6 Tahun Biru Pupus

DSC08960

Holla Readers, Apa kabar semoga kalian dalam keadaan baik ya, jangan lupa bersyukur setiap harinya. Aku mau mengucapkan terima kasih kepada kalian para readers yang mungkin memang sengaja nyari blog ini, atau mungkin karena kesasar atau karena ngelindur dan malah ke blog ini, penulis seneng banget kalau lihat Stat yang melonjak, rasa-rasanya seperti diberi barang kesukaan.

Biru Pupus sudah berusia 6 Tahun, beruntung karena setiap Bulan ada postingan blog, meski hanya satu tulisan yang pendeknya minta ampun tetap saja bisa disebut postingan blog.

Doakan saja semoga tidak patah semangat dalam menulis. Mohon maaf kepada kalian semua yang mungkin tidak sengaja merasa tersakiti oleh tulisan-tulisan di blog ini. Mohon maaf juga karena sudah jarang blogwalking ToT, sedih guys beneran.

Kalian tahu bahwa tulisan lahir melalui kegelisahan penulisnya, bahagia juga ada bagian kegelisahannya. Oke aku mau mengaku bahwa aku kangen sama kalian semua.

Aku merasa selama 6 tahun ini belum menghasilkan tulisan yang bagus, janji terhadap diri sendiri agar dapat menerbitkan satu buku di tahun ini pun tidak terlaksana. Kesibukkan memang mampu merubah banyak hal. Doakan tidak berubah terlalu jauh dari Audhina yang sesungguhnya. Doakan Audhina berubah lebih banyak kepada banyak hal yang baik.

Semangat menulis kawan! Kelak tulisan kita akan bisa menyembuhkan banyak hal. Aku menyayangi kalian, kalian bagian dari penyembuhan-penyembuhan yang ada dalam Audhina.

Selamat Ulang Tahun Biru Pupus 🙂

ulang tahun blog yang ke-6 yeay

Iklan

Minggu Pertama KKN : Perkenalan adalah Gerbang Percakapan

IMG_20180726_073920

Holla readers, apa kabar? Baik duoong?

Kalau enggak lagi baik, napas dulu ya jangan lupa. Uhuk~

Langsung saja, aku mau nyeritain tentang kegiatan KKN di Desa Sukamanah yang lebih dikenal orang awam desa yang berada di Jalan Cikiray, Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Sebelumnya kalian kenalan dulu deh ya sama anggota KKN Cisaat 2018 ini. Tentu aku tidak sendiri, karena jika sendiri itu akan dinamakan uji nyali. halah~

Alhamdulillah berkali-kali, karena lokasi KKN ini tidak terlalu pelosok, dan masih bisa pesan makanan via go-food. Dan bagi aku mahasiswa kelas karyawan ini, bisa bolak-balik (tempat kerja – lokasi KKN).

Kelompok ini terdiri dari 15 orang. Empat cowok dan 11 cewek (2 mahasiswa kelas karyawan). Tentu cerita ini mungkin akan berbeda dari KKN yang kebanyakan diceritakan oleh mahasiwa kelas reguler, tapi semoga aja cerita ini bisa menggugah sanubari. Eheeeem~

Cowok yang cuma 4 orang ini wajib kalian ketahui, di antaranya

IMG-20180725-WA0007

Ketua kami Riana Afriansyah yang lebih baik dipanggil Rian, awalnya kukira dia berjenis kelamin perempuan, dan beruntungnya aku lihat kolom Jenis Kelamin dulu.Uhuk~. Rian merupakan ketua yang bisa diandalkan, bisa menggerakkan seluruh anggota kelompok dengan baik.

Pak Jordy Atmadja, berumur mungkin satu tahun lebih tua dari kami semua yang sudah menikah, dan sangat berjiwa kebapakan, menyukai Danila dan suka pakai kaos hitam yang ada tulisan  Quote-nya Chairil Anwar  “Ada yang berubah, ada yang bertahan. Karena zaman tak bisa dilawan. Yang pasti kepercayaan harus diperjuangka.”

IMG-20180725-WA0014.jpg

Deni Septian Komara, mahasiswa agribisnis yang bantuin emak-bapaknya jualan ayam potong di pasar ciwangi ini punya badan paling besar, emmm gimana ya, cowok paling cuek di kelompok ini. Mungkin kalau enggak dimintai tolong dia akan terus teronggok membisu. Dan pada hari pertama mengikuti kegiatan pengajian rutin bapak-bapak di Desa Sukamanah, dia malah tertidur pulas di antara gulungan sajadah masjid. greget banget, kan? Hadeeeuuuhh.

Rafa Athariq, mahasiswa PJKR yang kelihatannya cuek padahal enggak, dia bisa jadi paling gesit bantuin para cewek-cewek riweuh. Ntap!, dan satu lagi, dia wangi. Uhuk~

Lanjut kenalan sama anak ceweknya. Ada : Aku, Dessy, Dista, Lavia, Lusi, Muna, Rima, Rizka, Selvy, Shilvi, Vicky. Kalau ditulis kayak anak cowok, otakku bisa kram (enggak ding).

Yang jelasnya, anak-anak cewek di kelompok ini seru, dan enggak jaim, Hamdallah lagi tidak ada yang berjiwa sosialita yang mungkin tidak untuk diberdayakan mengupas bawang merah maupun putih, bahkan dibayangkanpun tidaaa~, karena jika ada mungkin akan kupanggil Ibu Susi Pudjiastuti untuk memarahinya.

Cerita lebih lengkap dari mereka akan aku uraikan insya’allah pas udah selesai KKN. Karena sekarang belum kelihatan dramanya.

KKN ini akan berlangsung selama 40 hari. Dari tanggal 24 Juli 2018 sd 31 Agustus 2018. Hari pemberangkatan untuk formalitas itu berlangsung pukul 08.00 WIB. Banyak kelompok yang sudah nyicil ngangkutin barang ke lokasi KKN sebelum hari H, namun ada juga yang belum, sehingga penampakan dispenser, galon, kasur, kompor, tabung gas, koper besar-besar, dan lainnya masih nampak saat hari pemberangkatan itu.

Setelah selesai pengarahan dan harapan-harapan baik dari Bapak Rektor beserta jajarannya, kelompok kami berangkat dengan beban yang mungkin paling simple, menuju desa Sukamanah.

Posko KKN kami ini lumayan jauh dari lokasi yang seharusnya kami tangani, kenapa?, karena jauh-jauh hari kami survei lokasi dan tidak menemukan rumah yang bisa ditempati selama 40 hari, tapi ada plusnya, posko KKN kami dekat dengan kepala desa, sehingga mudah berkoordinasi dengan perangkat desa lainnya melalui Pak Kades Sukamanah.

Perlu kalian tahu, jalanan menuju kontrakan kami ini jalanan berlubang, yang cukup bikin was-was ban motor. Dan dari kontrakan ke lokasi inti kegiatan KKN harus melalui jalanan indah itu, semoga kami quwat~. Aamin

Ibuku bilang selama KKN ini, harus tambah suplemen makanan ataupun vitamin, aku aminkan, karena aku tidak mau, badanku jadi ringkih.

Ohiya hampir lupa, kemarin aku ikut membantu mengajar pelajaran PKn anak kelas satu SMP 2 Muhammadiyah Cisaat, dan aku kaget, muridnya hanya 4 orang di antaranya ada Najwa, Winda, Abi, dan Adit. Mereka seru, aku cuma menyampaikan mengenai cerita pembentukan BPUPKI selanjutnya kami ngobrol. Karena sekolah memang belum efektif dalam KBM, mereka belum belajar.

IMG_20180726_093002

Adit merupakan murid paling tua (18 tahun seharusnya sudah kelas 3 SMA) katanya dia sempat putus sekolah karena membantu orang tuanya berdagang ayam, kenapa dia mau masuk sekolah lagi di usianya sekarang ini?, keinginannya sendirilah yang mendorongnya, lalu orang tua Adit sangat senang mendengar anaknya mau sekolah lagi.(ya ampun aku terharoe…ToT9).

Sudah segitu aja dulu, biar kalian penasaran.

Jangan lupa senyum hari ini, see you next post 🙂

Belantara Pemahaman

DSC07955

Pemahaman baik itu datang bila kamu telah mempersilakannya, otakmu tidak akan menerima bila kamu mengaturnya untuk tidak menerima pemahaman dari siapapun, kamu akan bebal dalam waktu lama meski berpuluh-puluh orang menasehatimu. Ini mengapa pelajaran PKn waktu Sekolah Dasar dulu itu berkali-kali mengingatkan tentang berlapang dada, karena kuncinya itu. Kamu tidak akan bisa menerima apapun bila dirimu sendiri penuh dengan penyangkalan dan khayalan saja, sedangkan realita merengek-rengek datang dari orang-orang yang menasehatimu itu.

Tidak ada yang tahu cara kerja pemahaman baik itu, kalau sudah waktunya kamu akan menerima semuanya. Banyak fase yang mengajarkan tentang itu, kamu cuma sering menyangkalnya saja, lain kali coba untuk secepatnya paham.:)

Rugi banyak berlama-lama tidak menerima keadaan itu, kamu cuma akan keabisan waktu saja. Saat kamu sudah sadar, kamu harus berlari untuk mengejar ketertinggalanmu. Semangat!

Dirimu adalah Ketiadaan yang Salah (Puisi)

Dirimu adalah Ketiadaan yang Salah

Oleh : Audhinadaw

Dirimu adalah ketiadaan yang salah

Dimamah luka yang menjadi aku

Kamu itu lukaku

Ketiadanmu adalah bunuh diriku

Kerinduanku adalah kebodohanku

Sejajar dengan menginginkan neraka sepanjang kehidupanku

 

Kering di hujan Juni ini mengolok

Dengan kerapatan dingin, dan aku butuh tidur

Jalanan terpijak landai berusaha menjelaskan

Tentang kasihannya keadaanku

Yang meraba-raba banyak warna merah muda yang bermacam-macam

Yang memastikan bahwa dunia ini bukan tempat bermain.

 

Hati yang patah tidak lekas sembuh

Aku bilang sudah tidak ada lagi Dia hari ini

Aku berbohong

Belum ada dia sebelum kamu

By audhina Posted in Puisi

Aku Sedang Berantakan

 

Aku lupa bahwa kamu berantakan di permukaan

Dan aku berantakan di kedalaman yang tidak terlihat

Apa mungkin aku terlalu berpikir terlalu acak, sehingga hadirmu yang sebenarnya sistematis itu akhirnya terkubur paksa

Dan bagai mayat hidup yang meronta keluar

Jadi apa fungsi pergiku ini jika aku memintamu kembali

Maka dari itu aku diam saja, menganggap semua ini cuma sementara penyesalan

Dan tidak ada di antara kita untuk mendatangi satu sama lain lagi (Sudah)

Tidak ada jilid kedua untuk berakhir pada ketiadaamu lagi!

By audhina Posted in Puisi

Ramadhan 21 : Sebenar-benarnya Perempuan?

Holla readers, ini sudah memasuki 10 hari terahir Ramadhan. Perbanyak amalan yang baik, dan minta ampunan Allah lebih keras dari sebelum-sebelumnya.

Yak mari kita mulai postingan ini.

Menjadi manusia itu kalau kata gue harus bisa mikirin perasaan orang lain, bukannya jadi manusia yang egois, yang berpikir bahwa “terserahlah kalau dia enggak suka sama gue, gue emang begini!”. Menjaga perasaan sesama merupakan hal yang teramat penting. Lantas menjadi manusia yang disukai semua orang itu memang mustahil, tapi setidaknya bersikap baik kepada sesama, dengan cara menanggapi mereka seperti kita ingin ditanggapi oleh mereka dengan cara baik. Menjadi manusia itu seharusnya yang membuat orang-orang  nyaman berada di dekat kita, tidak harus selalu mengalah untuk menjadi mereka nyaman, setidaknya kalian bisa menjadi diri sendiri dengan cara yang sebaik-baiknya.

Lantas tibalah ke persoaalan tentang perempuan. Gue yang kiranya sedang mengalami sedikit masalah mengenai “bersyukur” ini, merasa belum menjadi perempuan yang sebaik-baiknya perempuan. Gue bisa mengalah tapi tidak selalu mengalah, kadang membuat orang-orang merasa sungkan mendapatkan persetujuan gue akan suatu hal, rasa-rasanya jauh dari seorang perempuan yang ke-ibu-an.

Perempuan itu seharusnya yang ketika diperhatikan, mereka akan memahami bahwa engkaulah seorang perempuan itu.

Sulit ternyata jadi perempuan yang sesungguhnya itu. :’)

Sudah begitu saja postingan kali ini. See you next post.

Ramadhan 18 : Apa Kabar Kamu?

Holla readers? Kabar baik, kan?

Hari ini gue ikut buka bersama alumni waktu dulu sekolah jenjang SMK. Banyak yang sudah berumah tangga, banyak yang sudah mapan dengan pekerjaanya, dan gue rasa, gue ada di bawah mereka.

Dan ini adalah Ramadhan ke- 18, di sana gue baru menyadari bahwa menjadi diri sendiri adalah tuntutan paling sulit saat ini, meski sebenarnya sikap yang seharusya ditunjukkan di depan orang-orang selalu terkontrol, namun ada saja celah yang dapat membuat diri seseorang itu sebenarnya terlihat.

Gue merasakan sampai sekarang adalah semesta sudah menyeleksi siapa saja yang memang seharusnya kita temui. Siapa saja yang benar-benar seharusnya menjadi bagian dari diri kita, meski cuma beberapa jenak, 1-2 jam.

Dan herannya, apakah semesta juga menyeleksi siapa yang mampu berputar-putar di dalam kepala sekian lamanya, padahal orangnya tidak pernah tahu?. Hue~

//

Berkali-kali gue menyadari bahwa, manusia seharusnya berprasangka baik kepada Tuhannya, dan waktu adalah misteri paling aneh di alam duniawi ini. Tidak pernah ada sebuah kebetulan, dan sebuah kepasrahan di sudahnya usaha adalah prasangka terbaik kepada Tuhan.

Gue tidak sedang mengejawantahkan situasi apa yang gue alami di sana, tetapi kepalsuan dari ekspresi mereka banyak gue jumpai, mungkin gue yang bawa perasaan, tapi mungkin juga iya.

//

Barusan ada 2 tikus yang muncul di kamar, nemenin gue nulis ini, rasanya malam ini gue enggak ingin tidur. Tapi sebaiknya gue tidur.

//

Gue seharusnya berhenti menyesali banyak hal di masa lalu, karena penyesalan justru bentuk prasangka buruk terhadap Allah SWT. :’)

Sudah begitu saja tulisan ini, gue rasa ini karena efek kekenyangan. See you next post

 

Ramadhan 06 : Definisi Buka Bersama?

DSC08511

Jujur saja Ramadhan tahun ini sangat hampa, tidak tanggung-tanggung sedihnya berkepanjangan. Kadang malah jadi lupa sedihnya karena apa, saking banyaknya sebab. #hesemeleh

Sudahlah, aku mau cerita aja nih, enggak penting seperti biasanya. Namanya juga Biru Pupus, apa sih yang penting dari blog ini. :))))

Hari ini, buka bersama dengan Himpunan Mahasiswa Kimia di Masjid Al-Umm, masjid kampus yang berwarna biru.

DSC08527.JPG

Cuaca sore ini sedikit hujan, satu jam terlambat menghadiri acara ini, yang terjadwal pukul 16.00 WIB. Aku ini kelas non regular(karyawan), sebenarnya agak malas menghadiri acar-acara kampus tapi mungkin karena sepanjang tiga tahun ini belum pernah ikut buka bersama, aku memutuskan untuk ikut, itu juga bersama Teh Siti, sedangkan yang lainnya memilih tidak ikut karena harus bekerja shift siang.

DSC08534.JPG

Vega, Aku, Teh Siti : Vega ini teman sekelas pas SMP, dia Kelas Reguler dan lagi Skripsi.(btw, pasti pada bosen lihat aku pakai baju ini. XD)

Seperti yang sudah dapat diketahui, acara sudah mulai, aku dan Teh Siti lumayan banyak ketinggalan kajian yang disampaikan pemateri, tapi beruntung banyak yang tersimpan di memori kok, insya’allah.

Tadi aku baru lihat anaknya para dosen yang unyuk-unyuk, weyyy gemes pingin nyubit tapi takut nanti dikasih nilai E dan harus ngulang (ya nggak juga ya, lebay ini mah).

Oya sebenarnya aku sedang tidak puasa, sedih woy, ikut buka bersama padahal lagi enggak puasa. Oke jadi jangan heran dengan adanya foto-foto orang sholat itu ya.

Dari buka bersama ini aku tahu bahwa anak-anak regular pada baik-baik, mungkin aku yang terlalu memasang ekspektasi buruk terhadap mereka, mereka baik-baik kok. Wehehehe

DSC08539.JPG

Yang terpenting dari buka bersama itu adalah silaturahmi – ini penting. Secara tidak langsung mempererat tali persaudaraan meski tidak saling kenal. Iya udah gitu aja sih manfaat buka bersama.

Sudah begitu aja postingan kali ini mau lanjut ngerjain tugas dunia akhirat. See you next post 🙂

 

Ketidakwarasan yang Dipelihara

Beberapa jenak aku mengambil napas, mengisi rongga-rongga kosong dengan penuh udara, tertahan dan terhembuskan ketika lelah sudah menggerogoti keteguhan. Sudah lama tidak menjejak laman pribadi ini, tubuhku kini telah sehat, nyatanya kelelahan memang paling ampuh menghentikan tekad untuk menyelesaikan banyak urusan. Bermula dari Desember 2017, terlintas keinginan yang begitu dalam untuk menyibukkan diri dengan berbisnis, selain bisa mengisi waktu, juga bisa menambah uang jajan yang nyatanya uang gaji selama ini 80% untuk biaya kuliah. Oke, aku tidak sedang ingin mengeluh, apalagi disangka selemah itu.

Januari 2018, akhirnya bisnis kecil-kecilan itu mulai. Bermula dari suka sekali lihat buket bunga di acara kelulusan yang kebanyakan berbahan kain felt , aku bertekad ingin buat buket bunga dari bahan kertas. Memang bermodal nekad pokoknya, hampir setiap hari cari DIY buat bunganya, sampai wrapping buketnya, proses mulai itu rasanya melelahkan.

Tahu sendiri, dibalik menyibukkan diri, ada yang berusaha dilupakan.#uhuk.

Akun instagramnya @daw-paper_flower

Enggak tahulah kenapa aku jadi tergila-gila sendiri dengan nama penaku (Audhinadaw).

Snapshot_2018-5-11_11-22-13

Februari, aku mulai cari akun Instagram di Sukabumi yang banyak pengikutnya, dan aku tanya-tanya harga pasang iklan di sana berapa. Dan terpilihlah salah satu akun Instagram dengan harga paling murah. Maaf aku enggak mau modal banyak. XD

Dan dari situ belum juga ada yang order, ya namanya juga belum musim wisuda ya, oke aku bersabar, dan pokoknya mulai ada yang order itu bulan Maret, itu juga modal ngancam, pelanggan pertamaku itu Bidan teman sejawat di klinik yang pacarnya mau wisuda. Aku sudah wanti-wanti padanya, pokonya harus pesan bunga di Daw Paper Flower. Tapi ya dia juga minta diskon #uhuk baiqlaaa.

April, akhirnya ada banyak orderan. Bahagiaaaa buangetlah pokoknya. Meski bisa dihitung pakai jari tangan satu, tapi bagiku itu banyak. XD

Dan aku harus cerita ini, seperti yang tertulis di paragraf awal postingan ini memang menyedihkan. Iya jadi pas awal April itu, aku terserang pilek, lalu lumayan sembuh lalu aku lari kayak orang gila, lalu makan gorengan, lalu makan pedas, lalu demam, lalu periksa ke dokter, katanya typhoid fever, lalu enggak tahu apes atau gimana, aku yang harusnya sembuh dalam waktu seminggu, ini perlu seminggu lagi untuk sembuh, alasannya enggan aku tulis, karena menunjukkan kebodohanku. Huehehehe.

Oke jadi sedrama itulah bulan April. Lanjut ke cerita lain…

Jadi di Daw Paper Flower ada satu jenis bunga untuk backdrop hari pertunangan, kenapa tiba-tiba ada bunga jenis ini, karena di bulan April Sahabatku memang berencana akan bertunangan dengan kekasihnya, awalnya dia aku sarankan ke salah satu pembuat backdrop paper flower dengan bahan dasar kertas jasmine, tapi entah mengapa, Widya dengan nyatanya memberi kepercayaaan padaku untuk membuat backdrop paper flower untuk hari pertunangannya, nah hal inilah yang membuka jalan jenis bunga lain selain buket bunga. Widya juga setuju aku menggunakan material kertas karton yang mudah didapatkan dan murah. Dan setelah backdrop itu terpakai dan fotonya aku jadikan bahan jualan, aku tuliskan bahwa untuk pemesan backdrop haruslah H-10. Ini karena aku takut tiba-tiba ada kesibukan lain yang ultra harus diutamakan.

Memasuki bulan Mei, kejadiannya tanggal 8 Mei 2018, ada pelanggan chat siang-siang pesan backdrop paper flower for engagement day buat tanggal 10 Mei 2018. Gilaaa sih ya. Tapi kayaknya aku lagi enggak waras juga, malah mengiyakan untuk selesai tangal 9 Mei 2018 pukul 19.30 WIB. Karena mungkin secara teknis ini merupakan orderan pertama untuk backdrop. Pulang kerja aku langsung cari bahan, dan enggak nyangka bisa selesai dari pukul 17.00 sampai 01.00 WIB. Itupun masih harus dipercantik lagi keesokan harinya. Nekat banget, dan sesudah itu kepalaku pusing. XD besok-besok enggak lagi deh ngambil orderan dadakan begitu, kapok. Dan betapa senangnya aku melihat respon pelangganku itu suka sekali dengan bunganya. Akkkk ingin teriak kegirangan, lalu salto bolak-balik.

Doakan usaha kecil-kecilanku ini lancar, dan dibebaskan dari pelanggan yang minta diskonan. 🙂

Btw, kelompok KKN sudah dibentuk, alhamdulillah dapat lokasi KKN jaraknya cuma 40 menit perjalanan dari tempat kerja dan 30 menit dari rumah. KKN nya 23 Juli sampai 31 Agustus. Masih lama tapi sudah gemetar dari sekarang.

Bulan ini tugas kuliah lagi banyak-banyaknya, tugas di tempat kerja juga banyaaaaaa, sementara itu grup KKN tida hidup kalau bukan aku yang memulai.hhhhhhh

Oke begitu saja postingan enggak jelas ini terjadi. Terima kasih sudah mau-maunya baca. See you next post

febris.

sore ini saya demam

barangkali karena panas menyengat siang tadi

atau karena patah hati?

mungkin karena keduanya

angka di  termometer air raksa menyentuh 37 °C 

saya ambil paracetamol

dan air putih satu gelas

saya menelannya lantas berbaring lagi

saya merasa otak saya agak heng tapi ternyata tidak, soalnya saya nulis ini. he he he

dan saya harus mengaku, bahwa saya tiga hari ini makan pedas berturut-turut, padahal pilek masih bersemayam di tubuh, dan hari minggu saya kira dengan berlari pilek saya akan sembuh, saya lari 3 Km tanpa berhenti. eh ternyata badan saya pegal semua jadinya.he he he

dan bahwa patah hati itu tidak melulu karena cinta.

NB : ini fiksi