Dirimu adalah Ketiadaan yang Salah (Puisi)

Dirimu adalah Ketiadaan yang Salah

Oleh : Audhinadaw

Dirimu adalah ketiadaan yang salah

Dimamah luka yang menjadi aku

Kamu itu lukaku

Ketiadanmu adalah bunuh diriku

Kerinduanku adalah kebodohanku

Sejajar dengan menginginkan neraka sepanjang kehidupanku

 

Kering di hujan Juni ini mengolok

Dengan kerapatan dingin, dan aku butuh tidur

Jalanan terpijak landai berusaha menjelaskan

Tentang kasihannya keadaanku

Yang meraba-raba banyak warna merah muda yang bermacam-macam

Yang memastikan bahwa dunia ini bukan tempat bermain.

 

Hati yang patah tidak lekas sembuh

Aku bilang sudah tidak ada lagi Dia hari ini

Aku berbohong

Belum ada dia sebelum kamu

Iklan
By audhina Posted in Puisi

Aku Sedang Berantakan

 

Aku lupa bahwa kamu berantakan di permukaan

Dan aku berantakan di kedalaman yang tidak terlihat

Apa mungkin aku terlalu berpikir terlalu acak, sehingga hadirmu yang sebenarnya sistematis itu akhirnya terkubur paksa

Dan bagai mayat hidup yang meronta keluar

Jadi apa fungsi pergiku ini jika aku memintamu kembali

Maka dari itu aku diam saja, menganggap semua ini cuma sementara penyesalan

Dan tidak ada di antara kita untuk mendatangi satu sama lain lagi (Sudah)

Tidak ada jilid kedua untuk berakhir pada ketiadaamu lagi!

By audhina Posted in Puisi

Ramadhan 21 : Sebenar-benarnya Perempuan?

Holla readers, ini sudah memasuki 10 hari terahir Ramadhan. Perbanyak amalan yang baik, dan minta ampunan Allah lebih keras dari sebelum-sebelumnya.

Yak mari kita mulai postingan ini.

Menjadi manusia itu kalau kata gue harus bisa mikirin perasaan orang lain, bukannya jadi manusia yang egois, yang berpikir bahwa “terserahlah kalau dia enggak suka sama gue, gue emang begini!”. Menjaga perasaan sesama merupakan hal yang teramat penting. Lantas menjadi manusia yang disukai semua orang itu memang mustahil, tapi setidaknya bersikap baik kepada sesama, dengan cara menanggapi mereka seperti kita ingin ditanggapi oleh mereka dengan cara baik. Menjadi manusia itu seharusnya yang membuat orang-orang  nyaman berada di dekat kita, tidak harus selalu mengalah untuk menjadi mereka nyaman, setidaknya kalian bisa menjadi diri sendiri dengan cara yang sebaik-baiknya.

Lantas tibalah ke persoaalan tentang perempuan. Gue yang kiranya sedang mengalami sedikit masalah mengenai “bersyukur” ini, merasa belum menjadi perempuan yang sebaik-baiknya perempuan. Gue bisa mengalah tapi tidak selalu mengalah, kadang membuat orang-orang merasa sungkan mendapatkan persetujuan gue akan suatu hal, rasa-rasanya jauh dari seorang perempuan yang ke-ibu-an.

Perempuan itu seharusnya yang ketika diperhatikan, mereka akan memahami bahwa engkaulah seorang perempuan itu.

Sulit ternyata jadi perempuan yang sesungguhnya itu. :’)

Sudah begitu saja postingan kali ini. See you next post.

Ramadhan 18 : Apa Kabar Kamu?

Holla readers? Kabar baik, kan?

Hari ini gue ikut buka bersama alumni waktu dulu sekolah jenjang SMK. Banyak yang sudah berumah tangga, banyak yang sudah mapan dengan pekerjaanya, dan gue rasa, gue ada di bawah mereka.

Dan ini adalah Ramadhan ke- 18, di sana gue baru menyadari bahwa menjadi diri sendiri adalah tuntutan paling sulit saat ini, meski sebenarnya sikap yang seharusya ditunjukkan di depan orang-orang selalu terkontrol, namun ada saja celah yang dapat membuat diri seseorang itu sebenarnya terlihat.

Gue merasakan sampai sekarang adalah semesta sudah menyeleksi siapa saja yang memang seharusnya kita temui. Siapa saja yang benar-benar seharusnya menjadi bagian dari diri kita, meski cuma beberapa jenak, 1-2 jam.

Dan herannya, apakah semesta juga menyeleksi siapa yang mampu berputar-putar di dalam kepala sekian lamanya, padahal orangnya tidak pernah tahu?. Hue~

//

Berkali-kali gue menyadari bahwa, manusia seharusnya berprasangka baik kepada Tuhannya, dan waktu adalah misteri paling aneh di alam duniawi ini. Tidak pernah ada sebuah kebetulan, dan sebuah kepasrahan di sudahnya usaha adalah prasangka terbaik kepada Tuhan.

Gue tidak sedang mengejawantahkan situasi apa yang gue alami di sana, tetapi kepalsuan dari ekspresi mereka banyak gue jumpai, mungkin gue yang bawa perasaan, tapi mungkin juga iya.

//

Barusan ada 2 tikus yang muncul di kamar, nemenin gue nulis ini, rasanya malam ini gue enggak ingin tidur. Tapi sebaiknya gue tidur.

//

Gue seharusnya berhenti menyesali banyak hal di masa lalu, karena penyesalan justru bentuk prasangka buruk terhadap Allah SWT. :’)

Sudah begitu saja tulisan ini, gue rasa ini karena efek kekenyangan. See you next post

 

Ramadhan 06 : Definisi Buka Bersama?

DSC08511

Jujur saja Ramadhan tahun ini sangat hampa, tidak tanggung-tanggung sedihnya berkepanjangan. Kadang malah jadi lupa sedihnya karena apa, saking banyaknya sebab. #hesemeleh

Sudahlah, aku mau cerita aja nih, enggak penting seperti biasanya. Namanya juga Biru Pupus, apa sih yang penting dari blog ini. :))))

Hari ini, buka bersama dengan Himpunan Mahasiswa Kimia di Masjid Al-Umm, masjid kampus yang berwarna biru.

DSC08527.JPG

Cuaca sore ini sedikit hujan, satu jam terlambat menghadiri acara ini, yang terjadwal pukul 16.00 WIB. Aku ini kelas non regular(karyawan), sebenarnya agak malas menghadiri acar-acara kampus tapi mungkin karena sepanjang tiga tahun ini belum pernah ikut buka bersama, aku memutuskan untuk ikut, itu juga bersama Teh Siti, sedangkan yang lainnya memilih tidak ikut karena harus bekerja shift siang.

DSC08534.JPG

Vega, Aku, Teh Siti : Vega ini teman sekelas pas SMP, dia Kelas Reguler dan lagi Skripsi.(btw, pasti pada bosen lihat aku pakai baju ini. XD)

Seperti yang sudah dapat diketahui, acara sudah mulai, aku dan Teh Siti lumayan banyak ketinggalan kajian yang disampaikan pemateri, tapi beruntung banyak yang tersimpan di memori kok, insya’allah.

Tadi aku baru lihat anaknya para dosen yang unyuk-unyuk, weyyy gemes pingin nyubit tapi takut nanti dikasih nilai E dan harus ngulang (ya nggak juga ya, lebay ini mah).

Oya sebenarnya aku sedang tidak puasa, sedih woy, ikut buka bersama padahal lagi enggak puasa. Oke jadi jangan heran dengan adanya foto-foto orang sholat itu ya.

Dari buka bersama ini aku tahu bahwa anak-anak regular pada baik-baik, mungkin aku yang terlalu memasang ekspektasi buruk terhadap mereka, mereka baik-baik kok. Wehehehe

DSC08539.JPG

Yang terpenting dari buka bersama itu adalah silaturahmi – ini penting. Secara tidak langsung mempererat tali persaudaraan meski tidak saling kenal. Iya udah gitu aja sih manfaat buka bersama.

Sudah begitu aja postingan kali ini mau lanjut ngerjain tugas dunia akhirat. See you next post 🙂

 

Ketidakwarasan yang Dipelihara

Beberapa jenak aku mengambil napas, mengisi rongga-rongga kosong dengan penuh udara, tertahan dan terhembuskan ketika lelah sudah menggerogoti keteguhan. Sudah lama tidak menjejak laman pribadi ini, tubuhku kini telah sehat, nyatanya kelelahan memang paling ampuh menghentikan tekad untuk menyelesaikan banyak urusan. Bermula dari Desember 2017, terlintas keinginan yang begitu dalam untuk menyibukkan diri dengan berbisnis, selain bisa mengisi waktu, juga bisa menambah uang jajan yang nyatanya uang gaji selama ini 80% untuk biaya kuliah. Oke, aku tidak sedang ingin mengeluh, apalagi disangka selemah itu.

Januari 2018, akhirnya bisnis kecil-kecilan itu mulai. Bermula dari suka sekali lihat buket bunga di acara kelulusan yang kebanyakan berbahan kain felt , aku bertekad ingin buat buket bunga dari bahan kertas. Memang bermodal nekad pokoknya, hampir setiap hari cari DIY buat bunganya, sampai wrapping buketnya, proses mulai itu rasanya melelahkan.

Tahu sendiri, dibalik menyibukkan diri, ada yang berusaha dilupakan.#uhuk.

Akun instagramnya @daw-paper_flower

Enggak tahulah kenapa aku jadi tergila-gila sendiri dengan nama penaku (Audhinadaw).

Snapshot_2018-5-11_11-22-13

Februari, aku mulai cari akun Instagram di Sukabumi yang banyak pengikutnya, dan aku tanya-tanya harga pasang iklan di sana berapa. Dan terpilihlah salah satu akun Instagram dengan harga paling murah. Maaf aku enggak mau modal banyak. XD

Dan dari situ belum juga ada yang order, ya namanya juga belum musim wisuda ya, oke aku bersabar, dan pokoknya mulai ada yang order itu bulan Maret, itu juga modal ngancam, pelanggan pertamaku itu Bidan teman sejawat di klinik yang pacarnya mau wisuda. Aku sudah wanti-wanti padanya, pokonya harus pesan bunga di Daw Paper Flower. Tapi ya dia juga minta diskon #uhuk baiqlaaa.

April, akhirnya ada banyak orderan. Bahagiaaaa buangetlah pokoknya. Meski bisa dihitung pakai jari tangan satu, tapi bagiku itu banyak. XD

Dan aku harus cerita ini, seperti yang tertulis di paragraf awal postingan ini memang menyedihkan. Iya jadi pas awal April itu, aku terserang pilek, lalu lumayan sembuh lalu aku lari kayak orang gila, lalu makan gorengan, lalu makan pedas, lalu demam, lalu periksa ke dokter, katanya typhoid fever, lalu enggak tahu apes atau gimana, aku yang harusnya sembuh dalam waktu seminggu, ini perlu seminggu lagi untuk sembuh, alasannya enggan aku tulis, karena menunjukkan kebodohanku. Huehehehe.

Oke jadi sedrama itulah bulan April. Lanjut ke cerita lain…

Jadi di Daw Paper Flower ada satu jenis bunga untuk backdrop hari pertunangan, kenapa tiba-tiba ada bunga jenis ini, karena di bulan April Sahabatku memang berencana akan bertunangan dengan kekasihnya, awalnya dia aku sarankan ke salah satu pembuat backdrop paper flower dengan bahan dasar kertas jasmine, tapi entah mengapa, Widya dengan nyatanya memberi kepercayaaan padaku untuk membuat backdrop paper flower untuk hari pertunangannya, nah hal inilah yang membuka jalan jenis bunga lain selain buket bunga. Widya juga setuju aku menggunakan material kertas karton yang mudah didapatkan dan murah. Dan setelah backdrop itu terpakai dan fotonya aku jadikan bahan jualan, aku tuliskan bahwa untuk pemesan backdrop haruslah H-10. Ini karena aku takut tiba-tiba ada kesibukan lain yang ultra harus diutamakan.

Memasuki bulan Mei, kejadiannya tanggal 8 Mei 2018, ada pelanggan chat siang-siang pesan backdrop paper flower for engagement day buat tanggal 10 Mei 2018. Gilaaa sih ya. Tapi kayaknya aku lagi enggak waras juga, malah mengiyakan untuk selesai tangal 9 Mei 2018 pukul 19.30 WIB. Karena mungkin secara teknis ini merupakan orderan pertama untuk backdrop. Pulang kerja aku langsung cari bahan, dan enggak nyangka bisa selesai dari pukul 17.00 sampai 01.00 WIB. Itupun masih harus dipercantik lagi keesokan harinya. Nekat banget, dan sesudah itu kepalaku pusing. XD besok-besok enggak lagi deh ngambil orderan dadakan begitu, kapok. Dan betapa senangnya aku melihat respon pelangganku itu suka sekali dengan bunganya. Akkkk ingin teriak kegirangan, lalu salto bolak-balik.

Doakan usaha kecil-kecilanku ini lancar, dan dibebaskan dari pelanggan yang minta diskonan. 🙂

Btw, kelompok KKN sudah dibentuk, alhamdulillah dapat lokasi KKN jaraknya cuma 40 menit perjalanan dari tempat kerja dan 30 menit dari rumah. KKN nya 23 Juli sampai 31 Agustus. Masih lama tapi sudah gemetar dari sekarang.

Bulan ini tugas kuliah lagi banyak-banyaknya, tugas di tempat kerja juga banyaaaaaa, sementara itu grup KKN tida hidup kalau bukan aku yang memulai.hhhhhhh

Oke begitu saja postingan enggak jelas ini terjadi. Terima kasih sudah mau-maunya baca. See you next post

febris.

sore ini saya demam

barangkali karena panas menyengat siang tadi

atau karena patah hati?

mungkin karena keduanya

angka di  termometer air raksa menyentuh 37 °C 

saya ambil paracetamol

dan air putih satu gelas

saya menelannya lantas berbaring lagi

saya merasa otak saya agak heng tapi ternyata tidak, soalnya saya nulis ini. he he he

dan saya harus mengaku, bahwa saya tiga hari ini makan pedas berturut-turut, padahal pilek masih bersemayam di tubuh, dan hari minggu saya kira dengan berlari pilek saya akan sembuh, saya lari 3 Km tanpa berhenti. eh ternyata badan saya pegal semua jadinya.he he he

dan bahwa patah hati itu tidak melulu karena cinta.

NB : ini fiksi

Seseorang Sedang Berhenti dan Pindah

Subuh itu pembicaran mengenai suhu udara di tempat masing-masing jadi pilihannya, jarak antara aku dan dia adalah 4 jam perjalanan tanpa kemacetan. Suhu udara di tempatnya juga sama 19oC.

Screenshot_2017-07-06-05-40-07

Aku sedang merasa seseorang berusaha untuk pindah dari hadapanku sekaligus berhenti.

berhenti/ber·hen·ti/ v 1 tidak bergerak (berjalan, bekerja, dan sebagainya) lagi; tidak meneruskan lagi; mandek: jantungnya ~ berdenyut;

pindah/pin·dah/ v beralih atau bertukar tempat;

Aku yang memulai untuk berhenti dan kemudian pindah, kemudian kini gilirannya untuk melakukan hal yang sama, dan ketika aku kembali mengintip sudut perpisahan itu, aku harus rela patah

patah1/pa·tah/ a 1 putus tentang barang yang keras atau kaku (biasanya tidak sampai bercerai atau lepas sama sekali): dahan itu — terkulai;

Sedangkan otakku kini menagih kehadirannya sepanjang hari kemarin. -.-

Aku rasa dia sudah tidak pernah lagi mengunjungi laman ini, jadi aku seenaknya saja menulis kegelisahan ini. Masa bodoh, kalian juga pasti tahukan makna tulisan ini?

Kangen?

Iya.

Bagi Siapa Saja yang Sedang Berulang Tahun Hari ini

fc53e868b9b4ee9e1d8fc8af98f6ea7e

Pict by : etsy.com

Bagaimana jika warna semesta adalah hitam? Bisakah kamu bedakan apakah hari ini akan hujan atau tidak?  Seperti bila kamu di ruang angkasa maka kamu hanya berputar-putar di Andromeda dan melewati sarang laba-laba yang ternyata sebuah rasi bintang. Kulihat ada rasi bintang Aries malam ini, apakah ada yang melupakanmu hari ini?.

Seseorang pernah bilang kepadaku, entahlah  ̶  aku melupakan nama aslinya, tapi aku mengingat setiap jengkal pernyataannya, bahwa bila seseorang tengah berulang tahun, beri dia ingatan yang telah dia lupakan, semacam bunga-bunga pukul 5 pagi yang ternyata juga mekar di pukul 5 petang.

Sangat menyenangkan bila seseorang mengingat hal kecil yang ada pada dirimu. Bila kamu sedang berulang tahun hari ini, bersyukurlah terhadap siapa saja yang mengingat hari kelahiranmu bukan karena pemberitahuan di laman facebook bukan juga balon-balon di twitter yang muncul ketika kamu berulang tahun.

Apa keinginanmu hari ini? Apakah mengenakan baju warna abu-abu kesukaanmu? Atau warna lain?

Makan makanan kesukaanmu? Bersama dengan orang-orang kesayanganmu?

Aku berharap semoga banyak manusia-manusia baik yang menyayangimu tidak jauh darimu ̶ dekat denganmu. Tidak ada yang  baik di sebuah kesendirian yang menyedihkan di hari ulang tahunmu ini. Temui mereka dan tertawa bersama mereka, makan makanan kesukaanmu, mengenakan baju warna kesukaanmu, dan melakukan hal-hal yang kamu sukai.

Selamat ulang tahun.

Jika Semua Wanita Mati Pada Hari yang Sama (Cerpen)

Jika Semua Wanita Mati Pada Hari yang Sama

Oleh : Audhinadaw

https://www.behance.net/gallery/26593377/Watercolor-Portrait-Drawing

Amazing Watercolor Drawing by : Kazel Lim

Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal pada seseorang, karena cara kerja waktu dan semesta tidak sebagus susunan rapi di dalam kepala. Ada Ayah terbang ke langit malam tadi, lalu anak gadisnya mengendap—mengintip ke dalam lapisan langit ke tujuh, menangisinya sebanyak mungkin karena siluet Ayah semakin menjauh menjadi titik hitam yang ditelan kabut. Adiknya tidak menangis ketika itu, mungkin tidak secengeng kakaknya, dan Ibu menjadi makhluk paling kasihan malam tadi. Dan hari-hari semakin jauh ditelan buih-buih waktu, dan waktu membawa bunga-bunga ingatan. Untuk seterusnya tidak pernah layu meski semakin abu.

***

Sekarang Kamu sedang ingin sibuk berlari dan memenangkan kompetisi marathon 50 kilometer. Tidak ada yang mau Kamu dengarkan, kecuali target lari dan suasana ketika Kamu berlari. Jantungmu semakin kuat dari waktu ke waktu. Kamu sedang melakukan kesibukkan yang Kamu doakan setiap hari, setelah begini Kamu ingin berhenti sibuk untuk beberapa hari saja, lalu ketika itu seorang laki-laki yang juga manusia menyelinap di jeda waktumu. Aroma tubuhnya gandum dan apel yang bercampur menjadi manis.

Dia semakin hari menjadi intensitas paling hujan di hari-harimu. Mengolok urusan larimu yang paling egois, sedangkan dia cuma makan bakso di pinggir taman sambil menghitung putaran larimu.

“Tidak usah terlalu keras kepala, kamu perlu makan dulu!” Tiba-tiba saja dia menghadangmu dengan rentangan tangannya, dan aroma gandum dan apel yang menguar mencoba menghentikanmu. Kamu mengernyitkan dahi, masih lari di tempat karena jalanmu dihadang sosok laki-laki dengan dada lebar itu.

“Kamu siapa?” Kamu melepas headset dari telinga tapi masih lari di tempat

“Berhenti dulu, nanti aku beri tahu siapa aku!”

Karena tidak mau tahu, Kamu mencoba menerobos tapi tidak bisa, laki-laki itu menghadang terus.

“Oke…oke aku berhenti!” dengusmu sambil beringsut duduk.

Kamu beraroma angin, dandelion, dan keringat. Ketika Dia mendekat ikut duduk di sampingmu, daun-daun gemerisik dan gerimis turun. Dia memesan bubur tanpa kacang dan seledri untukmu dan bubur tanpa bawang untuk dirinya sendiri. Jadi apa yang salah dengan hari itu, padahal dengan penuh kewarasan hari itu berjalan tersusun rapi sebelum larimu dihadang.

“Siapa kamu?” Kamu menatapnya penasaran, yang ditatap malah mengulurkan air mineral yang sudah dia buka tutupnya.

“Minum dulu…”

Kamu kemudian menyambutnya dan minum sampai setengah habis. Rupanya Kamu tidak ingat apa-apa kecuali anggapan orang asing aneh yang mungkin berminat ingin dekat denganmu.  Sebelum pertanyaan yang sama terucap lagi dari bibir merah muda tipismu itu, dua mangkok bubur datang.

“Makan dulu!”

Menyerah lagi untuk kedua kalinya, Kamu mendengus sambil mengambil mangkok penuh bubur itu darinya, dan Dia tersenyum tiga detik lalu memakan bubur itu, Kamu menatapnya keheranan—bubur di mangkokmu merupakan komposisi yang benar yang Kamu sukai, gerak tubuhmu yang ingin mengajukan pertanyaan sudah terbaca olehnya.

“Sudahlah, habiskan dulu, nanti aku akan jawab semuanya.”

Mengalah lagi sampai bubur dihabiskan dan tanpa disuruh lagi Kamu minum dari air mineral yang tersisa setengah botol tadi. Kemudian lekas berdeham dan menagih penjelasan. Dia menatapmu lama, Kamu tidak sedang membacanya, hanya saja ada keheranan penuh di antara semua keadaan.

“Aku suamimu dari masa depan.”

“He?”

Kalimatnya merupakan serangan mendadak untukmu. Dan tubuhmu ikut keheranan apalagi otakmu yang pertama kali memikirkannya. Dan semua waktu jadi berseliweran di atas kepalamu karena ini menjadi sulit untuk diterima. Lalu lalang orang masih ramai, kamu ingin marah karena hal itu tidak mungkin terjadi di tahun ini, karena nyatanya ilmuwan masih berkutat dengan rumus-rumus fisika kuantum yang masih belum direalisasikan menjadi sebuah formula atau mungkin sebuah alat penjelajah waktu. Sebelum Kamu meledak, Dia berkata

“Tidak usah percaya jika tidak mau percaya.”

Kamu menjadi jengah luar biasa, ingin bergegas pergi saja, tapi Dia meneruskan kalimat

“Tiga tahun dari sekarang kita menikah dan punya dua anak laki-laki yang kembar. Tapi Kamu kemudian mati bersamaan dengan semua wanita di Bumi ini.”

“He?” Jantungmu berderak-derak, suatu pernyataan paling ajaib sepagi itu.

Seketika matanya meleleh, bersama dengan lendir-lendir hangat jatuh ke langit-langit udara. Kamu jadi  sempurna menganggap seseorang di hadapanmu adalah orang gila yang menggunakan cara aneh untuk dekat denganmu.

“Omong kosong!”

“Kamu tidak perlu takut, karena ketika Kamu mati, Aku memelukmu bersama dengan anak-anak kita.”

Kemudian bibit-bibit dandelion bergerombol lepas melewatimu dibawa angin dan kamu merapatkan tangan kedinginan. Semua kalimatnya menjadi sulit untuk bisa dipercaya, menjelajah waktu untuk menemuimu dan mungkin akan menjadi kesempatan kedua baginya untuk hidup bukan sampai empat atau lima tahun lagi bersamamu. Kamu tidak tahu karena terlalu marah atau entah—ikut menangis. Dia mendekap bahumu dari samping, memberikan landasan pundaknya untuk bersandar dan air membanjirinya dari matamu. Orang-orang kini mengira Kamu gila karena menangis sepagi itu di pundak laki-laki asing berpakaian rapi yang datang memperkenalkan sebagai suamimu.

“Aku mungkin akan jadi Ayah yang juga terbang ke langit setelah Kamu mati, dan lekas kemudian kita semua bertemu di lapisan langit ketujuh.”

Kemudian penjelasan datang seperti kepulan asap dari pabrik permen jahe, tidak dingin dan tidak bau. Menjadi masuk akal lagi karena dia tahu semua tentang Kamu. Padahal di tahun ini Kamu bisa saja menganggapnya stalker gila, tapi kamu tidak— jadi kenapa begitu?. Tangisanmu selesai ketika gerimis sudah berhenti, dan dekapannya lepas.

“Lari saja seperti yang kamu lakukan, karena bulan depan memang kemenanganmu di lari marathon yang kamu targetkan sekarang ini.”

Kalian berjalan perlahan menuju apartemenmu, dan semua itu jadi aneh ketika burung-burung kapinis berkerumun minum dari bulir gerimis yang bergerombol di kabel-kabel listrik. Suasana itu tidak Kamu ketahui, terlalu asing untuk dirasakan, apalagi bersama dengan suami dari masa depanmu. Kamu memandanginya tak henti-henti sepanjang jalan.

“Jadi sekarang kamu di mana?”

Dia tersenyum, dan merangkul untuk menjagamu dari angin yang tampak aneh berkeliaran hanya di sekitar kalian.

“Aku sekarang tinggal tidak jauh dari sini, dan anehnya kita dipertemukan jauh bukan di sini, kamu bisa menebaknya?”

Kamu menggeleng, tapi juga berusaha menebak, ya mungkin saja Kota impianmu atau Negara impianmu. Kamu berdeham.

“Islandia?”

Dia membawamu berhenti sejenak, menatapmu lalu mengangguk. Kamu tidak akan lagi menanyakan hal-hal bahagia lainnya, takutnya ketika semua terlewati rasanya menjadi hambar, dan hambar adalah rasa paling bahaya di dunia ini.

“Jika semua wanita mati pada waktu yang sama?” Kamu begitu penasaran, Dia membawamu berjalan lagi memasuki gedung apartemenmu, tanpa kamu tunjukkan jalannya sama sekali.

“Iya, termasuk kamu juga mati pada hari itu, dan aku mencoba kembali ke dalam waktu ini karena ingin memberitahumu beberapa hal yang mungkin saja Kamu bisa hidup lebih lama begitu juga dengan semua wanita lainnya, tapi aku tidak diperbolehkan oleh Mereka.”

Mungkin saja aturan main dari perjalanan waktu yang Dia lakukan adalah tidak diperbolehkan memberikan petunjuk yang begitu jelas supaya masa depan tidak terlalu berubah begitu drastis dengan jalan yang terlalu spontan. Kalian sudah berada di depan pintu lift , sebentar kemudian berdenting terbuka dan kosong, cuma kalian berdua di sana.

“Sampai apartemenmu nanti aku harus segera kembali lagi ke masa depan, aku cuma mau kamu tidak mengucapkan selamat tinggal ketika kita bertemu di Islandia nanti, dan waktu kita akan menjadi lebih panjang daripada sekarang ini. Mereka bilang aku tidak boleh memberitahu penyebabnya, Mereka hanya mengizinkan aku memberitahumu mengenai kebahagiaan yang ada baiknya kamu ketahui di masa depan.”

Kamu tahu diri, tidak menyela sama sekali ketika dia berbicara, karena nyatanya apartemenmu ada di lantai 20, waktu yang tidak lama. Kamu menatapnya kemudian memeluknya.

“Sampaikan salam pada si kembar, bilang pada mereka. Ibunya tidak akan ikut mati bersama yang lainnya.”

Pintu lift berdenting terbuka, dan kamu dapati dirimu memeluk udara kosong dan tersadar ketika dua orang mencoba melangkah memasuki lift itu. Kamu tertegun, dia sudah kembali ke masa depan, dan Kamu segala kesunyian, buru-buru Kamu keluar dari lift, memasuki apartemenmu dan menangis sejadi-jadinya.

Selesai