2.00 am

09/09/19 Audhina masih bangun, tadi sore tidur nyenyak sekali. Sengaja ingin begadang buat revisi skripsi. Tiba-tiba ingin posting sesuatu di blog ini di tanggal yang unik ini. Hmmmm yang teringat cuma bahwa banyak online shope yang ngadain diskon dan ongkir gratis sedangkan Audhina masih belum gajian. Hadaaaah. Dua minggu ini Audhina senang sekali dengerin Prambors (102.2 FM), apalagi kalau acara paginya DGITM (Desta Gina in The Morning). Terus Audhina udah sebulan uninstall instagram, twitter, sama wordpress di android nya, soalnya enggak mau berlarut-larut iri sama hidup orang lain, tapi ini kadang suka penasaran sama twitter sama wordpress.ngoahahaha sesekali doang bukanya kalau udah pusing banget sama skripsi via laptop.hadaaah. Ini aku laper, tapi enggak ada persediaan mie instan. Mau tidur aja, udah selesai revisinya, kalau hari ini pak pembimbing utama ada di kampus saya bakal bimbingan, kalau enggak ya mungkin hari Jum’at (sampai hapal banget ini jadwal beliau).

Iklan
By audhina Posted in Curhat

7 Tahun Biru Pupus dan Nganu Sekali Perkembangan Nulis Saya

biru pupus 7 tahun

Jadi tiap tanggal 2 Agustus itu ulang tahunnya blog ini. Yaudah gitu aja. kasihan ya blog ini, tahun ini mengenaskan :’). Jadi mikir, ya aku bikin blog itu buat corat coret kok, jadi ya biarin aja gitu. Semacam diary yang dibaca khalayak ramai yang kadang ada yang baca dan terinspirasi ada juga yang biasa aja, atau bahkan cuma kesasar dan nyoba baca eh isinya sambat doang, akhirnya hengkang.

tiba-tiba barusan ada lirik lagu Sal Priadi Amin Paling Serius “Tapi menurut aku kamu cemerlang, mampu melahirkan bintang-bintang….”

ohiya mau cerita, tadi jam 13.00 WIB, bayi laki-laki sahabat saya lahir dengan selamat :’). lalu revisian saya menggunung sekali, mau hura-hura dulu (enggak, aku bercanda aja), besok aku pengin es krim con rasa coklat, udah gitu aja.

Kemarin itu aku lupa bikin postingan kayak gini, soalnya (banyak alasan) ngoahahaha.  udah gitu aja, aku pamit dulu mau tidur. heleeehhh 🙂

By audhina Posted in Curhat

Juli 2019, di suatu hari

Pada tanggal 19 Juli 2019, aku menghadiri acara malam puisi sukabumi, yang kali ini diadakan di suatu café, namanya “di suatu hari”, udah lama pengin berkunjung ke café ini karena konsep café nya beda dari café lainnya, eh kebetulan ada acara menarik malam puisi x di suatu hari x musim sastra x zeta project. Sempat ngajak adik buat nemenin, tapi do’i habis sembuh dari cacar jadi enggak pede keluar dengan muka penuh bekas cacar. Ya jadinya ke sana sendiri. Sampai sana pesan minum dulu. Aku pesan “Belum Ada Nama” lucu kan namanya?, penampakannya kayak gini.

20190719_203236

ini awalnya penampilannya seperti pelangi, tapi setelah beberapa jam belum aku minum, jadinya biru keunguan, tapi masih cantik sekali. dan rasanya seperti yogurt

Terus aku langsung gabung ke ruangan buat menyaksikan orang-orang berpuisi, aku gembira sekali. Aku sedikit ambil foto karena aku lebih banyak ambil video.

Aku terlihat seperti manusia penyendiri, orang-orang datang bersama teman atau komunitasnya, aku di situ bukan siapa-siapa dan cuma menikmati suasana, dan tidak berani berkomunikasi menanyakan bagaimana gabung ke komunitas mereka. Tapi aku nyaman datang sendiri, menikmati bersama mereka.

20190719_193217

Di penghujung acara, pembawa acara membagikan gelas plastik bening dan spidol permanen, meminta pengunjung menulis quote dengan tema bebas, dan kalau beruntung, quote nya akan dipajang di gelas mereka. Aku menulis serampangan, karena memang sedang tidak bisa menulis. Kalau bisa menulis juga belum tentu bagus. xD enggak bakat bikin quote.

Pengalaman ini tidak terlupakan, tempat, acara dan pusi adalah jalan untuk membahagiakan diri sejenak. Aku sedang malas berceritas, tapi aku enggak mau melewatkan Juli 2019. J jadi biarlah tulisan alakadarnya ini bertengger di sini. See you next post

By audhina Posted in Curhat

Juni setelah Februari 2019

Tiga bulan berlalu sia-sia, eh tidak. Tidak ada yang sia-sia. TIDAK!, awalnya saya kira bisa tetap konsisten posting apa saja setiap bulan, meski satu postingan dalam satu bulan, tapi komitmen itu mendadak tidak jelas karena tiba-tiba saya mengalami “quarter life crisis”. Dari mulai penelitian untuk skripsi saya mengalami banyak kendala (alat, bahan, dan keuangan tentunya), lalu partner kerja saya resign di saat keadaan tempat kerja sedang sibuk-sibuknya (sehingga saya harus banting waktu, pikiran, dan jiwa saya) untuk merangkap banyak pekerjaannya, kemudian di sela-sela itu ada sebuah kesempatan egois untuk datang ke Jakarta, bertemu idola, dan malah berujung kecopetan handphone di metromini blok M :’). Pas jiwa saya masih belum utuh itu, partner kerja saya resign, lengkap sudah. Sempat nangis di laboratorium sambil didengarkan sama sahabat saya, sempat berpikir mau mati aja tapi takut :’). Beruntung sahabat baik yang jarak dekat maupun jauh mendengarkan saya berkeluh sedemikian rupa, juga ibuk saya yang luar biasa mau mendengar saya dan mau mengerti saya, saya pelan-pelan mencoba jadi manusia yang tidak panikan, yang selalu ibuk tekankan “mengalir aja seperti air”.

Ohiya, mungkin bagi orang lain yang memiliki ekonomi yang mapan, kehilangan handphone bisa jadi sebuah hal yang remeh (toh bisa beli lagi besoknya), tapi saya tidak. Iya sesusah itu saya, setidakbersyukur itu saya.hahaha lucu ya.

Lalu orang yang masih saya sayangi sampai detik ini datang, dan membuat beberapa nostalgia dan saya menyesal tidak bertahan di sisinya. :’) Saya percaya bahwa semua orang yang pernah dan masih hadir untuk saya itu dikirim Tuhan buat memberi saya pelajaran kehidupan tentunya.

Maret, April, Mei 2019 :’) bulan yang luar biasa bagi saya, saya berhak tersenyum sekarang, meski banyak hal yang belum selesai (iya skripsi, tapi saya sekarang enjoy menjalaninya). Saya juga senang dengan partner kerja saya yang baru, anak line 1999 (20 tahun), anaknya positif terus, bertolak belakang dengan saya, tapi justru dia suka menularkan kepositifannya kepada saya, saya bersyukur.

Saya menulis ini supaya saya nanti bisa baca lagi, betapa lucunya hidup saya di tahun 2019 ini. Di akhir tulisan ini saya cuma ingin menyelipkan doa buat ibuk, adik, dan nenek saya supaya sehat selalu dan panjang umur, supaya di Amiin-kan oleh beberapa orang yang baca tulisan ini juga :’). Apapun yang kalian hadapi saat ini, sebegitu sangat buruknya sampai bingung harus bagaimana, bersabarlah dan mintalah bantuan orang terdekat kalian untuk membantumu :’) jangan sendirian ya. See you next post

Terima Kasih

Screenshot_20190208-170949

“kamu enggak bisa gitu, Daw! coba-coba di aplikasi cari jodoh dan enggak ada keyakinan di situ, kamu itu cuma berpikiran siapa tau jodohku lewat situ, gitu kan? enggak bisa gitu.” kata dia ketika saya menceritakan kekonyolan saya iseng main aplikasi cari teman chat, ketika itu saya sedang tidak sibuk, kejadiannya awal tahun ini dan saya kapok xD, enggak tau kenapa ketika itu saya merasakan psikis saya sepi dan yah akhirnya begitulah xD. Sekarang saya benar-benar sibuk, saya bahkan tiga kali perpanjang masa peminjaman buku ini

IMG_20190204_164207

yang mana seharusnya buku ini selesai dalam seminggu, saya kewalahan meluangkan waktu untuk membaca, saya tidak rela memulangkan buku ini tanpa saya selesaikan dahulu, buku ini lucu sekali saya suka Nombeko (siapanamanya). Hmmm. Rasanya ingin cerita sama blackcloud seperti dulu, sekarang keadaan di tempat kerja sudah lebih baik dan sibuk sekali dan bulan depan saya sudah akan memulai penelitian saya, doakan tahun ini saya lulus ya :). Saya suka sekarang saya sibuk, tapi saya selalu kangen blackcloud. Kalian tahu, kan? Mengapa bad boy itu menarik? karena dia selalu tidak terduga. Dan ketidakterdugaan yang baik adalah menyenangkan. Bahahahaha gagal move on.

Sudah segitu saja sambat kali ini, besok mau baca bukunya sampai tamat kalau bisa xD, solanya senin harus dikembalikan atau diperpanjang lagi xD. see you next post

Tulisan Tanpa Inti(Saya Pernah Menghafal Luas Permukaan Planet-Planet dan Ini Juga Sebuah Pengakuan Saya )

flower-1225806_1920

pict by : pixabay.com

Saya pernah menghafal dari Merkurius sampai Pluto. Saat itu SD kelas lima, ibu guru bilang Pluto sudah dihapuskan dari daftar planet Bima Sakti karena tidak memenuhi syarat disebut sebagai suatu planet. Saya kira tidak penting kegiatan menghafal itu, padahal sekadar tahu urutan besarnya saja lumayan dipahami. Baiklah saya mengaku, saya penulis amatiran yang kekurangan inspirasi dan tidak sedang tersakiti. Ini mengapa saya bilang saya pernah menghafal nama-nama planet.

Mengapa saya merasa tulisan saya bagus saat saya diombang-ambing oleh perasaan yang tidak menentu? Nyatanya memang tulisan seperti itu yang paling laku.

Saya pernah menghafal luasan planet-planet di bima sakti, dan ternyata filosofi-filosofi yang pernah dipelajari di SD lumayan menghakimi saya saat ini.

Saya tidak mau patah lagi, tapi tidak juga mau kekurangan ide menulis lagi. Saya kekurangan inspirasi, tidak ada yang sedang membuat saya kejang oleh rasa berharap, tidak juga sedang hampir mati ketawa karena bahagia, tidak juga sedang rindu, otak saya sedang disetel untuk merangkai kalimat-kalimat sistematis dari berbagai sumber jurnal-jurnal internasional yang mana membuat otak saya merasa tidak mampu membuat suatu tulisan maha indah, akhirnya saya merasa tidak produktif di blog lagi, padahal mungkin ada yang merindukan saya (iya saya terlalu pede).

Saya sedang berjuang untuk diri saya, di Bulan Januari ini saya sudah baca 3 buku (satu buku tidak selesai, satu buku selesai, dan satunya lagi sedang saya baca). Mumpung ini masih Januari saya mengingatkan bagi yang lupa, perbanyak baca biar 2019 tidak berlalu sia-sia.

Ohiya Sahabat saya yang paling saya sayangi tunangan tadi siang, saya bangga karena dia akhirnya bangkit dari ketidakpercayaan diri karena merasa tidak pantas dicintai lagi setelah kegagalan pernikahannya yang membuat saya ikut merasa perih. Tidak papa, pokoknya tidak papa, saya bangga sama dia, saya sayang dia. Semoga ini akan menjadi rangkaian indah yang telah lama seharusnya dia dapatkan. Aaamin.

Terakhir kutipan dari sahabat saya kepada saya : “Aku tau kamu kesepian. Enggak ada yang dicintai, hambar memang, enggak punya sumber inspirasi, tapi kamu sendiri dulu kasih tau aku : tanda doa dikabulkan adalah kamu memulai, dan saranku untuk inspirasi kamu : cintailah dia yang telah dituliskan-Nya tanpa kamu tahu siapa dia.”

Oke saya rasa tidak akan ada yang membaca ini, kiranya begitu saja tulisan ini. See you next post.

Kita Berdua Menyakitkan

IMG-20180711-WA0013

Beberapa orang bilang bahwa dengan berjuang dan keyakinan, keadaan akan menjadi indah untuk kita berdua. Apa yang paling sulit dari semua itu adalah SEMUANYA. Mengapa harus mempertanyakan hal yang masih abu-abu tapi keadaan kini tidak begitu membantu kita?. Kita berkali-kali bertanya pada keadaan mengapa kita dikirim semesta pada titik temu ini? padahal memang sudah saatnya kita bertemu.

Kita berdua sungguh menyakitkan.

Saling bertemu namun tidak untuk bersatu. Kita tidak akan pernah mengerti semua ini. Bila saja semesta menyimpan kita untuk kisah yang bahagia apakah kita masih ada?.

Kita tidak harus patah hati selamanya. Tidak juga kita saling meyakinkan, karena justru malah melelahkan. Kita berdua menyakitkan.

Batas (Puisi)

Mungkin saja saat ini tuan sedang terlempar ke tepian paling aman,

Sedangkan semesta memilih masygul kepada saya, lalu batas menjadi buih di akhir minggu

Tanpa Batas, empasan paling kaku menjemput tuan kepada saya

Pada Senin pagi, saya sedekat ini dengan tuan

Lalu batas mengada-ada menjadi kaku

Dan saya percaya, bahwa tuan tidak sedang berbahagia

Tetapi tidak juga meminta saya untuk memiliki Tuan

Sehingga kini musim memilih batas untuk memiliki saya

Dan tuan terlempar lagi ke tepian paling aman, dan selamanya.

Audhinadaw

7.11.18

Kamu!

Aku mengabaikanmu, jika kita terus bersinggungan, aku rasa aku cuma semakin terluka, semakin menyalahkan kehendak semesta, semakin menginginkan kamu ada, kamu tahu semua jawaban itu, kamu tidak pernah berubah, selalu menginginkan jawaban dariku tanpa kamu menjelaskan dari bagianmu, aku yang terus terluka, kamu tidak tahu!.

Jadi boleh saja kan aku menutup semua jalan percakapan bagi kita, supaya hatiku lega, agar juga tidak lagi menangisi keadaan kita. Kamu pantas bahagia, tidakkah kamu mulai mengabaikanku juga?

Aku sekarang sakit lagi, kembali pada paragraf pertama.

Aku tidak mau lagi menyalahkan Tuhan, aku cuma mau kita tidak lagi saling sapa. itu saja, supaya kamu dan aku sama-sama lega. kita tidak pernah menjadi BERSAMA, tidak juga untuk BAHAGIA.

Sedang Ingin Diperjuangkan

Lingkungan gue kayak tiap hari terjangkit virus yang memungkinkan seorang gue berpikir ke arah,
mana ada orang yang mau memperjuangkan gue yang masih berantakan ini? di sisi mana berharganya gue?

iya itu karena setelah sahabat seperkuliahan nikah sama dosen muda bahasa inggris yang naksir dia pas semester 1 dan yang lainnya setelah yang satu itu nikah, yang lainnya udah punya pacar, ada yang udah mau 6 tahun pacaran, 3 tahun, dan 1 tahun pacaran dan mereka sudah merancang keindahan setahun ke depan sambil nyelesain skripsi, udah ada yang jaga gawang pas wisuda nanti, dan mereka dan pacarnya nanya kapan gue punya pacar. lalu tetangga gue, yang baru aja dilamar pacarnya jauh-jauh dari bajarnegara itu, lalu teman sejawat yang sama pacarnya makin sweet banget dan berencana tunangan dan nikah tahun depan, lalu tetangga gue yang lebih muda dari gue udah punya pacar dan ibunye nanya ke ibu gue “itu kapan dilamar? ” segera aja deh buuu. biar cepet selesei obrolannya. lalu temen yang udah punya anak umur setahun nanyain gue kapan nikah, dan dia bilang abis nikah enaaa lho. hmmmmmmmm.
gue yang selama ini merasa enjoy dengan kemandirian gue, dengan kenorakan gue, dengan kealayan gue, dengan apa adanya gue, merasa terusik vrooh!

habis terusik langsung biasa lagi sih, tapi ya ini frekuensi terusiknya keseringan, lha gue kudu piye? uwislah aku mangan tisu ae lah.

sejauh ini gue sih masih seriweuh biasanya kok, jadi yha audhina masih normal, cuma lagi pengin curhat aja biar semua tahu kalau audhina lelah ditanyain kapan nikah.

-.- gue masih muda, masih bisa kemana-mana tanpa perlu dijemput pacar, masih rutin sholat, makan, minum, BAK, BAB dan numpukkin barang di keranjang belanjaan online dan gak dicheckout juga sampai sekarang tanpa bantuan pacar. iya gue semisqueen itu, tapi ya masih Alhamdulillah dikasih hidup sama Allah. hehe udah ah mau mikirin judul skripsi gue.

Gue lagi pengin diperjuangin sih intinya, soalnya gue lagi merjuangan diri gue sendiri.

Jadi wahai para readers yang suka nanya ke orang kapan nikah, segeralah berhenti dari hobi itu yha. thx

see you next post 🙂