanjang jalan memasuki kawasan Geopark Ciletuh di pinggir jalan terdapat banyak homestay, bagi kalian yang ingin menginap karena ingin mengunjungi semua destinasi di Geopark Ciletuh nggak usah khawatir, banyak homestay yang memadai di sana.

Kalian perlu menyediakan uang untuk biaya parkir untuk kendaraan kalian.

DSC08025.JPG

Untuk uang memasuki setiap wisata alam yang disuguhkan di wilayah Geopark Ciletuh kalian perlu membayar seikhlasnya, tapi ya jangan kecil-kecil amat ngasihnya guys. Ini juga untuk mendukung keberlanjutan dan kemajuan Geopark Ciletuh. Betul?

Beginilah pemandangan awal yang kami dapat. Indah, kan?

DSC08012.JPG

Tidak berlama-lama di sana kami langsung menuju ke destinasi lainnya.

Pukul 10.40 WIB kami sampai di Curug Cikanteh dan Curug Sodong. Curug ini bisa dilihat dari kejauhan sebelum kalian sampai. Dan sebenarnya dua Curug ini memiliki 1 aliran, yang berada di atas yaitu Curug Cikanteh kemudian mengalir jadilah Curug Sodong (Curug yang sering disebut Curug Kembar).

DSC08081.JPG

aliran air dari Curug Cikanteh menuju Curug Sodong di bawah

Curug ini benar-benar tidak jauh dari jalan besar, sampai tempat parkiran kalian akan langsung bisa lihat sosok Curug ini. Kami memilih menuju Curug Cikanteh terlebih dahulu sebelum berfoto di Curug Sodong.

Untuk menuju Curug Cikanteh perlu berjalan kaki terlebih dahulu selama kurang lebih 10 menit, cukup bikin ngos-ngosan guys. Bahahaha.

DSC08052.JPG

DSC08073.JPG

Curug Cikanteh memiliki ketiggian sekitar 60 meter dengan luas sekitar 100 meter, Curug memang banyak di mana-mana, tapi setiap curug punya keunikannya sendiri. Gimana menurut kalian, bagus kan?

Oke kami lumayan lama di sana, karena gue perlu mengambil foto tiga pasangan di sini. Ngenes nggak? Enggak dong, kan kejombloan itu adalah suatu anugrah. #plak

Puas mengambil gambar, kami kembali ke bawah untuk segera mengambil gambar bersama Curug Sodong yang kembaran itu. Curug Sodong sekitar 20 meter.

DSC08027.JPG

Gimana? Kalian udah kepikiran ingin ke Geopark Ciletuh belum? Oke gue lanjutin.

Pukul 12.00 WIB kami sepakat menuju Pantai Palangpang yang berbentuk tapal kuda. Pantai ini memiliki air pesisir yang keruh ini sesuai sih ya sama nama Ciletuh yang artinya air berlumpur yang keruh, meski begitu masih bisa dinikmati karena nyatanya memang tetap indah, apalagi nanti di akhir tulisan ini, Pantai Palangpang terlihat dari Puncak Darma. Memasuki Pantai Palangpang tidak dikenai biaya.

Pukul 12.20 WIB kami sampai dan duduk di salah satu saung milik warga sekitar. Di sana kami mengistirahatkan badan sejenak, di Pantai Palangpang ini terdapat masjid, jadi kami sholat dzuhur dulu di sana, selanjutnya kita makan. Tidak usah takut kelaparan, banyak yang jualan di sini. xD. Setelah tenaga dan capek nya lumayan ilang, kami mulai bergerak lagi menuju Curug Cimarinjung.

Pukul 13.56 WIB Kami sampai di Curug Cimarinjung. Dari semua Curug tadi, ini Curug favorit gue. Aliran air Curug ini lebih deras dengan ketinggian sekitar 45 meter Curug ini memesona sekali, meskipun tidak terlalu tinggi tapi aliran airnya deras sekali. Memasuki Curug ini kalian Cuma perlu bayar parkir dan uang seikhlasnya.

DSC08109

DSC08111

Curug ini juga hampir sama dengan Curug Sodong yang tidak perlu berjalan jauh untuk melihatnya. Meski di sana terdapat batas wilayah yang tidak boleh pengunjung lewati, ada banyak yang kekeuh melewatinya, termasuk kami. Ehe. Tapi kami diawasi oleh petugas kok dan tentunya kami berhati-hati.

DSC08117.JPG

 

DSC08130

DSC08129

Puas dengan Curug Cimarinjung yang memesona sekali kalau kata gue, kami melanjutkan menuju Puncak Darma

Pukul 14.20 WIB Jalanan menuju Puncak Darma 230 mdpl memang banyak tanjakan, ini mengapa perlu kendaraan yang berkondisi prima untuk bisa menjelajahi Geopark Ciletuh ini. Sebab beberapa kali gue lihat ada mobil atau motor yang mogok.

Dan gue kasih tahu guys, Puncak Darma ini adalah tempat yang paling gue idamkan sejak lama, dan akhirnya kesampaian. Hoho.

Nah dari sini kalian bisa lihat Pantai Palangpang yang tadi kami kunjungi terlihat jelas memiliki bentuk seperti tapal kuda. Kece nggak tuh?

DSC08148.JPG

DSC08166.JPG

Juga melihat panorama yang begitu elok sejauuuuh mata memandang.

Lumayan lama kami di sini, akhirnya memustuskan untuk segera pulang. Melewati jalan baru yang belum ada di google maps waktu itu #walah. Keluar dari jalur baru ini adalah Jalan Palabuhanratu. Dan sepanjang jalan baru itu kami disuguhi pemandangan pesisir pantai Loji yang biru sekali.

Masih banyak tempat yang bisa dikunjungi di Geopark Ciletuh ini tapi sayangnya kami cuma sempat ke beberapa tempat ini.:)

Sudah begitu saja cerita kali ini, semoga ada yang nyasar baca postingan ini. See you next post 😉

 

Iklan

Dan Bandung Bagiku

DSC07969.JPG

Bagaimana bisa sebuah kota memiliki langit yang berbeda dari kebanyakan langit?. Aku tidak sengaja pergi ke Bandung sendirian, tapi dengan tujuan yang bukan tidak sengaja. Tujuanku memang sudah pasti, apa lagi kalau bukan menonton film Dilan 1990.

Sebuah tujuan yang kekanakan, bukan?. Siapa bilang aku ke sana cuma nonton film Dilan 1990?. Aku ke sana bukan cuma nonton Dilan 1990, tapi juga merenungkan letak kesalahan-kesalahan pribadi. Perjalanan dari Sukabumi-Bandung yang melankolis sekali.

Aku sampai Bandung pukul 08.00 WIB, lalu menengok jam tayang film Dilan di bioskop CGV BEC Mall. Untuk kemudian aku beli tiket pakai Go-tix pada jam tayang Pukul 10.00, yang mana itu masih dua jam lagi, Aku berada di Halte Terminal Leuwi Panjang selama 15 menit, duduk-duduk saja melihat lalu lintas dan orang-orang yang sedang menunggu bus.

DSC07951.JPG

Setelah mulai bosan, aku pesan Go-Jek ke Alun-Alun Bandung, Hujan gerimis turun dengan manisnya, banyak orang yang tersenyum tapi aku semakin merasa kosong, baru pertama kali travelling sendiri, setelah mungkin satu jam kurang sudah bosan memerhatikan sekitar, aku berjalan ke arah Jalan Asia Afrika, dan kutemukan ini

DSC07975

Apa yang salah di dalam diriku?, merawat luka dengan membukanya?.

Aku berjalan terus dan terus, sampai ke Cikapundung Riverspot lalu kembali lagi ke depan Gedung Merdeka, yak banyak cosplayer di sana, ada hantu merah, kuntilanak yang mengamini doa-doa, naruto, transformer, dan banyak lagi. Sudah begitu aku sendirian, dan parahnya lagi, hantu merah mengintaiku ketika berfoto sendiri, dan dia mendekatiku tanpa kusadari, aku menjerit keras, dan rombongan di sekitar sana juga ikut kaget, aku malu setengah mati. Gemetaran aku memesan Go-Jek ke BEC Mall, karena kebetulan sudah pukul 09.37, waktu yang tepat untuk mendatangi Dilan.

Blackcloud memang bukan di Bandung, tapi dia bagiku memenuhi Bandung melebihi Dilan. Dan Sepanjang itu aku mengenangnya sebanyak mungkin dan sesering mungkin—biar saja aku dikoyak-koyak sepi. Karena nyatanya aku cuma rindu.

Pukul 09.55 pintu Mall baru dibuka, buru-buru aku menuju biskopnya, sebelumnya mencetak tiketnya dulu di mesin tiket di sana. Aku memesan via Go-tix karena takut penuh dan ternyata tidak penuh sama sekali, tapi setidaknya aku tidak diburui rasa kehabisan tiket.

DSC07991.JPG

Dan Dilan 1990 tidak mengecewakan sama sekali. Sekian terimakasih

Selesai film diputar aku buru-buru pesan Go-Jek lagi menuju tempat indekos Kak Arin Rissaid seorang blogger yang kukenal dari dunia perbloggeran ini, mengapa tidak jika memang bisa bertemu saat itu juga?, Dia wanita manis dan tangguh asal Bima, Nusa Tenggara Barat yang tahun lalu menyelesaikan S1 di Malang dan sejak tahun kemarin juga sudah berada di Bandung untuk S2 nya. Dia pemilik blog

RISSAID

DSC08004.JPG

Aku menyukai tulisan-tulisannya seperti aku menyukai wafer coklat. Kak Arin tidak bisa menemaniku selama aku menyusuri Bandung, Dia masih harus istirahat biar segera sembuh sebenar-benarnya. Tidak papa bagiku meski jadi merasa kurang. Begitu bertemu dengannya aku memeluknya, merasa langsung akrab dengannya. Aku di sana cukup lama, kami ngobrol, makan siang dengan lahapnya karena dimasakkin cumi goreng, tempe goreng, tahu goreng, sayur toge, sambal plus lalap. Habis selesai makan aku dikupasin buah pir. Kurasa dia memang sosok istri idaman.

Kalau Kak Arin ngomong, aku merasa bukan wanita seutuhnya, sikap dia lemah lembut tapi cekatan, beda denganku yang kalau ngomong memang tidak bisa kalau tidak heboh, apalagi jika yang diajak ngobrol orang-orang spesial. Kak Arin menorehkan kesan tersendiri dari perjalananku ini. Dia memberiku tempat pensil dengan corak tenun khas Bima, NTB. Lalu aku menyadari, aku tidak bawa apa-apa untuk bertemu dengannya, katanya tidak papa tapi aku apa-apa. Huehehehe.

DSC08000.JPG

Sudah begitu aku masih juga dikasih bekal buah-buahan yang sudah dia kupasin, kata Kak Arin buat aku makan di bus. Setelah itu aku pamit dan di dalam hatiku mendoakan dia, mendoakan kebahagiaan-kebahagiaan dia, mendoakan kelancarannya menyelesaikan pendidikannya.

 

DSC07997.JPG

Lain waktu bila bertemu lagi, siapa tahu aku yang punya kesempatan memberi buah tangan buatnya. Sudah sekitar jam 14.00 aku buru-buru ke tempat selanjutnya, ke Istanah di Langit.

Dan kutemukan anak laki-laki super manis di sana. Tebak saja apa yang aku obrolkan dengan Teh Riska. Aku tidak bisa lama singgah di sana. Pamit lagi dengan penuh rindu padahal orangnya masih di depan mata.

DSC08009.JPG

Hak Cipta : Allah, Teh Riska dan Suami

Aku pulang dengan perasaan penuh sesak, ditambah aku tidak membawa jaket dan kedinginan di dalam bus. Bahahaha xD. Sudah begitu saja postingan ini.

See you next post 🙂

PS : Sukabumi tidak ada Bioskop

Apa yang Kalian Lakukan Bila Terlalu Dalam Mencintai Seseorang?

tumblr_ohsd2fWSrU1rigjp7o1_1280.jpg

Pict by : elly smallwood

Terlalu mencintai justru membuat kamu jauh dari yang seharusnya dicintai. Aku tahu, bahwa perasaan sayang pada seseorang tidak akan pernah dirasakan oleh yang lainnya. Mengapa begitu menyungkup perasaan hanya pada satu orang saja? padahal tak seharusnya hati itu membusuk karena  setiap hari menyirami cinta sendiri pada satu orang saja. Betapa salahnya jalan pikiranmu menatap ke dalam matanya, terlalu percaya diri oleh secuil rasa yang mungkin tersisa buatmu dan nanti tumbuh. Omong kosong, kamu tidak seharusnya begitu.

Lihat lagi ke dalam matanya, apakah ada setitik kamu di sana? yakinkah dia akan menyisihkan lahan untuk cintamu bersemi, ini klise – sungguh.

Apa yang akan kamu lakukan ketika terlalu mencintainya? kamu akan rela dia tidak membalas cintamu? kamu akan rela melihat dia jatuh hati dengan yang lain? sungguh? yakinkah? mungkin banyak yang bilang bahwa kegigihan akan membuahkan hasil, tapi ini soal hati, terserah padamu seberapa lama lagi kamu menunggu.

Kamu tahu tidak mengapa orang lain tidak bisa hadir di hidupmu selain dia, itu karena kamu menutup pintu terlalu rapat, kamu memberikan sebuah sungkup baja yang malah membusukkan perasaanmu. Apa kamu tidak takut infeksi? kamu sakit bukan?

Kamu tidak boleh marah, kan kamu ikhlas bukan menunggu selama ini?

Jadi apa yang akan kamu lakukan saat terlalu dalam mencintainya?

Ukuran Keliling Taman Kota Lapang Merdeka Sukabumi

Holla readers 😀

Uhuk! postingan ini dibuat karena termotivasi dari pencarian kata yang menyebabkan si pengunjung nyangkut di blog ini. Aku juga sebenarnya pengin tahu juga apa jawabanya, makannya aku cari tahu. Mengingat blog ini emang random banget isinya, jadi ya nggak ada salahnya.

Jadi berapa meter satu keliling lintasan lari Taman Kota Lapang Merdeka Sukabumi?

Kemarin Jam 06.00 WIB aku sama adikku ke lokasi, rencana ini hampir gagal karena pas  subuh hujan turun,kenapa ya kalau aku niat mau olahraga, selalu aja hujan? Hadeeeeuuh

Sampai sana, udah banyak orang, senam ibu-ibu juga udah dimulai.

Jadi berbekal aplikasi Runtastic, Aku mulai lari dan adikku cuma jalan kaki. Dan terjawablah, satu keliling Taman Kota Lapang Merdeka adalah 300 meter. Dan ternyata aku cuma kuat 1,2 Km alias 4 keliling. ToT

Mata udah berkunang-kunang, perut keram, yaelah neng! suka pengin marahin diri sendiri, padahal aku pengin ikut lari marathon suatu hari nanti xD. Kalau kata ibuk sih “Ah kamu segala pengin!”.

DSC07935.JPG

Lalu setelah napas udah teratur lagi, aku jalan kaki buat mengambil gambar kegiatan di sekeliling Taman Lapang Merdeka Sukabumi. Ada yang jual gorengan, ada yang senam, ada yang pacaran, ada yang beneran lari, ada yang survei (gue maksudnya), ada yang duduk aja.

page

Jadi apakah tulisan ini akan bermanfaat nantinya?, semoga saja. Hai kamu yang nyari ini, tinggalin apa gitu kek, komentar kek, terus kepoin deh tulisan-tulisan lainnya, Okeh? #inimaksa.

See you next post 😀

Menyerah (Puisi)

56806c9bc8061d4f1961ed90d740ae1a

Picture : Renee Nault

Menyerah

akar resah berderet-deret
hujan deras keras kepala
dihitung kebosanan mati rasa
batang berongga berkemelut sesak
barangkali warnanya putih rusak
tersedak perih
lukisan duri berbagai makna
dan nanti bunganya mekar juga
lalu bagimu layu tidak pernah ada
dari lorong gerimis jalanan ada yang datang
sehabis pertigaan
tersesat
berputar balik dan tidak kembali lagi
barangkali menyerah
sekarang di keberadaan ini diam saja
bagai pemuda hilang arah
mati rasa

Sukabumi, 14 Januari 2018

Pasar Malam Mati Rasa

IMG20180101204803.jpg

Mungkin saja tidak bertujuan adalah pilihan terbaik untuk patah hati. Tapi nantinya kebahagiaan tidak terencana adalah hadiah luar biasa. Kali ini seseorang memulai semua hal yang dia mampu, merengek menyibukkan diri supaya waktu tidak pernah terasa lama. Sekarang dia begitu merencanakan kesulitan dan secara tidak sadar dia juga merencanakan kebahagiaan yang konon nantinya dia akan bilang “wow, luar biasa, ini takdir yang baik sekali.”

Menjadi munafik berkali-kali. Sampai pada kiranya dia kesulitan mengingat hal-hal super remeh, termasuk cintanya yang katanya tahun lalu tidak bisa dia lupakan, nyatanya dia pelupa,

Mereka bilang dia bersembunyi di dalam kata-kata, nyatanya tidak. dia mengumbar semuanya lewat kata-kata.

Jadi mereka tidak merasainya karena memang bukan perasa.

Barangkali pasar malam yang tidak berpengunjung yang ia datangi kemarin merupakan kesialan, tidak ada yang beroperasi kecuali mesin arum manis, padahal dia bersemangat ingin naik bianglala yang warna-warni itu. Akhirnya dia menyerah untuk tidak merencanakan sebuah kebahagiaan, dia kini diam-diam punya rencana bahagia di sudut-sudut sarafnya.

By audhina Posted in Narasi

Untuk Lelaki Bajingan

9b108268973679c098dd16865806af75--watercolor-art-anime-art

Pinterest : Kelogloops

 

Banyak hal luput dari pandanganmu ketika seolah dunia beredar di dekatmu, lalu ketika itu kamu menggores-gores benda tajam di permukaan perasaan orang-orang. Demikianlah caramu berbantahan dengan segala macam ketulusan. Namun betapa beruntungnya kamu disayangi orang-orang itu, yang susah lupa mengenai goresan-goresan yang telah kamu ukir. Kamu terlalu beruntung, mengapa harus demikian?

Lelaki bajingan sepertimu, meski nanti kamu mati, doa-doa baik akan tetap ada bagimu. Jiwa-jiwa lapang dada itu memberimu maaf tanpa diminta. Yang selalu mengherankan adalah semua waktu yang sedang kamu gunakan menjadi seperti bom waktu di kemudian nanti. Kebanyakan lelaki bajingan tidak merasa bersalah akan kekacauan di sekitarnya, menjadikan hal-hal itu lumrah dan biasa saja.

Lelaki bajingan sepertimu, apa bisa menghayati turunnya hujan?

Karena kiranya kepalamu tak pernah lengang mengelabui jejak-jejak tetesan hujan—tak tahu diri. Di tepi-tepi kebosanan, engkau pergi memenuhi ruang-ruang penuh itu beraroma sunyi bajingan.

Alih-alih merasa bersalah, Lelaki bajingan sepertimu datang lagi dan merengkuh lagi, memaksa menjadi bagianmu lagi.

Semoga tidak banyak yang menyumpahimu, semoga cuma aku saja. Tidurlah, selamat malam.

Sembarangan!

23594535_520337711659553_4446609607535624192_n

photo by instagram : Rebecca Ninig (@ni_nig)

Apa kalian punya satu kata saja yang sangat ingin kalian dengar dari seseorang. Dengan satu kata itu saja kalian bisa langsung mengingatnya?. Aku ada, dan kata itu adalah “Sembarangan ! “ yang otomatis aku mendengar kata itu dari suara seseorang di kepalaku. Padahal kata “Sembarangan!” ini menuntut permohonan maaf, kan ya ?. Aku justru cengar-cengir aja gitu. Dan sampai saat ini kalau meréka ulang suara itu aku cengar-cengir sendiri nggak jelas. Dan ini justru bahaya bagi kelangsungan hidupku. Ngoahahah.

Jadi seberapa hebat kalian meréka ulang suara seseorang di kepala?, kalau aku tidak terlalu hebat. Mungkin yang terjadi di kepala adalah intonasi suara yang sangat amat ingin didengarkan, itu mengapa meréka ulang suara justru membunuh ekspektasi – terlalu tinggi, bahkan akan sulit tergapai. Jadi adakah solusi agar kebiasaan saat rindu seseorang dengan meréka ulang suara di kepala itu?, jawabanya belum ada di aku. Soalnya aku juga masih tersiksa dengan kebiasaan itu. Walah!

Kalau kata Bang Fadel. “Move on dhin, walau cuma sejengkal!” (nah ini kalimat aku dengar dengan suaranya raditya dika) XD, soalnya aku belum pernah kopdaran sama si raja kopdar ini.

Jadi kalau gitu caranya adalah menginterupsi suara-suara itu dengan suara lain. Kalau kalian punya list lagu yang malah justru bikin meréka ulang suara seseorang di kepala, jadi gantilah list lagumu, ya aku juga baru nyadar sih, bahwa ada banyak sekali lagu-lagu bagus di dunia ini. Ehemmm, baiklah, saatnya bergeser sejengkal demi sejengkal. ngoahahaha.

Udah gitu aja tulisan enggak penting kali ini, see you next post 🙂

Melihat Sukabumi dari Bukit Karang Para

DSC07891.JPG

Holla Readers (o.o)9

Selamat Tahun Baru 2018 🙂 Aku kok ngerasa biasa aja ya dengan pergantian Tahun ini. Sebab ada yang hilang yaitu sepotong dari jiwaku eaaaaa. untuk meminimalisir kekecewaan yang berlebihan, aku enggak akan bikin resolusi kayak yang orang lain. XD

Okay ! Jadi kemarin itu hari pertama di tahun baru.ehehe, karena ingin menjadi seorang kapiten kakak yang baik, aku nganterin itu bocah ke Karang Para, tempat wisata yang bisa melihat Kota Sukabumi dari ketinggian. Adikku pengin banget ke sana sudah sejak lama, dan aku bilang aku nggak minat ke Karang Para, entahlah. Jadi kita berangkat jam 09.00 WIB dari rumah pakai motor. Kita ngandelin arahan dari google maps. Gini guys, aku pikir adikku itu pengin ke Karang Numpang (aku kan udah pernah ke sana, makannya males nganter dia ke sana), dan mungkin takdir berkata lain, padahal direction nya udah jelas Karang Numpang, eh ternyata kita di bawa berputar-putar dan tanganku pegal, dan sampailah kita jam 10.00 WIB ke Karang Para. Oya dari gapura berwarna hijau penunjuk masuk Karang Para, jalanan jadi berjerawat dan najak (sungguh lumayan sulit), ini ujian buat tangan kecilku sama ban motor. Mobil juga bisa masuk langsung kok. Di sana ramai. Uhuk XD aku kurang suka tempat ramai, itu kenapa aku suka Karang Numpang.

DSC07864

Karena hari libur terakhir, di sana ada banyak keluarga dan dua sejoli yang sedang kasmaran. Begitu masuk area Karang Para, ada panggung hiburan yang waktu itu band nya mainin lagu dangdut. Duh berasa di mana gitu. Lalu ada banyak pedagang, juga ada Café, lengkap guys. Kalian juga bisa camping di sana, sebab ada yang sewain tenda.

Masuk ke sana satu motor Rp 5000, ini udah termasuk uang parkir Rp 2000 , lalu tiket masuk seharga Rp 3000 per orang, murah kan. Meski aku kurang suka tempat ramai. Karang Para ini lumayan indah di beberapa sisi. Oya ada flying fox.

Karang Para ini area yang terbuka sekali, jadi panasnya terasa saat siang menjelang. Mungkin waktunya kurang tepat, seharusnya ke tempat seperti ini jam 6-7 pagi atau jam 4-5 sore, pas mataharinya lagi malu-malu. Kita berfoto di beberapa spot yang bagus. Menurutku tempat ini bisa jadi romantis kalau tidak ramai. karena sudah puas ambil foto, kita memutuskan untuk pulang. Dan dengan super kehati-hatian.

Gitu aja guys. Terimakasih yang sudah mau-maunya baca. Semoga berminat mengunjungi Sukabumi. 🙂 See you next post

DSC07832.JPG

Aku Menemukan Malaikat

Sudah dua bulan ini aku menemukan Aurora Aksnes dan aku jatuh cinta sama lagu-lagunya. Berikut tiga lagu yang aku suka diantara semua lagu yang aku suka dari Aurora Aksnes  rieut sugan XD

  1. Murder Song (5,4,3,2,1)

Lagu ini yang pertama banget aku denger, dan aku jadi ikutan depresi dengerin lagu ini. Kayak ngasih tahu akan kepasrahan aja gitu, dan aku dengerinnya sambil lihat video klip nya, lihat ekspresi dia, dan bahasa tubuhnya. Aurora Aksnes ToT greget banget.

  1. Runaway

Yang aku rasa sepertinya lagu ini mengenai move on dari suatu permasalahan, dan rasa kesal, dan lagu ini tentang pulang ke suatu tempat yang seharusnya. Aku lagi-lagi suka sama video klipnya, meski banyak yang bilang gerakan Aurora ini absurd, tapi malah justru itu yang bikin lagunya semakin bernyawa.

  1. Running With The Wolves

Nah kalau lagu ini entah kenapa bikin aku semangat, kayak ngasih kekuatan gitu. Kalau lagi bersih-bersih rumah sambil denger lagu ini bisa nambah cepet nyapunya.ehe

Udah gitu aja, aku Cuma mau ngasih tahu, kalau aku menemukan malaikat, dan itu adalah Aurora Aksnes. 🙂